Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Konsep Pengurangan sampai 20 (Pengenalan Simbol Kurang dan Hitung Mundur)

Pertemuan Ke: 2 - TP 7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama agar kegiatan pembelajaran hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang pengurangan menggunakan benda konkret. Misalnya, ada 8 permen, kemudian 3 permen diberikan kepada teman. Berapa permen yang tersisa?

Hari ini kita akan belajar mengenal tanda kurang ((-)) dan menggunakan cara berhitung mundur untuk mencari hasil pengurangan dengan lebih mudah.

Yuk, belajar dengan semangat! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami konsep pengurangan bilangan sampai 20 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika sederhana. Peserta didik mulai menggunakan strategi berhitung mundur untuk menentukan sisa suatu bilangan.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali simbol pengurangan ((-)).

  2. Menjelaskan bahwa tanda kurang berarti dikurangi atau diambil.

  3. Menuliskan kalimat matematika pengurangan sederhana.

  4. Melakukan pengurangan sampai 20 menggunakan teknik berhitung mundur.

  5. Menentukan hasil pengurangan dengan benar.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan tenang, memperhatikan lambang pengurangan, dan mengikuti langkah berhitung mundur secara berurutan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa berhitung perlu dilakukan dengan teliti agar memperoleh jawaban yang tepat.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pengurangan dengan kegiatan sehari-hari, seperti permen yang dimakan, pensil yang diberikan kepada teman, atau mainan yang diambil dari sebuah kotak.

Melalui contoh tersebut, peserta didik memahami bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak tanda, gerakan simbol kurang, latihan berhitung mundur menggunakan jari, dan latihan soal sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep pengurangan menggunakan benda konkret.

  2. Mengenal simbol pengurangan ((-)) dan cara membacanya.

  3. Mempraktikkan teknik berhitung mundur untuk pengurangan sampai 20.

  4. Menyelesaikan soal pengurangan sederhana dengan tepat.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Demonstrasi, tanya jawab, permainan sederhana, praktik berhitung, latihan, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Kartu angka.

  • Kartu simbol pengurangan ((-)).

  • Benda konkret, seperti pensil, balok, dan penghapus.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang benda yang berkurang.

Guru bertanya:

  1. Jika kita memiliki 5 permen, lalu 2 permen dimakan, apakah jumlah permen bertambah atau berkurang?

  2. Berapa permen yang tersisa?

  3. Menurut kalian, tanda matematika apa yang digunakan untuk menunjukkan pengurangan?

Guru menjelaskan bahwa dalam matematika, pengurangan mempunyai simbol khusus, yaitu tanda kurang ((-)).

Contohnya:

Ada 5 donat. Kemudian, 2 donat dimakan.

Kalimat matematikanya adalah:

5 − 2 = 3

Artinya, 5 dikurangi 2 sama dengan 3. Jadi, donat yang tersisa ada 3.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada barang yang berkurang atau hilang. Misalnya, pensil kita hilang atau jumlah mainan kita berkurang.

Jika hal tersebut terjadi, kita perlu bersabar, tidak mudah marah, dan berusaha mencari solusi dengan baik.

📖 QS. Al-Baqarah: 155

Allah Swt. berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta ...”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan terdapat berbagai cobaan. Kita diajarkan untuk bersabar dan tetap berusaha melakukan hal yang baik.

Pesan untuk anak-anak:

  • Belajar bersabar ketika kehilangan barang.

  • Menjaga barang milik sendiri dengan baik.

  • Tidak mengambil barang milik teman tanpa izin.

  • Tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika belajar matematika.




📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contohnya, kita memiliki 6 apel. Kemudian, 2 apel diberikan kepada teman. Apel kita menjadi lebih sedikit.

Jumlah awal: 6 apel.

Apel yang diberikan: 2 apel.

Apel yang tersisa: 4 apel.

Jadi, kalimat matematikanya adalah:

6 − 2 = 4

Artinya, 6 dikurangi 2 sama dengan 4.

2. Mengenal Tanda Kurang ((-))

Dalam matematika, tanda kurang ditulis seperti garis mendatar berikut:

−

Tanda ((-)) dibaca dikurangi atau dapat diartikan sebagai diambil dalam contoh benda konkret.

Contoh:

  • (5 - 2 = 3)

  • (7 - 3 = 4)

  • (9 - 4 = 5)

Tanda kurang membuat penulisan pengurangan menjadi lebih singkat dan mudah dipahami.

3. Cara Berhitung Mundur

Berhitung mundur adalah cara menghitung dari angka yang lebih besar menuju angka yang lebih kecil untuk menentukan hasil pengurangan.

Caranya sederhana:

  1. Ingat angka awal.

  2. Simpan angka awal di kepala.

  3. Hitung mundur sebanyak angka yang dikurangkan.

  4. Angka terakhir adalah hasil pengurangan.

Contoh 1: (8 - 3 = \ldots)

Kita mulai dari angka 8, kemudian mundur sebanyak 3 langkah.

  • Langkah pertama: 7.

  • Langkah kedua: 6.

  • Langkah ketiga: 5.

Jadi, 8 − 3 = 5.

Contoh 2: (10 - 2 = \ldots)

Mulai dari angka 10, lalu hitung mundur 2 langkah.

10 → 9 → 8

Jadi, 10 − 2 = 8.

Contoh 3: (12 - 4 = \ldots)

Mulai dari angka 12, lalu hitung mundur 4 langkah.

12 → 11 → 10 → 9 → 8

Jadi, 12 − 4 = 8.

Contoh 4: (15 - 3 = \ldots)

Mulai dari angka 15, lalu hitung mundur 3 langkah.

15 → 14 → 13 → 12

Jadi, 15 − 3 = 12.

4. Menggunakan Jari untuk Berhitung Mundur

Anak-anak dapat menggunakan jari untuk membantu menghitung mundur.

Contoh:

7 − 2 = ...

  • Ingat angka 7.

  • Hitung mundur dua langkah: 6, lalu 5.

  • Hasilnya adalah 5.

Jadi, 7 − 2 = 5.

Ingat, saat berhitung mundur, kita mulai dari angka sebelum angka awal. Jika mulai dari 7 dan dikurangi 2, kita menghitung 6 dan 5, bukan menghitung angka 7 kembali.

5. Contoh Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

🍩 Contoh 1: Donat

Ada 5 donat di atas piring. Kemudian, 2 donat dimakan.

Berapa donat yang tersisa?

5 − 2 = 3

Jadi, tersisa 3 donat.

✏️ Contoh 2: Pensil

Dina mempunyai 9 pensil. Ia memberikan 3 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina sekarang?

9 − 3 = 6

Jadi, Dina mempunyai 6 pensil.

⚽ Contoh 3: Bola

Beni memiliki 10 bola mainan. Sebanyak 4 bola dimasukkan ke dalam kotak lain.

Berapa bola yang tersisa?

10 − 4 = 6

Jadi, tersisa 6 bola.

🍎 Contoh 4: Apel

Ada 14 apel. Sebanyak 2 apel diambil.

14 − 2 = 12

Jadi, tersisa 12 apel.


🎲 KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Ayo Tebak Tanda!

Guru menunjukkan kartu simbol pengurangan ((-)) kepada peserta didik.

Guru menjelaskan bahwa tanda tersebut merupakan tanda kurang yang dibaca “dikurangi”.

Peserta didik kemudian membuat bentuk garis mendatar di udara menggunakan jari telunjuk.

Guru mengajak peserta didik mengucapkan bersama-sama:

“Tanda kurang berarti dikurangi atau diambil!”


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, kerjakan soal berikut dengan teliti. Gunakan cara berhitung mundur jika diperlukan.

A. Pengurangan Menggunakan Benda

1. 🍎🍎🍎🍎🍎

Ada 5 apel. Sebanyak 2 apel diambil. Berapa apel yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

2. ✏️✏️✏️✏️✏️✏️

Ada 6 pensil. Sebanyak 3 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

3. 🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩

Ada 8 donat. Sebanyak 2 donat dimakan. Berapa donat yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

B. Hitunglah dengan Benar!

4. (7 - 2 =  )

Jawab: ....................................................................................

5. (8 - 3 =  )

Jawab: ....................................................................................

6. (10 - 4 =  )

Jawab: ....................................................................................

7. (12 - 2 =  )

Jawab: ....................................................................................

8. (14 - 3 =   )

Jawab: ....................................................................................

9. (15 - 5 =  )

Jawab: ....................................................................................

10. (18 - 3 =  )

Jawab: ....................................................................................


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan kegiatan berhitung, praktik menggunakan kartu angka, dan hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 2.






🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik

🌼 Tindak Lanjut Guru


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang konsep pengurangan sampai 20, mengenal tanda kurang ((-)), dan berhitung mundur.

Kita telah mengetahui bahwa tanda kurang digunakan untuk menunjukkan pengurangan. Kita juga berlatih menghitung mundur untuk menemukan jumlah benda yang tersisa dengan lebih mudah.

Mari terus berlatih dengan teliti, sabar, dan semangat. Jika belum bisa, jangan menyerah. Kita dapat belajar sedikit demi sedikit sampai memahami caranya.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, rajin belajar, sabar, teliti, dan tidak mudah menyerah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Kamis, 22 Oktober 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Mempraktikkan Kegiatan yang Sesuai dengan Aturan Keluarga
Pertemuan Ke: 7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang pernah membantu orang tua di rumah? Siapa yang merapikan mainan setelah bermain? Siapa yang menaruh sepatu pada tempatnya?

Kegiatan tersebut merupakan contoh kebiasaan baik dalam mematuhi aturan keluarga. Hari ini kita akan belajar dan mempraktikkan cara menaati aturan sederhana di rumah.

Yuk, belajar dengan semangat dan biasakan melakukan kebaikan mulai dari diri sendiri! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga serta mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan melalui kegiatan sederhana.

Peserta didik diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai aturan yang berlaku dalam keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyebutkan contoh aturan sederhana di rumah.

  2. Mengenali perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  3. Menjelaskan manfaat melakukan kebiasaan baik di rumah.

  4. Mempraktikkan kegiatan sederhana sesuai aturan keluarga.

  5. Membiasakan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa mematuhi aturan dapat membantu menjaga rumah tetap rapi, bersih, aman, dan nyaman.

Peserta didik juga belajar memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan memahami tindakan yang sebaiknya dilakukan di rumah.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari, seperti menaruh sepatu pada tempatnya, menaruh tas setelah pulang, merapikan mainan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memahami bahwa mematuhi aturan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui pengamatan gambar, demonstrasi kebiasaan baik, praktik sederhana, tanya jawab, dan LKPD memilih gambar yang menunjukkan perilaku mematuhi aturan.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenali kembali aturan sederhana yang berlaku di rumah.

  2. Membedakan perilaku yang mematuhi dan melanggar aturan.

  3. Mempraktikkan kebiasaan baik sesuai aturan keluarga.

  4. Membiasakan diri melakukan kegiatan yang tertib dan bertanggung jawab di rumah.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Tanya jawab, demonstrasi, pengamatan gambar, praktik langsung, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar kegiatan di rumah.

  • Gambar perilaku mematuhi dan melanggar aturan.

  • Benda konkret, seperti sepatu, tas, dan mainan.

  • Papan tulis.

  • LKPD.

  • Alat tulis.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang aturan di rumah.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah membantu orang tua di rumah?

  2. Siapa yang merapikan mainan setelah bermain?

  3. Di mana kalian menaruh sepatu setelah digunakan?

  4. Apa yang kalian lakukan setelah pulang sekolah?

Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan kegiatan mempraktikkan aturan keluarga.

Guru menjelaskan bahwa mematuhi aturan tidak cukup hanya dengan mengetahui aturan. Kita juga perlu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, jika aturan di rumah adalah merapikan mainan, kita harus memasukkan mainan ke tempatnya setelah selesai bermain.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

🌳 Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dan memberikan kemampuan kepada kita untuk melakukan berbagai kebaikan.

Kita dapat menggunakan tangan dan tubuh untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti merapikan mainan, menaruh sepatu dan tas pada tempatnya, serta membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Contoh Perilaku Bersyukur

Sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt., kita dapat membiasakan diri untuk:

  • Menjaga kebersihan rumah.

  • Merapikan barang setelah digunakan.

  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.

  • Menjaga barang milik sendiri.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

Pesan untuk anak-anak:

Mari gunakan kemampuan yang diberikan Allah Swt. untuk melakukan kebaikan. Mulailah dari kebiasaan kecil di rumah agar kehidupan keluarga menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman.


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mematuhi Aturan di Rumah

Aturan di rumah adalah aturan yang perlu dipatuhi oleh anggota keluarga agar kehidupan sehari-hari berjalan dengan tertib dan nyaman.

Mematuhi aturan berarti melakukan hal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan aturan keluarga.

Contohnya, jika kita selesai bermain, kita perlu merapikan mainan. Jika pulang sekolah, kita menaruh tas di tempat yang sudah ditentukan.

2. Contoh Kegiatan yang Sesuai dengan Aturan Keluarga

👟 A. Menaruh Sepatu pada Tempatnya

Setelah menggunakan sepatu, kita harus meletakkannya di tempat sepatu.

Manfaatnya:

  • Sepatu mudah ditemukan.

  • Rumah terlihat lebih rapi.

  • Sepatu tidak mengganggu jalan.

🎒 B. Menaruh Tas pada Tempatnya

Setelah pulang sekolah, kita meletakkan tas di tempat yang sudah disediakan.

Manfaatnya:

  • Tas tidak berserakan.

  • Rumah menjadi lebih rapi.

  • Tas mudah ditemukan ketika akan digunakan kembali.

🧸 C. Merapikan Mainan

Setelah selesai bermain, kita memasukkan mainan ke dalam kotak atau meletakkannya di tempat semula.

Manfaatnya:

  • Mainan tidak berserakan.

  • Rumah atau kamar menjadi lebih rapi.

  • Mainan tidak mudah hilang.

🗑️ D. Membuang Sampah pada Tempatnya

Jika memiliki sampah, kita harus membuangnya ke tempat sampah.

Manfaatnya:

  • Rumah tetap bersih.

  • Lingkungan menjadi nyaman.

  • Kita belajar menjaga kebersihan.

🛏️ E. Merapikan Tempat Tidur

Setelah bangun tidur, kita dapat merapikan selimut dan bantal dengan bimbingan orang tua jika diperlukan.

Manfaatnya:

  • Tempat tidur menjadi rapi.

  • Kamar terlihat bersih.

  • Kita belajar bertanggung jawab terhadap barang yang digunakan.

3. Perilaku yang Mematuhi dan Melanggar Aturan

Perhatikan contoh berikut!

Mematuhi Aturan ✅Tidak Mematuhi Aturan ❌
Menaruh sepatu di rak sepatu.Membiarkan sepatu berserakan.
Menaruh tas di tempatnya.Meletakkan tas sembarangan.
Merapikan mainan setelah bermain.Membiarkan mainan berserakan.
Membuang sampah ke tempat sampah.Membuang sampah ke lantai.
Merapikan tempat tidur.Membiarkan tempat tidur berantakan.

Anak-anak, mematuhi aturan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Kita tidak harus menunggu disuruh berkali-kali untuk melakukan kebiasaan baik.


🎯 KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Mengamati Contoh Perilaku

Guru menunjukkan gambar kegiatan di rumah, seperti:

  1. Anak menaruh sepatu di rak.

  2. Anak menaruh tas di tempatnya.

  3. Anak merapikan mainan.

  4. Anak membuang sampah pada tempatnya.

  5. Anak membiarkan mainan berserakan.

  6. Anak membuang sampah sembarangan.

Peserta didik mengamati gambar dan menjawab pertanyaan guru.

  • Gambar mana yang menunjukkan perilaku baik?

  • Gambar mana yang menunjukkan perilaku tidak sesuai dengan aturan?

  • Mengapa kita harus melakukan kebiasaan baik di rumah?

Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik.

Kegiatan 2 — Mempraktikkan Kebiasaan Baik

Guru memperagakan beberapa kegiatan sederhana, kemudian peserta didik mengikuti praktik sesuai arahan dan ketersediaan benda.

👟 Praktik Menaruh Sepatu

Peserta didik mempraktikkan cara meletakkan sepatu pada tempatnya.

🎒 Praktik Menaruh Tas

Peserta didik menunjukkan cara menaruh tas di tempat yang telah disediakan.

🧸 Praktik Merapikan Mainan

Peserta didik mengambil mainan yang digunakan dalam kegiatan, kemudian meletakkannya kembali ke tempat semula.

🗑️ Praktik Membuang Sampah

Peserta didik mempraktikkan cara membuang sampah ke tempat sampah.

Setelah praktik, guru bertanya:

  • Apa yang sedang kamu lakukan?

  • Mengapa barang harus diletakkan pada tempatnya?

  • Bagaimana keadaan rumah jika semua barang dirapikan?

Peserta didik menyampaikan jawaban dengan bahasa sederhana.


✏️ LKPD PERTEMUAN 7






🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik

🌼 Tindak Lanjut Guru



🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang mempraktikkan kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga.

Kita telah belajar menaruh sepatu dan tas pada tempatnya, merapikan mainan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kerapian rumah.

Mari kita biasakan melakukan hal-hal baik tanpa harus selalu diingatkan. Mulailah dari kebiasaan sederhana agar rumah menjadi bersih, rapi, dan nyaman.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, disiplin, bertanggung jawab, suka membantu orang tua, dan selalu membiasakan perilaku baik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selasa, 20 Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 1.B - Seni Rupa

IDENTITAS 

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Bentuk, Garis, dan Warna pada Lingkungan Sekitar
Pertemuan Ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengamati lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi untuk membuat karya seni. Hari ini kita akan belajar lebih jauh tentang bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada benda-benda di sekitar kita.

Coba perhatikan rumah, pohon, bunga, meja, dan papan tulis. Apakah semuanya memiliki bentuk dan warna yang sama? Tentu tidak, ya!

Yuk, kita belajar mengenali bentuk, garis, dan warna dengan semangat! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengamati objek di lingkungan sekitar serta mengenali unsur rupa sederhana berupa bentuk, garis, dan warna. Peserta didik dapat menyampaikan hasil pengamatan secara sederhana serta menghargai hasil karya sendiri dan karya orang lain.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali bentuk dasar pada benda di lingkungan sekitar.

  2. Membedakan garis lurus dan garis lengkung.

  3. Menyebutkan warna yang terdapat pada objek yang diamati.

  4. Menentukan bentuk dan warna sederhana pada gambar.

  5. Menyampaikan hasil pengamatan dengan bahasa sederhana.

  6. Menghargai hasil karya sendiri dan karya teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar mengamati benda-benda di sekitar dengan saksama. Mereka memperhatikan bentuk, garis, dan warna sebelum membuat atau mengenali gambar.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan benda-benda yang sering dijumpai, seperti rumah, meja, kursi, pohon, bunga, dan matahari.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memahami bahwa bentuk, garis, dan warna dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak objek, pengamatan benda di sekitar kelas, latihan mengenali bentuk dan warna, serta kegiatan mengerjakan LKPD sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar.

  2. Mengenali bentuk dasar dan jenis garis pada objek.

  3. Menentukan warna yang terdapat pada objek yang diamati.

  4. Menyampaikan hasil pengamatan dan menghargai karya seni.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, diskusi sederhana, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar rumah, pohon, bunga, dan matahari.

  • Benda-benda di dalam kelas.

  • Kartu bentuk dan warna.

  • Papan tulis.

  • Buku gambar.

  • Pensil, penghapus, dan pensil warna.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang mengenal lingkungan sekitar.

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di kelas dan bertanya:

  1. Bentuk apa yang terlihat pada papan tulis?

  2. Garis apa yang terlihat pada batang pohon?

  3. Warna apa yang banyak terlihat di taman?

  4. Apakah semua benda memiliki bentuk dan warna yang sama?

Guru menjelaskan bahwa setiap benda memiliki bentuk dan warna yang dapat diamati. Ada benda berbentuk lingkaran, persegi, persegi panjang, atau segitiga. Ada pula garis lurus dan garis lengkung yang dapat ditemukan pada berbagai objek.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, ketika kita menggambar pohon, bunga, langit, atau benda-benda di sekitar, kita sedang belajar memperhatikan keindahan ciptaan Allah Swt.

Allah menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan warna yang indah. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah dan menjaga lingkungan dengan baik.

🌳 Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta.

Allah menciptakan alam semesta dengan berbagai bentuk dan warna. Kita dapat melihat keindahan tersebut pada bunga, pohon, langit, hewan, dan lingkungan sekitar.

Allah juga memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk menggambar, serta pikiran untuk mengembangkan kreativitas.

📖 QS. Al-Hasyr Ayat 24

Allah Swt. berfirman bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mengadakan, dan Yang Membentuk Rupa serta memiliki nama-nama yang indah.

Ayat ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah sebagai Pencipta segala sesuatu.

Pesan untuk anak-anak:

Mari kita bersyukur atas keindahan ciptaan Allah dengan menjaga lingkungan, membuat karya dengan sungguh-sungguh, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman. 🥰


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Bentuk Dasar

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat kita lihat.

Benda-benda di sekitar memiliki bentuk yang berbeda-beda.

🔵 A. Lingkaran

Bentuk lingkaran bulat dan tidak memiliki sudut.

Contohnya:

  • Matahari pada gambar.

  • Jam dinding.

  • Piring.

🟦 B. Persegi

Bentuk persegi memiliki empat sisi yang sama panjang dan empat sudut.

Contohnya:

  • Ubin berbentuk persegi.

  • Kertas berbentuk persegi.

▭ C. Persegi Panjang

Bentuk persegi panjang memiliki empat sisi dan empat sudut. Sisi yang berhadapan memiliki panjang yang sama.

Contohnya:

  • Papan tulis.

  • Pintu.

  • Buku.

🔺 D. Segitiga

Bentuk segitiga memiliki tiga sisi dan tiga sudut.

Contohnya:

  • Atap rumah pada gambar.

  • Rambu lalu lintas tertentu.

2. Mengenal Garis

Garis adalah unsur rupa yang dapat digunakan untuk membentuk gambar.

Ada berbagai jenis garis yang dapat kita temukan.

➖ A. Garis Lurus

Garis lurus berbentuk memanjang tanpa belokan.

Contohnya:

  • Tepi meja.

  • Tepi papan tulis.

  • Batang pohon yang digambar sederhana.

〰️ B. Garis Lengkung

Garis lengkung adalah garis yang melengkung atau membentuk lekukan.

Contohnya:

  • Pelangi.

  • Lengkungan pada bunga.

  • Awan pada gambar sederhana.

Garis lurus dan garis lengkung dapat digunakan bersama-sama untuk membuat gambar yang menarik.

3. Mengenal Warna

Warna membuat gambar terlihat lebih menarik.

Contoh warna yang dapat kita temukan di lingkungan sekitar:

  • Merah: bunga merah atau benda lainnya.

  • Kuning: bunga kuning dan matahari pada gambar.

  • Biru: langit cerah.

  • Hijau: daun dan rumput.

  • Cokelat: batang pohon atau tanah.

  • Putih: awan pada gambar atau benda berwarna putih.

Warna benda di alam dapat bermacam-macam. Kita dapat memilih warna yang sesuai dengan benda yang diamati.

4. Mengenal Bentuk, Garis, dan Warna pada Lingkungan

Perhatikan contoh berikut!

🏠 Rumah

  • Atap pada gambar dapat berbentuk segitiga.

  • Dinding rumah dapat berbentuk persegi atau persegi panjang.

  • Pintu dapat berbentuk persegi panjang.

  • Rumah dapat diwarnai sesuai keadaan atau kreativitas kita.

🌳 Pohon

  • Batang pohon dapat digambar menggunakan garis lurus atau garis yang sedikit melengkung.

  • Daun dapat dibuat dengan garis lengkung.

  • Daun biasanya berwarna hijau.

  • Batang pohon sering digambar berwarna cokelat.

🌼 Bunga

  • Mahkota bunga dapat dibuat menggunakan garis lengkung.

  • Batang bunga dapat digambar dengan garis lurus.

  • Daun dapat dibuat dengan bentuk sederhana.

  • Bunga memiliki warna yang beragam.

☀️ Matahari

  • Matahari pada gambar sering dibuat berbentuk lingkaran.

  • Sinar matahari dapat digambar menggunakan garis lurus.

  • Matahari sering diwarnai kuning atau jingga.

5. Menghargai Hasil Karya

Setiap anak memiliki ide dan kreativitas yang berbeda. Ada yang suka menggambar rumah, pohon, bunga, atau matahari.

Hasil gambar setiap anak juga dapat berbeda meskipun objek yang digambar sama.

Kita harus belajar:

  • Menghargai gambar sendiri.

  • Tidak mengejek karya teman.

  • Memberikan pujian dengan sopan.

  • Berani mencoba dan memperbaiki gambar.

  • Bangga terhadap usaha sendiri.

Ingat, anak-anak! Tidak harus semua gambar sama. Yang penting, kita belajar dengan sungguh-sungguh dan menghargai karya setiap orang.


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan, tanya jawab, kegiatan mengelompokkan bentuk dan warna, serta hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 2.




🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid mengenal berbagai bentuk, garis, dan warna yang terdapat di lingkungan sekitar melalui kegiatan membuat kolase menggunakan kertas origami.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat mengenali bentuk, garis, dan warna serta menyusun potongan kertas origami menjadi karya kolase sederhana dengan kreativitas masing-masing.

Tindak Lanjut Guru:

Guru memberikan latihan membuat kolase sederhana dengan berbagai bentuk dan warna serta membimbing murid agar lebih teliti, kreatif, dan mandiri dalam menghasilkan karya seni.



🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang mengenal bentuk, garis, dan warna pada lingkungan sekitar.

Kita telah mengenal berbagai bentuk dasar, membedakan garis lurus dan garis lengkung, serta menyebutkan warna yang terdapat pada benda-benda di sekitar kita.

Mari kita terus mengamati lingkungan, mengembangkan kreativitas, menjaga keindahan ciptaan Allah Swt., dan menghargai setiap hasil karya.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, kreatif, teliti, percaya diri, serta selalu bersyukur atas keindahan ciptaan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu