IDENTITAS
Fase/Kelas: A/1
Mata Pelajaran STS : PAK
MATERI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
Mengenal Sikap Jujur
A. Apa arti jujur?
Jujur adalah berkata dan bertindak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Anak yang jujur selalu berusaha mengatakan kebenaran dan tidak menyembunyikan kesalahan.
Contoh sikap jujur:
Mengatakan yang sebenarnya kepada orang tua.
Tidak berbohong kepada guru.
Tidak menyontek saat ulangan.
Mengembalikan uang kembalian kepada ibu.
Mengakui ketika tidak sengaja memecahkan gelas.
Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya.
Ingat! Anak yang jujur berani berkata benar, meskipun melakukan kesalahan.
B. Contoh sikap jujur di rumah
Berikut contoh perilaku jujur di rumah.
Ibu memberikan uang untuk membeli makanan. Setelah membeli makanan, ternyata ada uang kembalian. Anak memberikan seluruh uang kembalian kepada ibu.
Anak tidak sengaja memecahkan gelas. Anak mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada orang tua.
Anak menemukan uang di saku celana ayah saat membantu menjemur pakaian. Anak menyerahkan uang tersebut kepada ibu atau ayah.
Ketika ditanya apakah sudah mengerjakan tugas, anak menjawab dengan jujur.
Contoh soal:
Barra memberikan semua uang kembalian kepada ibu. Sikap Barra adalah ....
Jawaban: Jujur.
C. Contoh sikap jujur di sekolah
Di sekolah, kita harus bersikap jujur kepada guru dan teman.
Contohnya:
Mengerjakan ulangan sendiri.
Tidak menyontek jawaban teman.
Tidak mengambil pensil milik teman.
Mengakui kesalahan kepada guru.
Mengatakan yang sebenarnya jika ditanya.
Menyerahkan uang atau barang yang ditemukan kepada guru.
Contoh soal:
Ketika ulangan, kita tidak boleh ....
a. Mengerjakan sendiri
b. Menyontek
c. Mengerjakan dengan baik
Jawaban: b. Menyontek.
D. Apa yang dilakukan jika menemukan barang milik orang lain?
Jika menemukan barang yang bukan milik kita, kita tidak boleh mengambil atau menggunakannya sesuka hati.
Hal yang harus dilakukan adalah:
Jangan menyembunyikan barang tersebut.
Jangan menggunakannya untuk kepentingan sendiri.
Serahkan barang kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya.
Jika mengetahui pemiliknya, bantu mengembalikan barang tersebut kepada pemiliknya.
Contohnya, jika menemukan uang di kelas, kita harus menyerahkannya kepada guru.
Jika menemukan pensil milik teman, kita harus mengembalikannya kepada teman tersebut.
E. Mengapa kita harus jujur?
Kita harus bersikap jujur karena:
Orang lain akan lebih percaya kepada kita.
Kita dapat hidup dengan tenang.
Kita belajar bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.
Kita dapat membangun hubungan yang baik dengan keluarga, guru, dan teman.
Jujur adalah salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi. Kejujuran mengajarkan kita untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita dan tidak melakukan kecurangan.
BAB 2. Mengenal Sikap Mandiri
A. Apa arti mandiri?
Mandiri adalah kemampuan melakukan sesuatu sendiri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain.
Anak yang mandiri berusaha melakukan kegiatan yang dapat dikerjakannya sendiri. Anak mandiri juga mau belajar ketika belum bisa melakukan sesuatu.
Contoh sikap mandiri:
Merapikan tempat tidur sendiri.
Memakai sepatu sendiri.
Mengikat tali sepatu sendiri.
Menyiapkan buku pelajaran sendiri.
Makan sendiri.
Merapikan mainan setelah bermain.
Mengerjakan tugas sendiri.
Meletakkan piring ke tempat cucian setelah makan.
Ingat! Mandiri bukan berarti tidak boleh meminta bantuan. Kita tetap boleh meminta bantuan jika mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan orang dewasa.
B. Sikap mandiri setelah bangun tidur
Setelah bangun tidur, anak yang mandiri dapat melakukan kegiatan berikut:
Bangun dari tempat tidur.
Melipat selimut.
Merapikan bantal.
Merapikan tempat tidur.
Mandi dan memakai pakaian dengan bantuan sesuai kebutuhan.
Anak yang membiasakan diri merapikan tempat tidur akan belajar menjaga kerapian dan melakukan tugas sehari-hari.
Contoh soal:
Hal yang dilakukan setelah bangun tidur adalah ....
a. Merapikan tempat tidur
b. Bermain terus
c. Menangis
Jawaban: a. Merapikan tempat tidur.
C. Sikap mandiri ketika memakai sepatu
Natan ingin memakai sepatu. Ia mencoba memakai dan mengikat tali sepatunya sendiri.
Sikap Natan menunjukkan bahwa ia mau belajar mandiri.
Hal yang dapat kita pelajari:
Berusaha sebelum meminta bantuan.
Tidak mudah menyerah ketika belum berhasil.
Berlatih sampai bisa.
Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya.
D. Sikap mandiri saat makan
Anak yang mandiri berusaha makan sendiri sesuai kemampuannya.
Setelah selesai makan, anak dapat:
Membawa piring ke tempat cucian sesuai aturan keluarga.
Merapikan tempat makan.
Membuang sampah pada tempatnya.
Membersihkan sisa makanan yang tercecer dengan bantuan sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut mengajarkan anak untuk tidak selalu mengandalkan orang lain.
E. Sikap mandiri saat belajar
Anak yang mandiri dapat menyiapkan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah sendiri.
Contohnya:
Memeriksa jadwal pelajaran.
Menyiapkan buku yang dibutuhkan.
Memasukkan pensil dan penghapus ke tempat pensil.
Memasukkan perlengkapan ke dalam tas.
Mengerjakan tugas sesuai kemampuan.
Jika mendapatkan tugas, kita harus berusaha mengerjakannya sendiri terlebih dahulu. Jika belum memahami tugas, kita boleh bertanya kepada guru atau orang tua.
Contoh soal:
Adam menyiapkan buku pelajaran sendiri. Adam memiliki sikap ....
Jawaban: Mandiri.
F. Sikap mandiri setelah bermain
Setelah bermain, kita harus merapikan mainan yang telah digunakan.
Manfaat merapikan mainan:
Rumah menjadi rapi.
Mainan tidak mudah hilang.
Mainan tidak mudah rusak.
Kita belajar bertanggung jawab.
Orang lain tidak tersandung mainan yang berserakan.
Contoh soal:
Hal yang dilakukan setelah bermain adalah ....
a. Membiarkan mainan berserakan
b. Meminta orang tua selalu merapikan
c. Merapikan mainan sendiri
Jawaban: c. Merapikan mainan sendiri.
BAB 3. Perbedaan Sikap Jujur dan Mandiri
Jujur dan mandiri merupakan dua sikap yang berbeda, tetapi keduanya penting dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap jujur | Sikap mandiri |
|---|---|
Berkata sesuai kenyataan. | Berusaha melakukan sesuatu sendiri. |
Tidak menyontek saat ulangan. | Mengerjakan tugas sendiri. |
Mengembalikan uang kembalian. | Menyiapkan buku pelajaran sendiri. |
Mengakui kesalahan. | Merapikan tempat tidur sendiri. |
Mengembalikan barang yang ditemukan. | Memakai sepatu sendiri. |
Cara mudah mengingat
Jujur = berkata benar dan tidak curang.
Mandiri = berusaha melakukan sesuatu sendiri.
Perhatikan contoh berikut.
Contoh 1: Siti menemukan uang di kelas lalu menyerahkannya kepada guru.
Sikap yang ditunjukkan adalah jujur, karena Siti tidak mengambil uang yang bukan miliknya.
Contoh 2: Budi menyiapkan buku pelajaran tanpa harus selalu disuruh.
Sikap yang ditunjukkan adalah mandiri, karena Budi melakukan kegiatannya sendiri.
Contoh 3: Ani tidak sengaja merusakkan pensil temannya lalu mengakui perbuatannya.
Sikap yang ditunjukkan adalah jujur, karena Ani mengatakan kejadian yang sebenarnya.
BAB 4. Membiasakan Sikap Baik dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita dapat melatih sikap jujur dan mandiri setiap hari, mulai dari rumah dan sekolah.
Contoh kebiasaan baik setiap hari
Pagi hari
Merapikan tempat tidur dan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
Di sekolah
Tidak menyontek, mengembalikan barang teman, dan berkata jujur kepada guru.
Setelah bermain
Merapikan mainan dan menjaga barang-barang agar tidak rusak.
Di rumah
Mengatakan yang sebenarnya dan mengakui kesalahan kepada orang tua.
Apa yang harus dilakukan jika melakukan kesalahan?
Jika kita melakukan kesalahan, jangan berbohong atau menyalahkan orang lain.
Lakukan langkah berikut:
Mengakui kesalahan.
Mengatakan kejadian yang sebenarnya.
Meminta maaf jika merugikan orang lain.
Berusaha memperbaiki kesalahan.
Berusaha tidak mengulanginya.
Contohnya, jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, kita harus mengatakan yang sebenarnya, meminta maaf, dan meminta bantuan orang tua atau guru untuk memperbaikinya jika diperlukan.
BAB 5. Rangkuman Materi untuk Dihafalkan
Berikut rangkuman penting yang perlu dipelajari sebelum STS.
1. Jujur
Berkata dan bertindak sesuai keadaan yang sebenarnya.
Contoh: tidak menyontek, mengembalikan uang kembalian, dan mengakui kesalahan.
2. Mandiri
Melakukan sesuatu sendiri sesuai kemampuan tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Contoh: merapikan tempat tidur, memakai sepatu, dan menyiapkan buku.
3. Jika menemukan barang
Jangan mengambil atau menyembunyikannya. Kembalikan kepada pemiliknya atau serahkan kepada guru.
4. Saat ulangan
Kerjakan soal sendiri dan jangan menyontek.
5. Jika melakukan kesalahan
Akui kesalahan, katakan yang sebenarnya, minta maaf, dan berusaha memperbaikinya.
Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat.
Berkata sesuai keadaan sebenarnya disebut sikap ....
Anak yang jujur tidak akan .... saat ulangan.
Jika menemukan barang milik orang lain, kita harus mengembalikannya kepada ....
Anak yang jujur selalu berkata ....
Jika menemukan pensil teman, kita harus ....
Mengerjakan tugas sendiri merupakan contoh sikap ....
Anak yang mandiri dapat melakukan sesuatu tanpa selalu meminta .... orang lain.
Setelah bangun tidur, anak yang mandiri akan .... tempat tidurnya.
Setelah bermain, kita harus .... mainan.
Jika tidak sengaja merusakkan barang teman, kita harus mengakui kesalahan dan meminta ....
Kunci jawaban isian singkat
Jujur.
Menyontek.
Pemiliknya.
Benar.
Mengembalikannya kepada teman.
Mandiri.
Bantuan.
Merapikan.
Merapikan.
Maaf.
Penutup
Pendidikan Antikorupsi mengajarkan kita membiasakan perilaku baik sejak kecil. Dua sikap penting yang harus selalu diterapkan adalah jujur dan mandiri.
Anak yang jujur berani mengatakan kebenaran, tidak menyontek, dan tidak mengambil barang yang bukan miliknya. Anak yang mandiri berusaha mengerjakan tugas dan melakukan kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya.
Mari membiasakan diri untuk selalu berkata benar, bertanggung jawab, berusaha sendiri, dan menghargai hak orang lain.

