Senin, 26 Oktober 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 1.B - Seni Rupa

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Merencanakan dan Membuat Sketsa Gambar
Pertemuan Ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengenal bentuk, garis, dan warna pada lingkungan sekitar. Hari ini kita akan belajar merencanakan gambar dan membuat sketsa sederhana.

Coba bayangkan, kalian ingin menggambar rumah, pohon, bunga, atau pemandangan sekolah. Sebelum menggambar, kita perlu menentukan gambar apa yang ingin dibuat dan menyiapkan alat yang diperlukan.

Yuk, belajar merencanakan gambar dan menuangkan ide kreatif kita ke atas kertas! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengamati lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi karya seni, memilih objek yang akan digambar, merencanakan gambar sederhana, dan membuat sketsa sesuai ide serta kreativitasnya.

Peserta didik juga belajar menghargai proses berkarya dan hasil karya sendiri maupun karya teman.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menentukan ide gambar berdasarkan lingkungan sekitar.

  2. Memilih objek utama yang akan digambar.

  3. Menyebutkan alat dan bahan untuk membuat sketsa.

  4. Membuat sketsa sederhana menggunakan garis dan bentuk dasar.

  5. Mewarnai gambar sesuai kreativitas.

  6. Menunjukkan hasil karya dan menghargai karya teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar merencanakan gambar sebelum mulai menggambar. Mereka memperhatikan objek yang akan dipilih, posisi objek pada kertas, serta alat yang diperlukan.

Peserta didik juga dibiasakan bekerja dengan teliti, sabar, dan percaya diri.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan lingkungan sehari-hari, seperti rumah, pohon, bunga, taman, halaman sekolah, dan benda-benda yang mereka sukai.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa gambar yang baik dapat dimulai dari pengamatan dan perencanaan sederhana.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan “Tebak Objek Lingkungan”, mengamati contoh gambar, membuat sketsa, mewarnai gambar, dan menunjukkan hasil karya kepada teman.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati lingkungan dan menentukan ide gambar.

  2. Memilih objek utama serta menyiapkan alat dan bahan.

  3. Membuat sketsa sederhana berdasarkan objek yang dipilih.

  4. Mewarnai, menunjukkan, dan menghargai hasil karya.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL), yaitu pembelajaran berbasis masalah sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Metode Pembelajaran:

  • Pengamatan.

  • Tanya jawab.

  • Demonstrasi.

  • Praktik menggambar.

  • Diskusi sederhana.

  • Presentasi hasil karya.

  • Penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Contoh gambar lingkungan.

  • Gambar rumah, pohon, bunga, dan taman.

  • Kertas gambar atau buku gambar.

  • Pensil dan penghapus.

  • Pensil warna atau krayon.

  • Papan tulis.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang mengenal lingkungan sekitar, bentuk, garis, dan warna.

Guru mengajak peserta didik mengingat benda-benda yang pernah diamati, seperti rumah, pohon, bunga, dan gedung sekolah.

Guru bertanya:

  1. Lingkungan mana yang ingin kamu gambar?

  2. Objek apa yang ingin kamu jadikan gambar utama?

  3. Apa yang perlu disiapkan sebelum menggambar?

  4. Bagaimana cara membuat gambar agar mudah diwarnai?

Guru menjelaskan bahwa sebelum membuat gambar, kita perlu merencanakan objek yang akan digambar. Setelah itu, kita dapat membuat sketsa sederhana sebagai dasar gambar.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan lingkungan di sekitar kita dengan sangat indah dan beragam. Ada langit, pohon, bunga, hewan, serta berbagai benda yang dapat kita amati.

Allah memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk berkarya, dan akal untuk berpikir. Melalui kegiatan menggambar, mari kita mengenal keindahan ciptaan Allah Swt., mensyukurinya, dan belajar menjaga lingkungan dengan baik.

🌳 Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta.

Allah menciptakan berbagai bentuk dan warna yang indah di alam semesta. Kita dapat mengamati keindahan tersebut dan menjadikannya inspirasi dalam membuat karya seni.

📖 QS. An-Nahl Ayat 13

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan berbagai macam ciptaan di bumi dengan beraneka ragam warna sebagai tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Melalui kegiatan menggambar, peserta didik diajak mengamati keindahan ciptaan Allah dan mengembangkan kreativitasnya.

🌷 Contoh Sikap Bersyukur

  • Mengamati keindahan lingkungan.

  • Menjaga tanaman dan kebersihan lingkungan.

  • Menggunakan alat gambar dengan baik.

  • Membuat karya dengan sungguh-sungguh.

  • Menghargai hasil karya sendiri dan karya teman.

Pesan untuk anak-anak: Mari berkarya dengan penuh semangat, percaya diri, dan rasa syukur atas kemampuan yang Allah berikan kepada kita. 🥰


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Merencanakan Gambar?

Merencanakan gambar adalah menentukan gambar yang ingin dibuat sebelum mulai menggambar.

Sebelum menggambar, kita perlu memikirkan beberapa hal berikut:

  • Gambar apa yang ingin dibuat?

  • Objek apa yang akan digambar?

  • Alat apa yang dibutuhkan?

  • Di mana objek akan diletakkan pada kertas?

  • Warna apa yang ingin digunakan?

Contohnya, jika ingin menggambar taman, kita dapat merencanakan gambar yang berisi pohon, bunga, rumput, dan matahari.

Dengan merencanakan gambar, kita akan lebih mudah memulai kegiatan menggambar.

2. Menentukan Ide Gambar

Ide gambar adalah gagasan atau sesuatu yang ingin kita gambar.

Ide gambar dapat berasal dari lingkungan sekitar dan pengalaman sehari-hari.

Contoh ide gambar:

🏠 Rumah tempat tinggal.

🌳 Pohon di halaman sekolah.

🌼 Bunga di taman.

☀️ Matahari di langit.

🏫 Gedung sekolah.

🌈 Pemandangan yang indah.

Setiap anak boleh memiliki ide gambar yang berbeda sesuai dengan kesukaan dan pengalamannya.

3. Memilih Objek Utama

Objek utama adalah benda atau sesuatu yang menjadi bagian penting dalam gambar.

Contohnya, jika ingin menggambar taman, objek utamanya dapat berupa bunga. Objek lain, seperti pohon, rumput, dan matahari, dapat ditambahkan sebagai pelengkap.

Jika ingin menggambar rumah, objek utamanya adalah rumah. Kita dapat menambahkan pintu, jendela, pohon, atau bunga agar gambar terlihat lebih menarik.

4. Menyiapkan Alat dan Bahan

Sebelum menggambar, kita perlu menyiapkan alat dan bahan.

Alat dan bahan yang dapat digunakan antara lain:

✏️ Pensil: untuk membuat sketsa awal.

🧽 Penghapus: untuk menghapus garis yang salah.

📄 Kertas gambar: sebagai tempat menggambar.

🖍️ Pensil warna atau krayon: untuk mewarnai gambar.

Alat-alat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati dan dirapikan kembali setelah selesai.

5. Apa Itu Sketsa Gambar?

Sketsa adalah gambar awal yang dibuat secara sederhana sebelum gambar diselesaikan.

Sketsa membantu kita menentukan bentuk dan letak objek pada kertas.

Sketsa biasanya dibuat menggunakan pensil agar garisnya mudah diperbaiki.

Contohnya, sebelum menggambar pemandangan, kita dapat membuat bentuk sederhana berupa rumah, pohon, dan matahari.

Setelah sketsa selesai, kita dapat memperjelas garis dan menambahkan warna.

6. Langkah-Langkah Membuat Sketsa

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat sketsa sederhana.

Langkah 1: Tentukan Ide Gambar

Pilih gambar yang ingin dibuat, misalnya rumah, pohon, bunga, atau taman.

Langkah 2: Siapkan Alat

Siapkan pensil, penghapus, dan kertas gambar.

Langkah 3: Tentukan Letak Objek

Pikirkan posisi objek pada kertas agar gambar terlihat rapi dan tidak terlalu berhimpitan.

Langkah 4: Buat Bentuk Dasar

Gunakan bentuk sederhana untuk membantu menggambar.

Contoh:

  • Segitiga untuk atap rumah.

  • Persegi panjang untuk pintu.

  • Lingkaran untuk matahari.

  • Garis lurus untuk batang pohon.

Langkah 5: Perjelas Sketsa

Tambahkan bagian-bagian gambar yang diperlukan, seperti pintu, jendela, daun, atau bunga.

Langkah 6: Warnai Gambar

Gunakan pensil warna atau krayon untuk mempercantik gambar sesuai kreativitas.

7. Mengenal Tekstur pada Benda

Saat mengamati lingkungan, kita juga dapat memperhatikan tekstur benda.

Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang dapat diamati atau dirasakan.

Contoh tekstur nyata yang dapat dirasakan ketika menyentuh benda:

  • Batu terasa keras atau kasar.

  • Selimut terasa lembut.

  • Permukaan kaca dapat terasa licin.

Pada gambar, tekstur juga dapat dibuat melalui garis, titik, atau pola sehingga benda terlihat seolah-olah memiliki permukaan tertentu. Hal ini disebut tekstur semu.

Contohnya, garis-garis pada gambar batang pohon dapat membuat batang terlihat memiliki tekstur.

Dengan mengamati tekstur benda, kita dapat menambahkan detail pada gambar agar lebih menarik.

8. Menghargai Hasil Karya

Setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda. Karena itu, hasil gambar setiap anak tidak harus sama.

Kita perlu:

  • Menghargai gambar sendiri.

  • Tidak mengejek gambar teman.

  • Berani menunjukkan hasil karya.

  • Menerima saran dengan baik.

  • Terus berlatih agar kemampuan menggambar meningkat.

Ingat, anak-anak! Yang penting adalah berusaha, belajar, dan menikmati proses membuat karya seni.


✏️ YUK BERLATIH!

1. Gambar apa yang kamu sukai?
Jawab: ....................................................................................

2. Sebelum mewarnai gambar, kita membuat apa?
Jawab: ....................................................................................

3. Sebutkan dua alat yang digunakan untuk membuat gambar!
Jawab: ....................................................................................

4. Apa yang digunakan untuk mewarnai gambar?
Jawab: ....................................................................................

5. Gambarlah sketsa sederhana sesuai ide yang kamu pilih!

┌──────────────────────────────────────────┐
│ │
│ │
│ │
│ │
│ │
│ │
│ │
└──────────────────────────────────────────┘


Ayo Merencanakan dan Membuat Sketsa!

Nama: ....................................................................

Kelas: ....................................................................

Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Petunjuk Pengerjaan




🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik


🌼 Tindak Lanjut Guru


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang merencanakan dan membuat sketsa gambar.

Kita telah belajar menentukan ide, memilih objek, menyiapkan alat dan bahan, membuat sketsa sederhana, serta mewarnai gambar sesuai kreativitas.

Mari terus berlatih menggambar, mengamati keindahan ciptaan Allah Swt., menjaga lingkungan, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, kreatif, teliti, percaya diri, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Minggu, 25 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 1.B - Bahasa Indonesia

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Menggunakan Kata Tanya Dalam Percakapan
Pertemuan Ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, siapa yang pernah bertanya kepada teman?

Misalnya, ketika bertemu teman baru, kita bertanya:

“Siapa namamu?”

Teman kita menjawab:

“Namaku Ali.”

Nah, pertanyaan dan jawaban tersebut saling berhubungan.

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut!

Pertanyaan: Apa makanan kesukaanmu?

Jawaban: Makanan kesukaanku nasi goreng.

Apakah jawabannya sesuai dengan pertanyaan? Ya, benar! Pertanyaan tersebut menanyakan makanan kesukaan, sehingga jawabannya berupa nama makanan yang disukai.

Hari ini kita akan menjadi “Detektif Kata Tanya”. 🔎📚 Kita akan belajar mengenali kata tanya dan menemukan pasangan jawaban yang tepat.


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami informasi dari percakapan sederhana melalui kegiatan menyimak, membaca, dan mengamati. Peserta didik dapat mengenali kata tanya, memahami informasi yang ditanyakan, serta menghubungkan pertanyaan dengan jawaban yang sesuai berdasarkan isi percakapan atau teks sederhana.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menghubungkan pertanyaan menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana dengan jawaban yang sesuai melalui kegiatan mengamati, membaca percakapan sederhana, mencocokkan pertanyaan dan jawaban, serta mengerjakan latihan dengan tepat.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik memahami bahwa setiap kata tanya digunakan untuk menanyakan informasi yang berbeda.

Peserta didik belajar untuk:

  • Memperhatikan kata tanya dalam pertanyaan.

  • Memahami informasi yang ingin diketahui.

  • Membaca jawaban dengan teliti.

  • Memilih jawaban yang sesuai dengan pertanyaan.

  • Menggunakan kata tanya dalam percakapan sehari-hari.

Contoh:

Pertanyaan: Siapa nama temanmu?

Jawaban: Nama temanku adalah Siti.

Kata tanya siapa digunakan untuk menanyakan orang. Oleh karena itu, kita perlu membaca pertanyaan dengan teliti agar dapat memilih jawaban yang tepat.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan kegiatan sehari-hari, seperti menanyakan nama teman, tempat belajar, waktu kegiatan, makanan kesukaan, alasan melakukan sesuatu, dan perasaan seseorang.

Contoh percakapan:

Siti: “Di mana kamu belajar?”

Ali: “Aku belajar di rumah.”

Pertanyaan Siti menanyakan tempat. Oleh karena itu, jawaban yang sesuai adalah “Aku belajar di rumah.”

Peserta didik memahami bahwa jawaban harus sesuai dengan informasi yang ditanyakan.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • Bermain “Pasangkan Pertanyaan dan Jawaban”.

  • Menggunakan kartu kata tanya.

  • Bermain “Siapa Cepat, Dia Tepat!”

  • Membaca percakapan sederhana.

  • Mengamati gambar dan memilih jawaban.

  • Bermain “Detektif Kata Tanya”.

  • Berdiskusi bersama teman.

  • Mengerjakan LKPD.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal enam kata tanya dalam percakapan sederhana.

  2. Memahami informasi yang ditanyakan melalui setiap kata tanya.

  3. Menghubungkan pertanyaan dengan jawaban yang sesuai berdasarkan percakapan.

  4. Menunjukkan sikap teliti, mandiri, dan percaya diri saat mengerjakan latihan.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab.

  • Menyimak.

  • Mencocokkan pertanyaan dan jawaban.

  • Diskusi sederhana.

  • Penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

  • Kartu kata tanya.

  • Kartu pertanyaan.

  • Kartu jawaban.

  • Gambar kegiatan sehari-hari.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika bertanya kepada teman.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah bertanya kepada teman?

  2. Apa yang kalian tanyakan kepada teman?

  3. Bagaimana cara mengetahui apakah jawaban teman sesuai dengan pertanyaan?

Guru memberikan contoh:

Pertanyaan: Apa makanan kesukaanmu?

Jawaban: Makanan kesukaanku nasi goreng.

Guru menjelaskan bahwa setiap pertanyaan memiliki informasi yang ingin diketahui. Karena itu, jawaban harus sesuai dengan pertanyaan.

Hari ini kita akan belajar mengenali kata tanya dan mencocokkannya dengan jawaban yang tepat.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak shalih dan shalihah, Allah Swt. memberikan kita kemampuan untuk berbicara, mendengar, membaca, dan memahami informasi.

Kita dapat menggunakan kemampuan tersebut untuk belajar dan berkomunikasi dengan orang lain.

Ketika bertanya, kita perlu menggunakan kata-kata yang sopan. Ketika orang lain menjawab, kita perlu mendengarkan dengan baik.

Dengan demikian, kita belajar menghargai orang lain dan memperoleh informasi yang bermanfaat.

Mari bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat kemampuan berbicara, mendengar, dan belajar.

Alhamdulillah. 🤲💗

🌷 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

1. Al-‘Alim — Maha Mengetahui

Allah Swt. adalah Al-‘Alim, yaitu Maha Mengetahui.

Kita belajar untuk menambah pengetahuan dengan bertanya, menyimak, membaca, dan mencari jawaban yang benar.

Contoh:

Siti ingin mengetahui nama lengkap temannya.

Siti bertanya, “Siapa nama lengkapmu?”

Ali menjawab, “Nama lengkapku Ali Pratama.”

Siti mendapatkan informasi yang ingin diketahuinya.

Melalui contoh ini, peserta didik belajar bahwa bertanya dengan tepat membantu kita memperoleh informasi.

2. As-Sami’ — Maha Mendengar

Allah Swt. adalah As-Sami’, yaitu Maha Mendengar.

Dalam percakapan, kita perlu mendengarkan pertanyaan dan jawaban dengan baik agar memahami informasi yang disampaikan.

Contoh:

Ibu: “Apa yang kamu pelajari di sekolah?”

Anak: “Aku belajar Bahasa Indonesia.”

Anak mendengarkan pertanyaan Ibu, kemudian menjawab sesuai dengan pertanyaan tersebut.

Peserta didik belajar menjadi pendengar yang baik dan menghargai orang yang sedang berbicara.

3. Ar-Razzaq — Maha Pemberi Rezeki

Allah Swt. adalah Ar-Razzaq, yaitu Maha Pemberi Rezeki.

Kita dapat menggunakan kata tanya untuk mengetahui informasi tentang makanan dan rezeki yang diberikan Allah.

Contoh:

Ibu: “Apa buah yang kamu makan?”

Anak: “Aku makan buah pisang.”

Melalui percakapan sederhana, peserta didik belajar mengenal makanan serta bersyukur atas rezeki dari Allah Swt.


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Kata Tanya

Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk menanyakan sesuatu atau memperoleh informasi.

Ada enam kata tanya yang perlu kita pelajari.

Kata TanyaDigunakan untuk MenanyakanContoh
ApaBenda, kegiatan, atau sesuatuApa makanan kesukaanmu?
SiapaOrangSiapa nama temanmu?
KapanWaktuKapan kamu belajar?
Di manaTempatDi mana kamu tinggal?
MengapaAlasanMengapa kamu rajin belajar?
BagaimanaKeadaan atau caraBagaimana perasaanmu hari ini?

Cara Mudah Mengingat Kata Tanya

  • Apa = menanyakan sesuatu.

  • Siapa = menanyakan orang.

  • Kapan = menanyakan waktu.

  • Di mana = menanyakan tempat.

  • Mengapa = menanyakan alasan.

  • Bagaimana = menanyakan keadaan atau cara.

2. Menghubungkan Kata Tanya Apa dengan Jawaban

Kata tanya apa digunakan untuk menanyakan benda, kegiatan, atau sesuatu.

Contoh 1:

Pertanyaan: Apa makanan kesukaan Ali?

Jawaban: Makanan kesukaan Ali adalah nasi goreng.

Contoh 2:

Pertanyaan: Apa yang dibawa Siti ke sekolah?

Jawaban: Siti membawa buku.

Ingat, jawaban harus sesuai dengan hal yang ditanyakan.

3. Menghubungkan Kata Tanya Siapa dengan Jawaban

Kata tanya siapa digunakan untuk menanyakan orang.

Contoh 1:

Pertanyaan: Siapa nama lengkap Ali?

Jawaban: Nama lengkap Ali adalah Ali Pratama.

Contoh 2:

Pertanyaan: Siapa yang mengajar di kelas?

Jawaban: Guru yang mengajar di kelas.

4. Menghubungkan Kata Tanya Kapan dengan Jawaban

Kata tanya kapan digunakan untuk menanyakan waktu.

Contoh 1:

Pertanyaan: Kapan Ali makan bersama keluarga?

Jawaban: Ali makan bersama keluarga pada malam hari.

Contoh 2:

Pertanyaan: Kapan kamu berangkat ke sekolah?

Jawaban: Aku berangkat ke sekolah pada pagi hari.

5. Menghubungkan Kata Tanya Di Mana dengan Jawaban

Kata tanya di mana digunakan untuk menanyakan tempat.

Contoh 1:

Pertanyaan: Di mana Ali belajar?

Jawaban: Ali belajar di rumah.

Contoh 2:

Pertanyaan: Di mana peserta didik membaca buku?

Jawaban: Peserta didik membaca buku di perpustakaan.

6. Menghubungkan Kata Tanya Mengapa dengan Jawaban

Kata tanya mengapa digunakan untuk menanyakan alasan.

Contoh 1:

Pertanyaan: Mengapa Ali rajin belajar?

Jawaban: Karena Ali ingin menjadi anak pintar.

Contoh 2:

Pertanyaan: Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

Jawaban: Karena kebersihan membuat lingkungan nyaman dan sehat.

7. Menghubungkan Kata Tanya Bagaimana dengan Jawaban

Kata tanya bagaimana digunakan untuk menanyakan keadaan atau cara.

Contoh 1:

Pertanyaan: Bagaimana perasaan Ali saat belajar?

Jawaban: Ali merasa senang.

Contoh 2:

Pertanyaan: Bagaimana cara menjaga kebersihan kelas?

Jawaban: Dengan membuang sampah pada tempatnya dan merapikan kelas.

8. Cara Menghubungkan Pertanyaan dengan Jawaban yang Sesuai

Agar tidak salah memilih jawaban, ikuti langkah berikut.

Langkah 1: Bacalah pertanyaan.

Contoh: Di mana Siti belajar?

Langkah 2: Perhatikan kata tanyanya.

Kata tanya di mana menanyakan tempat.

Langkah 3: Bacalah pilihan jawaban.

A. Siti belajar di rumah.

B. Siti belajar pada pagi hari.

C. Siti belajar bersama Ali.

Langkah 4: Pilih jawaban yang sesuai.

Jawaban yang benar adalah A. Siti belajar di rumah.

Ingat! Bacalah pertanyaan dan jawaban dengan teliti sebelum menentukan pasangan yang tepat.


✏️ YUK BERLATIH!

Bahasa Indonesia – Kelas 1 SD
Materi: Menggunakan Kata Tanya dalam Percakapan

Jawablah dengan benar!

1. Lengkapi pertanyaan berikut!

“..... nama kamu?”

2. Lengkapi pertanyaan berikut!

“..... kamu tinggal?”

3. Siti membawa buku. Apa yang dibawa Siti?

Jawab: ....................................................................

4. Ali pergi ke sekolah pada pagi hari. Kapan Ali pergi ke sekolah?

Jawab: ....................................................................

5. Beni merasa senang. Bagaimana perasaan Beni?

Jawab: ....................................................................



🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik


🌼 Tindak Lanjut Guru


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar menghubungkan pertanyaan menggunakan kata tanya dengan jawaban yang sesuai. 💗

Kita telah belajar bahwa setiap kata tanya memiliki kegunaan yang berbeda.

Ingat ya, shalih dan shalihah:

🌷 Apa digunakan untuk menanyakan sesuatu.

🌷 Siapa digunakan untuk menanyakan orang.

🌷 Kapan digunakan untuk menanyakan waktu.

🌷 Di mana digunakan untuk menanyakan tempat.

🌷 Mengapa digunakan untuk menanyakan alasan.

🌷 Bagaimana digunakan untuk menanyakan keadaan atau cara.

Mari kita biasakan membaca pertanyaan dengan teliti, memilih jawaban yang sesuai, mendengarkan orang lain dengan baik, dan berbicara dengan sopan.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang gemar belajar, teliti, santun, dan selalu bersyukur kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Senin, 26 Oktober 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Soal Cerita Pengurangan Sederhana

Pertemuan Ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    


🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama agar kegiatan pembelajaran hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang tanda kurang ((-)) dan cara berhitung mundur. Hari ini kita akan belajar menggunakan pengurangan untuk menyelesaikan cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Coba bayangkan, Ayah membeli 7 ekor ikan. Di perjalanan, 2 ekor ikan jatuh. Apakah ikan Ayah masih 7 ekor atau sudah berkurang?

Nah, untuk mengetahui jawabannya, kita bisa menggunakan pengurangan. Yuk, belajar sambil memahami cerita dengan teliti! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami konsep pengurangan bilangan sampai 20 dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari melalui cerita, gambar, atau benda konkret.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami cerita sederhana yang menggunakan pengurangan.

  2. Menemukan angka yang diketahui dalam soal cerita.

  3. Mengenali kata-kata yang menunjukkan jumlah benda berkurang.

  4. Menuliskan kalimat matematika menggunakan tanda kurang ((-)).

  5. Menghitung dan menentukan sisa benda dengan benar.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar membaca dan mendengarkan soal cerita dengan teliti, memperhatikan jumlah awal, serta memahami berapa banyak benda yang berkurang.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pengurangan dengan kejadian sehari-hari, seperti makanan yang dimakan, barang yang hilang, balon yang pecah, atau benda yang diberikan kepada teman.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui cerita bergambar, permainan “Tangkap Kata Kunci”, penggunaan benda konkret, berhitung mundur, dan latihan soal cerita sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menyimak dan memahami cerita sederhana tentang jumlah benda yang berkurang.

  2. Menemukan angka awal dan jumlah benda yang berkurang.

  3. Menuliskan kalimat pengurangan menggunakan tanda kurang ((-)).

  4. Menentukan hasil pengurangan berdasarkan cerita dengan tepat.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL).

Metode Pembelajaran: Bercerita, tanya jawab, demonstrasi, praktik menggunakan benda konkret, diskusi sederhana, dan latihan soal.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar soal cerita sederhana.

  • Stik atau balok hitung.

  • Kartu angka.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • LKPD soal cerita pengurangan.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pengurangan pada pertemuan sebelumnya.

Guru membacakan cerita berikut.

🐟 Cerita Ayah Membeli Ikan

Ayah membeli 7 ekor ikan di pasar. Saat di perjalanan, plastik ikan Ayah bocor sehingga 2 ekor ikan jatuh.

Guru bertanya:

  1. Berapa ekor ikan yang dibeli Ayah?

  2. Berapa ekor ikan yang jatuh?

  3. Apakah jumlah ikan Ayah bertambah atau berkurang?

  4. Berapa ekor ikan yang tersisa?

Guru kemudian menjelaskan:

Ayah memiliki 7 ekor ikan. Sebanyak 2 ekor ikan jatuh. Jadi, ikan Ayah berkurang 2 ekor.

Kalimat matematikanya adalah:

7 − 2 = 5

Jadi, ikan yang tersisa ada 5 ekor.

Dari cerita tersebut, anak-anak belajar bahwa kita dapat menggunakan pengurangan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, makanan yang kita makan sehari-hari merupakan salah satu rezeki dari Allah Swt. Kita harus bersyukur atas makanan yang diberikan kepada kita.

Ketika kita makan, jumlah makanan di piring akan berkurang karena sebagian makanan sudah dimakan oleh tubuh kita.

📖 QS. Al-Ma’idah Ayat 88

Allah Swt. berfirman:

“Makanlah dari rezeki yang dikaruniakan Allah kepadamu ...”

Ayat ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas rezeki yang Allah berikan dan mengonsumsi makanan yang baik.

🌷 Pesan untuk Anak-Anak

  • Bersyukur atas makanan yang diberikan Allah.

  • Tidak membuang-buang makanan.

  • Mengambil makanan secukupnya.

  • Menghargai rezeki yang kita miliki.

  • Belajar dengan sabar dan tidak mudah menyerah.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar berhitung sekaligus membiasakan diri bersyukur dan menjaga nikmat Allah. 🤲


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Soal Cerita Pengurangan?

Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disampaikan dalam bentuk cerita tentang jumlah benda yang berkurang.

Cerita tersebut dapat berasal dari kejadian sehari-hari, misalnya permen dimakan, pensil diberikan kepada teman, atau balon yang pecah.

Untuk menjawab soal cerita, kita harus memahami ceritanya terlebih dahulu.


2. Mengenal Kata Kunci Pengurangan

Ada beberapa kata dalam cerita yang dapat membantu kita mengetahui bahwa jumlah benda berkurang.

Kata dalam CeritaArtinya
DimakanJumlah makanan menjadi lebih sedikit.
DiberikanBenda diberikan kepada orang lain.
HilangBenda tidak ditemukan atau tidak ada lagi pada pemiliknya.
JatuhBenda terlepas atau jatuh dari tempatnya.
PecahBenda rusak atau terbelah.
DiambilSebagian benda diambil dari jumlah semula.
TerbangMisalnya, balon atau benda yang terlepas dan terbawa terbang.

Kata-kata tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa kita perlu memeriksa apakah cerita menggunakan pengurangan.

Ingat: Kita tetap harus membaca seluruh cerita dengan teliti agar tidak salah menentukan operasi hitung.

3. Langkah Mengerjakan Soal Cerita Pengurangan

Agar mudah menjawab soal cerita, ikuti langkah berikut.

Langkah 1: Baca atau dengarkan cerita.

Pahami apa yang terjadi dalam cerita.

Langkah 2: Cari jumlah awal.

Cari tahu berapa banyak benda pada awal cerita.

Langkah 3: Cari jumlah yang berkurang.

Perhatikan berapa benda yang dimakan, diberikan, jatuh, atau diambil.

Langkah 4: Tulis tanda kurang.

Gunakan tanda kurang ((-)) untuk membuat kalimat matematika.

Langkah 5: Hitung sisanya.

Kita dapat menggunakan jari, stik, balok, atau berhitung mundur.

4. Contoh Soal Cerita dan Jawabannya

🍎 Contoh 1: Apel

Ibu memiliki 6 apel. Sebanyak 2 apel dimakan oleh keluarga. Berapa apel yang tersisa?

Diketahui:

  • Apel mula-mula: 6.

  • Apel yang dimakan: 2.

Kalimat matematika:

6 − 2 = 4

Jawaban: Apel yang tersisa ada 4 buah.

🍬 Contoh 2: Permen

Rani memiliki 8 permen. Ia memberikan 3 permen kepada temannya. Berapa permen Rani sekarang?

Kalimat matematika:

8 − 3 = 5

Jawaban: Permen Rani sekarang ada 5 buah.

🎈 Contoh 3: Balon

Beni memiliki 5 balon. Sebanyak 1 balon pecah. Berapa balon yang masih utuh?

Kalimat matematika:

5 − 1 = 4

Jawaban: Balon yang masih utuh ada 4 buah.

✏️ Contoh 4: Pensil

Siti memiliki 10 pensil. Ia memberikan 2 pensil kepada adiknya. Berapa pensil Siti yang tersisa?

Kalimat matematika:

10 − 2 = 8

Jawaban: Pensil Siti yang tersisa ada 8 buah.

🧸 Contoh 5: Mainan

Ada 9 mainan di dalam kotak. Sebanyak 4 mainan diambil untuk dimainkan. Berapa mainan yang masih ada di dalam kotak?

Kalimat matematika:

9 − 4 = 5

Jawaban: Mainan yang masih ada di dalam kotak berjumlah 5 buah.


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, bacalah soal cerita berikut dengan teliti. Tuliskan kalimat pengurangan dan jawabannya. Kalian boleh menggunakan jari untuk membantu menghitung.

1. 🍎 Cerita Apel

Dina mempunyai 5 apel. Sebanyak 2 apel dimakan. Berapa apel yang tersisa?

Kalimat pengurangan: ....................................................

Jawab: ..................................................................................

2. 🍬 Cerita Permen

Beni memiliki 7 permen. Ia memberikan 3 permen kepada temannya. Berapa permen Beni yang tersisa?

Kalimat pengurangan: ....................................................

Jawab: ..................................................................................

3. 🎈 Cerita Balon

Rani mempunyai 6 balon. Sebanyak 1 balon pecah. Berapa balon yang masih utuh?

Kalimat pengurangan: ....................................................

Jawab: ..................................................................................

4. ✏️ Cerita Pensil

Siti memiliki 9 pensil. Ia memberikan 4 pensil kepada adiknya. Berapa pensil Siti yang tersisa?

Kalimat pengurangan: ....................................................

Jawab: ..................................................................................

5. 🧸 Cerita Mainan

Ada 8 mainan di dalam kotak. Sebanyak 2 mainan diambil. Berapa mainan yang masih ada di dalam kotak?

Kalimat pengurangan: ....................................................

Jawab: ..................................................................................


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen formatif dilakukan melalui kegiatan menyimak soal cerita, praktik menggunakan alat hitung, dan hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 3.




🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik

🌼 Tindak Lanjut Guru


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang soal cerita pengurangan sederhana.

Kita telah berlatih mendengarkan cerita, menemukan angka yang diketahui, mengenali kata yang menunjukkan pengurangan, menuliskan tanda kurang, dan menghitung jumlah benda yang tersisa.

Mari terus berlatih membaca soal dengan teliti dan menghitung dengan sabar. Jika belum menemukan jawaban, kita boleh menggunakan jari atau benda konkret untuk membantu berhitung.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, rajin belajar, teliti, sabar, bersyukur, dan tidak mudah menyerah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu