IDENTITAS
Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1B
Mata Pelajaran: Matematika
Materi: Konsep Pengurangan sampai 20 (Pengenalan Simbol Kurang dan Hitung Mundur)
Pertemuan Ke: 2 - TP 7
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama agar kegiatan pembelajaran hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang pengurangan menggunakan benda konkret. Misalnya, ada 8 permen, kemudian 3 permen diberikan kepada teman. Berapa permen yang tersisa?
Hari ini kita akan belajar mengenal tanda kurang ((-)) dan menggunakan cara berhitung mundur untuk mencari hasil pengurangan dengan lebih mudah.
Yuk, belajar dengan semangat! 🥰
💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami konsep pengurangan bilangan sampai 20 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika sederhana. Peserta didik mulai menggunakan strategi berhitung mundur untuk menentukan sisa suatu bilangan.
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Mengenali simbol pengurangan ((-)).
Menjelaskan bahwa tanda kurang berarti dikurangi atau diambil.
Menuliskan kalimat matematika pengurangan sederhana.
Melakukan pengurangan sampai 20 menggunakan teknik berhitung mundur.
Menentukan hasil pengurangan dengan benar.
🌱 MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik belajar dengan tenang, memperhatikan lambang pengurangan, dan mengikuti langkah berhitung mundur secara berurutan.
Peserta didik diajak menyadari bahwa berhitung perlu dilakukan dengan teliti agar memperoleh jawaban yang tepat.
💡 MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan pengurangan dengan kegiatan sehari-hari, seperti permen yang dimakan, pensil yang diberikan kepada teman, atau mainan yang diambil dari sebuah kotak.
Melalui contoh tersebut, peserta didik memahami bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa.
😊 JOYFUL (Menyenangkan)
Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak tanda, gerakan simbol kurang, latihan berhitung mundur menggunakan jari, dan latihan soal sederhana.
📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengingat kembali konsep pengurangan menggunakan benda konkret.
Mengenal simbol pengurangan ((-)) dan cara membacanya.
Mempraktikkan teknik berhitung mundur untuk pengurangan sampai 20.
Menyelesaikan soal pengurangan sederhana dengan tepat.
🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Discovery Learning.
Metode Pembelajaran: Demonstrasi, tanya jawab, permainan sederhana, praktik berhitung, latihan, dan penugasan.
🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN
Kartu angka.
Kartu simbol pengurangan ((-)).
Benda konkret, seperti pensil, balok, dan penghapus.
Papan tulis.
Buku dan alat tulis.
LKPD.
🌼 APERSEPSI
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang benda yang berkurang.
Guru bertanya:
Jika kita memiliki 5 permen, lalu 2 permen dimakan, apakah jumlah permen bertambah atau berkurang?
Berapa permen yang tersisa?
Menurut kalian, tanda matematika apa yang digunakan untuk menunjukkan pengurangan?
Guru menjelaskan bahwa dalam matematika, pengurangan mempunyai simbol khusus, yaitu tanda kurang ((-)).
Contohnya:
Ada 5 donat. Kemudian, 2 donat dimakan.
Kalimat matematikanya adalah:
5 − 2 = 3
Artinya, 5 dikurangi 2 sama dengan 3. Jadi, donat yang tersisa ada 3.
🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.
Anak-anak, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada barang yang berkurang atau hilang. Misalnya, pensil kita hilang atau jumlah mainan kita berkurang.
Jika hal tersebut terjadi, kita perlu bersabar, tidak mudah marah, dan berusaha mencari solusi dengan baik.
📖 QS. Al-Baqarah: 155
Allah Swt. berfirman:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta ...”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan terdapat berbagai cobaan. Kita diajarkan untuk bersabar dan tetap berusaha melakukan hal yang baik.
Pesan untuk anak-anak:
Belajar bersabar ketika kehilangan barang.
Menjaga barang milik sendiri dengan baik.
Tidak mengambil barang milik teman tanpa izin.
Tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika belajar matematika.
📖 MATERI PEMBELAJARAN
1. Apa Itu Pengurangan?
Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Contohnya, kita memiliki 6 apel. Kemudian, 2 apel diberikan kepada teman. Apel kita menjadi lebih sedikit.
Jumlah awal: 6 apel.
Apel yang diberikan: 2 apel.
Apel yang tersisa: 4 apel.
Jadi, kalimat matematikanya adalah:
6 − 2 = 4
Artinya, 6 dikurangi 2 sama dengan 4.
2. Mengenal Tanda Kurang ((-))
Dalam matematika, tanda kurang ditulis seperti garis mendatar berikut:
−
Tanda ((-)) dibaca dikurangi atau dapat diartikan sebagai diambil dalam contoh benda konkret.
Contoh:
(5 - 2 = 3)
(7 - 3 = 4)
(9 - 4 = 5)
Tanda kurang membuat penulisan pengurangan menjadi lebih singkat dan mudah dipahami.
3. Cara Berhitung Mundur
Berhitung mundur adalah cara menghitung dari angka yang lebih besar menuju angka yang lebih kecil untuk menentukan hasil pengurangan.
Caranya sederhana:
Ingat angka awal.
Simpan angka awal di kepala.
Hitung mundur sebanyak angka yang dikurangkan.
Angka terakhir adalah hasil pengurangan.
Contoh 1: (8 - 3 = \ldots)
Kita mulai dari angka 8, kemudian mundur sebanyak 3 langkah.
Langkah pertama: 7.
Langkah kedua: 6.
Langkah ketiga: 5.
Jadi, 8 − 3 = 5.
Contoh 2: (10 - 2 = \ldots)
Mulai dari angka 10, lalu hitung mundur 2 langkah.
10 → 9 → 8
Jadi, 10 − 2 = 8.
Contoh 3: (12 - 4 = \ldots)
Mulai dari angka 12, lalu hitung mundur 4 langkah.
12 → 11 → 10 → 9 → 8
Jadi, 12 − 4 = 8.
Contoh 4: (15 - 3 = \ldots)
Mulai dari angka 15, lalu hitung mundur 3 langkah.
15 → 14 → 13 → 12
Jadi, 15 − 3 = 12.
4. Menggunakan Jari untuk Berhitung Mundur
Anak-anak dapat menggunakan jari untuk membantu menghitung mundur.
Contoh:
7 − 2 = ...
Ingat angka 7.
Hitung mundur dua langkah: 6, lalu 5.
Hasilnya adalah 5.
Jadi, 7 − 2 = 5.
Ingat, saat berhitung mundur, kita mulai dari angka sebelum angka awal. Jika mulai dari 7 dan dikurangi 2, kita menghitung 6 dan 5, bukan menghitung angka 7 kembali.
5. Contoh Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
🍩 Contoh 1: Donat
Ada 5 donat di atas piring. Kemudian, 2 donat dimakan.
Berapa donat yang tersisa?
5 − 2 = 3
Jadi, tersisa 3 donat.
✏️ Contoh 2: Pensil
Dina mempunyai 9 pensil. Ia memberikan 3 pensil kepada temannya.
Berapa pensil Dina sekarang?
9 − 3 = 6
Jadi, Dina mempunyai 6 pensil.
⚽ Contoh 3: Bola
Beni memiliki 10 bola mainan. Sebanyak 4 bola dimasukkan ke dalam kotak lain.
Berapa bola yang tersisa?
10 − 4 = 6
Jadi, tersisa 6 bola.
🍎 Contoh 4: Apel
Ada 14 apel. Sebanyak 2 apel diambil.
14 − 2 = 12
Jadi, tersisa 12 apel.
🎲 KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan 1 — Ayo Tebak Tanda!
Guru menunjukkan kartu simbol pengurangan ((-)) kepada peserta didik.
Guru menjelaskan bahwa tanda tersebut merupakan tanda kurang yang dibaca “dikurangi”.
Peserta didik kemudian membuat bentuk garis mendatar di udara menggunakan jari telunjuk.
Guru mengajak peserta didik mengucapkan bersama-sama:
“Tanda kurang berarti dikurangi atau diambil!”
✏️ YUK BERLATIH!
Anak-anak shalih dan shalihah, kerjakan soal berikut dengan teliti. Gunakan cara berhitung mundur jika diperlukan.
A. Pengurangan Menggunakan Benda
1. 🍎🍎🍎🍎🍎
Ada 5 apel. Sebanyak 2 apel diambil. Berapa apel yang tersisa?
Jawab: ....................................................................................
2. ✏️✏️✏️✏️✏️✏️
Ada 6 pensil. Sebanyak 3 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?
Jawab: ....................................................................................
3. 🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩
Ada 8 donat. Sebanyak 2 donat dimakan. Berapa donat yang tersisa?
Jawab: ....................................................................................
B. Hitunglah dengan Benar!
4. (7 - 2 = )
Jawab: ....................................................................................
5. (8 - 3 = )
Jawab: ....................................................................................
6. (10 - 4 = )
Jawab: ....................................................................................
7. (12 - 2 = )
Jawab: ....................................................................................
8. (14 - 3 = )
Jawab: ....................................................................................
9. (15 - 5 = )
Jawab: ....................................................................................
10. (18 - 3 = )
Jawab: ....................................................................................
📝 ASESMEN FORMATIF
Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan kegiatan berhitung, praktik menggunakan kartu angka, dan hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 2.
🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN
📖 Kesimpulan Materi
💗 Refleksi Peserta Didik
🌼 Tindak Lanjut Guru
🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN
Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang konsep pengurangan sampai 20, mengenal tanda kurang ((-)), dan berhitung mundur.
Kita telah mengetahui bahwa tanda kurang digunakan untuk menunjukkan pengurangan. Kita juga berlatih menghitung mundur untuk menemukan jumlah benda yang tersisa dengan lebih mudah.
Mari terus berlatih dengan teliti, sabar, dan semangat. Jika belum bisa, jangan menyerah. Kita dapat belajar sedikit demi sedikit sampai memahami caranya.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, rajin belajar, sabar, teliti, dan tidak mudah menyerah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷




