Kamis, 05 November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Kamis, 05 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Memahami Manfaat Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga
Pertemuan Ke: 3


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian tentang aturan di lingkungan keluarga yang sudah kita pelajari sebelumnya?

Kita sudah belajar bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang perlu dipatuhi agar kehidupan di rumah menjadi tertib.

Sekarang, coba pikirkan beberapa kegiatan berikut.

Apa yang terjadi jika kita merapikan mainan setelah bermain?

Apa manfaat membuang sampah pada tempatnya?

Bagaimana perasaan orang tua ketika kita membantu pekerjaan mereka?

Wah, ternyata mematuhi aturan memiliki banyak manfaat, ya!

Ketika kita merapikan mainan, rumah menjadi lebih rapi. Ketika kita membuang sampah pada tempatnya, rumah menjadi bersih. Ketika kita membantu orang tua, pekerjaan mereka menjadi lebih ringan.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami manfaat mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Yuk, belajar bersama agar kita menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan selalu membantu keluarga! 🌷

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenal aturan yang berlaku di lingkungan keluarga serta memahami pentingnya mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menunjukkan perilaku tertib, disiplin, dan bertanggung jawab melalui kebiasaan sederhana di rumah, seperti menjaga kebersihan, merapikan barang, membantu orang tua, dan melaksanakan kegiatan sesuai aturan keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian aturan dalam lingkungan keluarga.

  2. Menyebutkan contoh perilaku mematuhi aturan di rumah.

  3. Mengenali manfaat mematuhi aturan dalam kegiatan sehari-hari.

  4. Menghubungkan perilaku mematuhi aturan dengan manfaat yang diperoleh.

  5. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  6. Menunjukkan perilaku yang membuat lingkungan rumah menjadi rapi, bersih, tertib, dan nyaman.

  7. Membiasakan diri menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, setiap keluarga memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga.

Aturan dibuat bukan untuk menyulitkan kita, tetapi untuk membantu kegiatan di rumah berjalan dengan baik.

Hari ini kita belajar:

🌷 Mengetahui manfaat mematuhi aturan.

🌷 Menghubungkan aturan dengan keadaan rumah yang tertib.

🌷 Menunjukkan perilaku yang membuat keluarga nyaman.

Coba perhatikan contoh berikut:

🧸 Merapikan mainan setelah bermain membuat rumah menjadi rapi.

🗑️ Membuang sampah pada tempatnya membuat rumah menjadi bersih.

🤝 Membantu orang tua membuat pekerjaan menjadi lebih ringan.

📚 Belajar tepat waktu membuat kegiatan menjadi tertib.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar memahami bahwa setiap aturan memiliki manfaat bagi diri sendiri dan keluarga.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Mematuhi aturan memiliki manfaat yang dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

1. Merapikan Mainan

Setelah selesai bermain, kita harus mengembalikan mainan ke tempatnya.

Manfaatnya: Rumah menjadi lebih rapi dan mainan mudah ditemukan kembali.

2. Membuang Sampah pada Tempatnya

Kita harus membuang sampah ke tempat sampah.

Manfaatnya: Lingkungan rumah menjadi bersih dan nyaman.

3. Membantu Orang Tua

Kita dapat membantu pekerjaan sederhana, seperti merapikan meja atau menyimpan barang.

Manfaatnya: Pekerjaan orang tua menjadi lebih ringan.

4. Belajar Tepat Waktu

Kita membiasakan diri belajar sesuai waktu yang telah ditentukan.

Manfaatnya: Kegiatan menjadi lebih tertib dan teratur.

Melalui contoh tersebut, peserta didik memahami bahwa mematuhi aturan bukan hanya kewajiban, tetapi juga memberikan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🎵 Bernyanyi lagu "Bangun Tidur".

🖼️ Mengamati gambar anak yang membantu dan tidak membantu orang tua.

🔎 Menemukan manfaat dari perilaku mematuhi aturan.

🃏 Mengamati kartu situasi kegiatan di rumah.

🤝 Memasangkan perilaku dengan manfaatnya.

🗣️ Menceritakan pengalaman mematuhi aturan di rumah.

⭐ Menunjukkan perilaku baik yang dapat dilakukan setiap hari.

Mari belajar dengan gembira dan membiasakan diri melakukan kebaikan di rumah!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengingat kembali aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Mengenali berbagai perilaku dalam kegiatan sehari-hari di rumah.

Mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Menghubungkan perilaku dengan manfaat yang diperoleh.

Mengenali kegiatan yang membuat rumah menjadi rapi, bersih, tertib, dan nyaman.

Menceritakan pengalaman mematuhi aturan di rumah.

Membiasakan diri melakukan kegiatan sesuai aturan keluarga.

Menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami manfaat mematuhi aturan melalui kegiatan mengamati gambar, mengenali masalah, mengumpulkan informasi, menghubungkan perilaku dengan manfaat, dan menyampaikan hasil pengamatan.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Bernyanyi.

Mengamati gambar.

Demonstrasi.

Mengamati kartu situasi.

Diskusi kelompok kecil.

Memasangkan perilaku dan manfaat.

Penugasan.

Refleksi sederhana.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Gambar anak yang membantu orang tua di rumah.

Gambar anak yang tidak mematuhi aturan.

Kartu situasi kegiatan sehari-hari.

Kartu perilaku dan kartu manfaat.

Papan tulis dan spidol.

LKPD Pendidikan Pancasila.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kembali aturan yang sudah kita pelajari!

Apa yang terjadi jika kita merapikan mainan?

Apa manfaat membuang sampah pada tempatnya?

Bagaimana perasaan orang tua ketika kita membantu?

Apakah kalian pernah membantu Ibu merapikan rumah?

Wah, ternyata ada banyak kegiatan baik yang dapat kita lakukan di rumah, ya!

Sekarang, mari kita bernyanyi bersama lagu "Bangun Tidur".

Setelah bernyanyi, guru mengajukan pertanyaan:

Siapa yang pagi tadi berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat sekolah?

Apa yang kalian ucapkan ketika bertemu Ayah dan Ibu?

Anak-anak, ketika kita berpamitan sebelum berangkat sekolah dan mengucapkan salam saat bertemu orang tua, kita sedang membiasakan perilaku yang baik.

Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari sikap menghormati dan menyayangi keluarga.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami manfaat mematuhi aturan agar kehidupan di rumah menjadi lebih rapi, bersih, tertib, dan nyaman.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

Ayah dan Ibu telah merawat, menjaga, serta menyayangi kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan membantu mereka sesuai dengan kemampuan kita.

Rasulullah saw. juga mengajarkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal yang utama.

Perhatikan hadis berikut:

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه سألتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قلتُ يَا رسولَ الله أَيُّ العملِ أفضَلُ قال الصلاةُ على مِيْقاتِها قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قال ثُمَّ بِرُّ الوالِدَيْنِ قلتُ ثُمَّ أَيٌّ قال الجِهادُ في سبيلِ اللهِ

Artinya:

“Dari sahabat Abdullah bin Mas'ud ra., ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Salat pada waktunya,’ jawab Rasul. Ia bertanya lagi, ‘Lalu apa?’ ‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Menghormati Ayah dan Ibu.

🌷 Membantu pekerjaan orang tua sesuai kemampuan.

🌷 Mendengarkan nasihat orang tua.

🌷 Menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

🌷 Membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik.

🌷 Menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

Mari membiasakan diri berbuat baik kepada orang tua sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengingat Kembali Aturan dalam Keluarga

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan bersama berjalan dengan tertib.

Setiap keluarga memiliki aturan yang perlu dilakukan oleh seluruh anggota keluarga.

Contohnya:

Merapikan tempat tidur setelah bangun.

Membuang sampah pada tempatnya.

Merapikan mainan setelah bermain.

Membantu orang tua di rumah.

Belajar sesuai waktu yang ditentukan.

Meminta izin sebelum pergi bermain.

Aturan tersebut dibuat agar setiap anggota keluarga dapat hidup dengan tertib dan nyaman.

2. Mengenal Manfaat Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setiap aturan memiliki manfaat bagi kehidupan kita.

Contohnya:

A. Rumah Menjadi Lebih Rapi

Ketika selesai bermain, kita harus merapikan kembali mainan.

Manfaat: Rumah menjadi rapi dan mainan mudah ditemukan.

B. Rumah Menjadi Lebih Bersih

Kita harus membuang sampah pada tempatnya.

Manfaat: Rumah tidak kotor dan lingkungan menjadi nyaman.

C. Pekerjaan Orang Tua Menjadi Lebih Ringan

Kita dapat membantu orang tua melakukan pekerjaan sederhana.

Manfaat: Pekerjaan orang tua menjadi lebih ringan dan cepat selesai.

D. Kegiatan Menjadi Lebih Tertib

Kita membiasakan diri belajar sesuai waktu yang ditentukan.

Manfaat: Kegiatan belajar menjadi lebih teratur.

3. Contoh Perilaku Mematuhi Aturan di Rumah

Anak-anak, ada banyak cara sederhana untuk mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Contohnya:

🛏️ Merapikan tempat tidur setelah bangun.

🧸 Mengembalikan mainan setelah selesai bermain.

🗑️ Membuang sampah ke tempat sampah.

📚 Belajar sesuai jadwal.

🍽️ Membantu merapikan meja makan.

👨‍👩‍👧 Mendengarkan nasihat Ayah dan Ibu.

Perilaku tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.

4. Perilaku yang Tidak Mematuhi Aturan

Tidak semua perilaku memberikan manfaat bagi keluarga.

Ada juga perilaku yang tidak sesuai dengan aturan dan dapat membuat rumah menjadi tidak nyaman.

Contohnya:

A. Membiarkan Mainan Berserakan

Setelah bermain, mainan dibiarkan di lantai.

Akibatnya: Rumah menjadi berantakan dan mainan sulit ditemukan.

B. Membuang Sampah Sembarangan

Sampah dibuang di lantai atau halaman.

Akibatnya: Rumah menjadi kotor.

C. Tidak Mau Membantu Orang Tua

Ketika orang tua membutuhkan bantuan, anak tidak mau membantu meskipun mampu.

Akibatnya: Pekerjaan orang tua menjadi lebih berat.

D. Tidak Belajar Sesuai Waktu

Anak terus bermain ketika sudah waktunya belajar.

Akibatnya: Kegiatan belajar menjadi tidak teratur.

Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri mematuhi aturan dan menghindari perilaku yang dapat merugikan keluarga.

5. Menghubungkan Perilaku dengan Manfaatnya

Setiap perilaku baik memiliki manfaat yang berbeda.

Perhatikan contoh berikut:

PerilakuManfaat
Merapikan mainanRumah menjadi rapi.
Membuang sampah pada tempatnyaRumah menjadi bersih.
Membantu orang tuaPekerjaan menjadi lebih ringan.
Belajar tepat waktuKegiatan menjadi tertib.
Merapikan tempat tidurKamar menjadi rapi.

Dari contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa mematuhi aturan membawa banyak manfaat bagi kehidupan keluarga.

6. Manfaat Mematuhi Aturan bagi Keluarga

Mematuhi aturan memberikan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga.

Manfaatnya antara lain:

  1. Rumah menjadi lebih rapi.

  2. Lingkungan rumah menjadi lebih bersih.

  3. Pekerjaan orang tua menjadi lebih ringan.

  4. Kegiatan keluarga menjadi lebih tertib.

  5. Anggota keluarga merasa nyaman.

  6. Kita belajar menjadi anak yang disiplin.

  7. Kita terbiasa bertanggung jawab.

Jadi, mematuhi aturan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga.

7. Cara Membiasakan Diri Mematuhi Aturan

Agar menjadi anak yang disiplin, kita perlu membiasakan diri melakukan kegiatan baik setiap hari.

Caranya:

A. Mulai dari Hal Sederhana

Biasakan merapikan tempat tidur dan mainan setelah digunakan.

B. Membantu Orang Tua

Lakukan pekerjaan sederhana sesuai kemampuan, seperti merapikan meja atau menyimpan barang.

C. Menjaga Kebersihan

Buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan rumah.

D. Melakukan Kegiatan dengan Tertib

Belajar dan beristirahat sesuai aturan keluarga.

E. Melakukan Kebiasaan Baik Setiap Hari

Ulangi kebiasaan baik agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ingat, anak-anak! Anak yang mematuhi aturan merupakan anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

🔎 KEGIATAN 1 — MENGAMATI GAMBAR PERILAKU ANAK DI RUMAH

Anak-anak, sekarang perhatikan dua gambar yang ditunjukkan oleh guru!

Gambar 1:

Seorang anak membantu Ibu merapikan meja makan setelah selesai makan.

Gambar 2:

Seorang anak membiarkan meja makan berantakan dan tidak mau membantu Ibu.

Coba perhatikan kedua gambar tersebut!

Kemudian, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa yang sedang dilakukan anak pada gambar?

  2. Siapa yang sedang dibantu oleh anak?

  3. Mengapa kita perlu membantu orang tua di rumah?

  4. Apa manfaat membantu orang tua?

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali perilaku yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan dan memahami manfaatnya bagi keluarga.

💗 KEGIATAN 2 — AYO CERITAKAN PENGALAMANMU!

Anak-anak, sekarang coba ingat kembali kegiatan yang pernah kalian lakukan di rumah.

Pernahkah kalian membantu Ibu?

Pernahkah kalian merapikan mainan sendiri?

Pernahkah kalian membuang sampah pada tempatnya?

Pernahkah kalian belajar sesuai waktu yang ditentukan?

Ceritakan salah satu pengalaman kalian kepada guru dan teman-teman.

Gunakan kalimat sederhana, seperti:

“Aku membantu Ibu menyapu rumah. Rumah menjadi bersih.”

“Aku merapikan mainan setelah bermain. Rumah menjadi rapi.”

“Aku belajar tepat waktu. Kegiatan belajarku menjadi teratur.”

Tujuan: Peserta didik mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata dalam kehidupan keluarga.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Manfaat Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa manfaat merapikan mainan setelah selesai bermain?

  2. Mengapa kita harus membuang sampah pada tempatnya?

  3. Apa manfaat membantu pekerjaan orang tua di rumah?

  4. Mengapa kita perlu belajar sesuai waktu yang ditentukan?

  5. Sebutkan dua contoh perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga!



💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi


🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 ASESMEN FORMATIF

LKPD Pertemuan 3

LKPD berisi kegiatan mengamati gambar perilaku anak di lingkungan keluarga.

Petunjuk pengerjaan:

  1. Perhatikan setiap gambar dengan saksama.

  2. Amati perilaku yang dilakukan oleh anak.

  3. Berilah tanda centang (✔) pada gambar yang menunjukkan perilaku mematuhi aturan di rumah.

  4. Jangan memberikan tanda centang pada gambar yang menunjukkan perilaku tidak sesuai dengan aturan.

Melalui kegiatan ini, guru mengamati kemampuan peserta didik dalam mengenali perilaku yang sesuai dengan aturan keluarga.

🌼 TINDAK LANJUT

Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya peserta didik akan belajar mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai di lingkungan keluarga.

Peserta didik diharapkan mengingat kembali contoh perilaku baik yang telah dipelajari dan mulai membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar memahami manfaat mematuhi aturan di lingkungan keluarga. 💗

Kita sudah mengetahui bahwa mematuhi aturan dapat membuat rumah menjadi lebih rapi, bersih, tertib, dan nyaman.

Kita juga belajar bahwa membantu orang tua merupakan salah satu bentuk perilaku baik yang dapat dilakukan setiap hari.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mematuhi aturan di rumah.

🌷 Aku merapikan mainan setelah bermain.

🌷 Aku membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Aku membantu Ayah dan Ibu sesuai kemampuanku.

🌷 Aku belajar sesuai waktu yang ditentukan.

🌷 Aku menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

🌷 Aku menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

🌷 Aku menghormati dan menyayangi kedua orang tua.

Semoga kita menjadi anak yang selalu berbuat baik, patuh kepada orang tua, disiplin, dan bertanggung jawab. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Kamis, 5 November 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Kamis, 05 November 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Pemahaman Simbol Sama Dengan (=) pada Pengurangan

Pertemuan Ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                     

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pelajaran sebelumnya tentang tanda sama dengan (=) pada penjumlahan?

Kemarin kita sudah belajar bahwa kata "menjadi" dapat dituliskan menggunakan tanda sama dengan (=).

Contohnya:

4 + 3 = 7

Dibaca: Empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Nah, sekarang bagaimana jika kita berhitung pengurangan?

Misalnya, Ibu mempunyai 8 buah apel. Kemudian, 3 apel diberikan kepada Adik. Berapa apel yang tersisa?

Kita dapat menuliskannya seperti ini:

8 - 3 = 5

Dibaca: Delapan dikurangi tiga sama dengan lima.

Ternyata, tanda sama dengan (=) tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

Yuk, belajar mengenal tanda sama dengan pada pengurangan melalui benda-benda di sekitar kita! 🔢

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami penggunaan simbol matematika sederhana dalam operasi pengurangan. Peserta didik dapat mengenali dan menggunakan lambang pengurangan (-) serta tanda sama dengan (=) untuk menuliskan kalimat matematika secara lengkap. Peserta didik juga mampu menentukan hasil pengurangan sederhana menggunakan benda konkret dan teknik berhitung mundur.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal lambang pengurangan (-) dan tanda sama dengan (=).

  2. Memahami bahwa tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam operasi pengurangan.

  3. Membaca kalimat matematika pengurangan dengan benar.

  4. Mengubah kalimat pengurangan sederhana menjadi kalimat matematika menggunakan lambang (-) dan (=).

  5. Menggunakan benda konkret untuk memahami proses pengurangan.

  6. Menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan.

  7. Menuliskan kalimat pengurangan secara lengkap dan rapi.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar menggunakan tanda sama dengan (=) dalam operasi pengurangan.

Sebelum mulai menghitung, kita perlu memperhatikan lambang matematika yang digunakan.

Perhatikan contoh berikut:

8 - 3 = 5

Dalam kalimat matematika tersebut:

  • Angka 8 adalah jumlah awal.

  • Tanda (-) berarti dikurangi.

  • Angka 3 adalah jumlah yang diambil.

  • Tanda (=) dibaca sama dengan.

  • Angka 5 adalah hasil atau sisa pengurangan.

Hari ini kita belajar:

🌷 Mengenal dan menggunakan lambang sama dengan (=) pada operasi pengurangan.

🌷 Memahami penggunaan tanda (-) dan (=) dalam satu kalimat matematika.

🌷 Membaca kalimat pengurangan dengan benar.

🌷 Menghitung mundur untuk menemukan hasil pengurangan.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar memahami setiap lambang matematika sebelum menggunakannya dalam berhitung.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Pengurangan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

🍎 Ibu mempunyai 6 apel. Dua apel dimakan. Sisanya 4 apel.

Ditulis:

6 - 2 = 4

🎈 Ada 7 balon. Tiga balon terbang. Sisanya 4 balon.

Ditulis:

7 - 3 = 4

🍬 Ada 9 permen. Empat permen diberikan kepada teman. Sisanya 5 permen.

Ditulis:

9 - 4 = 5

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa setelah sebagian benda diambil atau diberikan.

Tanda sama dengan (=) digunakan untuk menunjukkan hasil pengurangan.

Dengan menuliskan tanda (-) dan (=), kalimat matematika menjadi lebih lengkap dan mudah dipahami.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🎮 Bermain "Tebak Pasangan Tanda".

🖐️ Menggunakan jari untuk berhitung mundur.

🍎 Menghitung benda konkret yang dikurangi.

🔢 Menuliskan kalimat matematika menggunakan tanda (-) dan (=).

🗣️ Membaca hasil pengurangan bersama-sama.

⭐ Mengerjakan latihan sederhana secara mandiri.

Mari berhitung sambil bermain agar kita semakin mudah memahami tanda matematika!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengingat kembali penggunaan tanda sama dengan (=) pada penjumlahan.

Mengenal lambang pengurangan (-).

Mengenal tanda sama dengan (=) pada operasi pengurangan.

Memahami bahwa tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam berbagai operasi hitung.

Membaca kalimat pengurangan dengan benar.

Mengubah kalimat pengurangan menjadi kalimat matematika menggunakan tanda (-) dan (=).

Menggunakan benda konkret untuk memahami pengurangan.

Menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan.

Menuliskan kalimat matematika pengurangan secara lengkap dan rapi.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami penggunaan tanda sama dengan (=) pada pengurangan melalui kegiatan mengamati contoh, mencoba menggunakan benda konkret, berhitung mundur, dan menuliskan kalimat matematika.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Demonstrasi.

Mengamati contoh kalimat matematika.

Praktik menggunakan benda konkret.

Berhitung menggunakan jari.

Latihan mandiri.

Refleksi sederhana.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Papan tulis dan spidol.

Kartu angka.

Kartu lambang pengurangan (-) dan sama dengan (=).

Benda konkret, seperti pensil, penghapus, atau benda kecil lainnya.

Gambar benda untuk latihan pengurangan.

Jari tangan sebagai alat bantu berhitung.

LKPD Matematika.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kembali pembelajaran sebelumnya!

Kemarin kita sudah belajar menggunakan tanda sama dengan (=) pada penjumlahan.

Contohnya:

4 + 2 = 6

Empat ditambah dua sama dengan enam.

Sekarang, bagaimana jika ada benda yang diambil?

Misalnya, kalian mempunyai 7 pensil. Kemudian, 2 pensil diberikan kepada teman.

Berapa pensil yang masih kalian miliki?

Benar, masih ada 5 pensil.

Kita dapat menuliskannya seperti ini:

7 - 2 = 5

Nah, ternyata tanda sama dengan (=) juga dapat digunakan dalam pengurangan.

Lalu, bagaimana cara membaca tanda tersebut?

Tanda (=) dibaca "sama dengan". Dalam kalimat pengurangan sederhana, tanda ini menunjukkan hasil atau sisa dari benda yang dihitung.

Hari ini kita akan belajar menuliskan tanda (-) dan (=) secara berurutan agar kalimat matematika pengurangan menjadi lengkap.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di bumi ini dengan ukuran dan takaran yang tepat serta seimbang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan berhitung.

Misalnya, ketika membagikan makanan, mengambil beberapa benda, atau menghitung jumlah benda yang masih tersisa.

Matematika membantu kita menghitung jumlah tersebut dengan tepat.

Allah Swt. berfirman:

"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

(QS. Al-Qamar: 49)

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Mengenal angka dan lambang matematika.

🌷 Menghitung jumlah benda dengan teliti.

🌷 Memahami jumlah benda yang tersisa.

🌷 Menggunakan kemampuan berhitung dengan baik.

🌷 Bersikap teliti dan tidak terburu-buru ketika menghitung.

🌷 Bersyukur atas kemampuan berpikir dan belajar yang diberikan Allah Swt.

Mari kita belajar berhitung dengan sungguh-sungguh dan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk melakukan kebaikan.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengingat Kembali Tanda Sama Dengan (=)

Anak-anak, pada pembelajaran sebelumnya kita sudah mengenal tanda sama dengan (=).

Tanda sama dengan dibaca sama dengan.

Tanda ini digunakan dalam kalimat matematika untuk menunjukkan bahwa dua bagian memiliki nilai yang sama.

Contoh pada penjumlahan:

4 + 3 = 7

Dibaca:

Empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Jadi, tanda sama dengan (=) tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

2. Mengenal Lambang Pengurangan (-)

Lambang pengurangan ditulis dengan tanda minus (-).

Tanda (-) digunakan ketika sebagian benda diambil, diberikan, dimakan, atau berkurang.

Contoh:

Ada 6 apel. Kemudian, 2 apel dimakan.

Berarti:

6 - 2

Dibaca:

Enam dikurangi dua.

Setelah dikurangi, jumlah apel yang tersisa adalah 4.

3. Mengenal Tanda Sama Dengan (=) pada Pengurangan

Tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam operasi pengurangan.

Dalam kalimat pengurangan sederhana, tanda sama dengan menunjukkan hasil atau jumlah yang tersisa.

Contoh:

8 - 3 = 5

Cara membacanya:

Delapan dikurangi tiga sama dengan lima.

Dapat juga dipahami sebagai:

Delapan dikurangi tiga, sisanya lima.

Perhatikan fungsi setiap lambang:

8 = Jumlah awal.

  • = Dikurangi.

3 = Jumlah yang diambil.

= = Sama dengan.

5 = Hasil atau sisa pengurangan.

Jadi, tanda sama dengan (=) juga dapat digunakan pada pengurangan.

4. Mengubah Kalimat Pengurangan Menjadi Kalimat Matematika

Anak-anak, kalimat cerita sederhana dapat diubah menjadi kalimat matematika.

Kita perlu memperhatikan kata-kata yang menunjukkan pengurangan, seperti:

Diambil.

Dimakan.

Diberikan.

Jatuh.

Terbang.

Berkurang.

Perhatikan contoh berikut!

Contoh 1:

Ibu mempunyai 8 jeruk. Dua jeruk diberikan kepada Adik. Sisanya 6 jeruk.

Kalimat matematikanya:

8 - 2 = 6

Contoh 2:

Ada 7 burung di pohon. Tiga burung terbang. Sisanya 4 burung.

Kalimat matematikanya:

7 - 3 = 4

Contoh 3:

Budi mempunyai 9 pensil. Empat pensil diberikan kepada temannya. Sisanya 5 pensil.

Kalimat matematikanya:

9 - 4 = 5

Dari contoh tersebut, kita dapat mengetahui bahwa tanda (-) dan (=) digunakan bersama-sama untuk menuliskan kalimat pengurangan secara lengkap.

5. Berhitung Mundur pada Pengurangan

Selain menggunakan benda konkret, kita juga dapat menghitung pengurangan dengan cara berhitung mundur.

Berhitung mundur berarti menyebutkan angka secara berurutan dari angka yang lebih besar menuju angka yang lebih kecil.

Cara melakukannya:

  1. Simpan angka awal di dalam kepala.

  2. Lipat jari sesuai jumlah yang dikurangi.

  3. Mulailah menghitung mundur dari angka awal.

  4. Angka terakhir yang disebutkan merupakan hasil pengurangan.

Contoh 1: 8 - 3 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 8 di kepala.

  • Karena dikurangi 3, siapkan 3 jari.

  • Hitung mundur tiga langkah: 7, 6, 5.

Jadi:

8 - 3 = 5

Contoh 2: 7 - 2 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 7 di kepala.

  • Siapkan 2 jari.

  • Hitung mundur: 6, 5.

Jadi:

7 - 2 = 5

Contoh 3: 9 - 4 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 9 di kepala.

  • Siapkan 4 jari.

  • Hitung mundur: 8, 7, 6, 5.

Jadi:

9 - 4 = 5

Ingat, anak-anak! Kita dapat menggunakan jari tangan untuk membantu menghitung mundur agar lebih mudah menemukan hasil pengurangan.

6. Menuliskan Kalimat Pengurangan dengan Lengkap

Kalimat matematika pengurangan yang lengkap menggunakan dua lambang penting, yaitu:

Tanda minus (-) untuk menunjukkan pengurangan.

Tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan hasil pengurangan.

Contoh:

6 - 2 = 4

8 - 5 = 3

9 - 3 = 6

7 - 4 = 3

Jangan lupa menuliskan tanda sama dengan (=) setelah bilangan yang dikurangi dan bilangan pengurang.

Dengan begitu, kalimat matematika menjadi lengkap dan mudah dibaca.

🎮 KEGIATAN 1 — TEBAK PASANGAN TANDA

Anak-anak, sebelum mulai berhitung, mari kita bermain permainan "Tebak Pasangan Tanda"!

Guru akan menyebutkan beberapa kata, kemudian peserta didik memperagakan tanda matematika yang sesuai.

Aturan permainan:

➕ Jika guru menyebutkan kata "ditambah", peserta didik menyilangkan jari membentuk tanda (+).

➖ Jika guru menyebutkan kata "dikurang", peserta didik membuat satu garis mendatar (-).

🟰 Jika guru menyebutkan kata "hasilnya", peserta didik membuat dua garis mendatar (=) sambil berseru, "Sama dengan!"

Setelah bermain, guru memperkenalkan cara berhitung mundur.

Peserta didik menyimpan angka awal di kepala, kemudian menggunakan jari untuk membantu menghitung mundur sesuai jumlah yang dikurangi.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali lambang penjumlahan, pengurangan, dan sama dengan melalui kegiatan permainan.

🖐️ KEGIATAN 2 — AYO BERHITUNG MUNDUR!

Sekarang, mari kita mencoba menghitung menggunakan jari tangan!

Perhatikan contoh berikut:

8 - 3 = ...

  1. Simpan angka 8 di kepala.

  2. Lipat 3 jari.

  3. Hitung mundur dari angka 8 sebanyak tiga langkah.

  4. Sebutkan angka yang terakhir.

Hitung bersama:

7, 6, 5.

Jadi, hasilnya adalah 5.

8 - 3 = 5

Sekarang, coba lakukan bersama guru!

7 - 2 = ...

Hitung mundur:

6, 5.

Jadi:

7 - 2 = 5

Peserta didik mencoba menghitung soal lainnya dengan menggunakan jari masing-masing.

Tujuan: Peserta didik mampu menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan sederhana.

✏️ KEGIATAN 3 — MENULISKAN KALIMAT MATEMATIKA

Sekarang, perhatikan cerita pengurangan berikut!

Cerita 1:

Ada 7 permen. Dua permen dimakan. Sisanya 5 permen.

Ditulis:

7 - 2 = 5

Cerita 2:

Ada 9 balon. Empat balon terbang. Sisanya 5 balon.

Ditulis:

9 - 4 = 5

Cerita 3:

Ada 6 bunga. Dua bunga dipetik. Sisanya 4 bunga.

Ditulis:

6 - 2 = 4

Peserta didik diminta menuliskan kalimat pengurangan menggunakan lambang (-) dan (=) berdasarkan cerita yang diberikan guru.

Tujuan: Peserta didik mampu mengubah kalimat pengurangan menjadi kalimat matematika secara lengkap.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Pemahaman Simbol Sama Dengan (=) pada Pengurangan

A. Ubahlah cerita berikut menjadi kalimat matematika!

  1. Ada 8 apel. Tiga apel dimakan. Sisanya 5 apel.

    Kalimat matematika: ....................................

  2. Ada 7 balon. Dua balon terbang. Sisanya 5 balon.

    Kalimat matematika: ....................................

  3. Ada 9 pensil. Empat pensil diberikan kepada teman. Sisanya 5 pensil.

    Kalimat matematika: ....................................

B. Hitunglah pengurangan berikut menggunakan cara berhitung mundur!

  1. 6 - 2 = ....

  2. 8 - 4 = ....

  3. 7 - 3 = ....

  4. 9 - 5 = ....

  5. 5 - 2 = ....

  6. 8 - 2 = ....

  7. 7 - 1 = ....





💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi


🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 Tindak Lanjut


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar menggunakan tanda sama dengan (=) pada operasi pengurangan. 💗

Kita sudah belajar bahwa tanda sama dengan tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

Kita juga sudah mencoba menghitung menggunakan benda konkret dan teknik berhitung mundur.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mengenal tanda pengurangan (-).

🌷 Aku mengenal tanda sama dengan (=).

🌷 Aku tahu tanda (=) juga digunakan pada pengurangan.

🌷 Aku dapat menuliskan kalimat pengurangan dengan lengkap.

🌷 Aku dapat menghitung mundur menggunakan jari.

🌷 Aku berusaha menulis angka dan lambang matematika dengan rapi.

🌷 Aku belajar berhitung dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Semoga kita menjadi anak yang rajin belajar, teliti, dan pandai berhitung. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 04 November 2026

Rabu, 4 November 2026 - 1.B - Seni Rupa

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengapresiasikan Diri Sendiri melalui Refleksi Karya
Pertemuan Ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pelajaran sebelumnya tentang menggabungkan bentuk, garis, dan warna?

Kita sudah belajar membuat gambar menggunakan berbagai bentuk, seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan oval. Kita juga sudah mengenal garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

Nah, hari ini kita akan melanjutkan kegiatan membuat karya seni. Kita akan menggambar objek yang ada di lingkungan sekitar, kemudian melihat kembali hasil gambar yang sudah dibuat.

Setelah selesai, kita akan belajar menghargai karya sendiri dengan mengenali bagian yang paling disukai, bagian yang sudah dikerjakan dengan baik, serta bagian yang ingin diperbaiki.

Anak-anak, setiap karya memiliki keunikan masing-masing. Tidak harus sama dengan karya teman. Yang terpenting adalah kita mau berusaha, berani mencoba, dan bangga terhadap hasil pekerjaan sendiri.

Yuk, siapkan alat gambarmu dan berkarya dengan penuh semangat! 🎨

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu membuat karya seni rupa sederhana berdasarkan hasil pengamatan terhadap objek di lingkungan sekitar dengan menggunakan unsur-unsur rupa. Peserta didik mampu mengenali unsur rupa yang digunakan dalam karya, menyampaikan pengalaman selama berkarya, serta mengapresiasi hasil karya sendiri dengan mengenali kelebihan dan hal-hal yang ingin diperbaiki.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

Mengenali objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Memilih objek lingkungan yang akan dibuat menjadi gambar.

Menentukan bentuk dan warna objek yang akan digambar.

Membuat gambar sederhana menggunakan unsur-unsur rupa.

Menyelesaikan karya dengan rapi dan penuh tanggung jawab.

Menyebutkan unsur rupa yang digunakan dalam karya sendiri.

Menyampaikan pengalaman selama membuat karya seni.

Mengenali kelebihan dan bagian karya yang ingin diperbaiki.

Mengapresiasi dan menghargai hasil karya sendiri serta karya teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar memperhatikan kembali hasil karya yang sudah dibuat.

Setelah menggambar, jangan langsung menyimpan hasil pekerjaan. Coba amati kembali gambar kalian.

Perhatikan beberapa hal berikut:

🎨 Apakah gambar sudah selesai?

🌷 Bagian mana yang paling kamu sukai?

⭐ Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik?

✏️ Apakah ada bagian yang ingin kamu perbaiki?

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar mengenali hasil pekerjaan sendiri dan memahami bahwa setiap karya membutuhkan proses.

Anak-anak juga belajar bahwa kita tidak harus selalu menghasilkan gambar yang sempurna. Kita perlu berusaha, berlatih, dan berani mencoba kembali.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Membuat karya seni dapat dilakukan dengan mengamati berbagai objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya:

🏠 Rumah yang memiliki atap, pintu, dan jendela.

🌳 Pohon yang memiliki batang dan daun.

🌸 Bunga yang memiliki kelopak dan tangkai.

☀️ Matahari yang terlihat di langit.

🏫 Gedung sekolah tempat kita belajar.

Setelah membuat gambar, kita dapat melihat kembali hasil pekerjaan sendiri.

Misalnya, ketika menggambar pohon, kita dapat memperhatikan bentuk batang, garis yang digunakan, dan warna daun.

Kita juga dapat menceritakan bagian gambar yang paling disukai serta bagian yang ingin diperbaiki.

Dengan kegiatan ini, peserta didik belajar menghargai proses berkarya dan memahami bahwa setiap hasil karya memiliki keunikan masing-masing.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🔎 Bermain tebak objek lingkungan.

🌳 Mengamati benda-benda di sekitar.

✏️ Menggambar objek lingkungan sesuai kreativitas.

🎨 Menyelesaikan gambar menggunakan warna.

⭐ Menunjukkan hasil karya kepada guru dan teman.

💗 Menceritakan bagian karya yang paling disukai.

🌷 Memberikan apresiasi terhadap hasil karya sendiri dan teman.

Mari berkarya dengan gembira dan jangan takut mencoba hal baru!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengamati berbagai objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Mengenali bentuk dan warna objek yang akan digambar.

Memilih objek lingkungan yang akan dijadikan karya seni.

Menentukan unsur rupa yang digunakan dalam gambar.

Membuat gambar sederhana berdasarkan hasil pengamatan.

Menyelesaikan gambar dengan rapi dan penuh tanggung jawab.

Mengamati kembali hasil karya sendiri.

Menyebutkan kelebihan dan bagian karya yang ingin diperbaiki.

Menyampaikan pengalaman selama membuat karya.

Menunjukkan dan menghargai hasil karya sendiri serta karya teman.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Reflective Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik membuat karya, mengamati kembali hasil pekerjaan, mengenali kelebihan dan hal yang ingin diperbaiki, serta menyampaikan pengalaman selama berkarya.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Mengamati objek dan gambar.

Demonstrasi.

Praktik menggambar.

Penugasan.

Presentasi sederhana.

Refleksi karya.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Gambar berbagai objek lingkungan.

Contoh hasil karya seni rupa sederhana.

Objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Kertas gambar.

Pensil dan penghapus.

Krayon atau pensil warna.

LKPD Seni Rupa.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kembali gambar yang pernah kalian buat!

Apakah kalian pernah menggambar rumah?

Apakah kalian pernah menggambar pohon atau bunga?

Warna apa saja yang kalian gunakan ketika menggambar?

Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil menyelesaikan sebuah gambar?

Sekarang, bayangkan kalian sudah selesai membuat gambar lingkungan sekitar.

Coba perhatikan kembali hasil gambar tersebut.

Apakah gambarnya sudah selesai?

Apakah kalian sudah memberikan warna?

Bagian mana yang paling kalian sukai?

Nah, hari ini kita akan belajar membuat dan menyelesaikan karya seni, kemudian melihat kembali hasilnya untuk mengetahui bagian yang sudah baik dan bagian yang masih ingin diperbaiki.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan lingkungan di sekitar kita dengan sangat indah dan beragam.

Ada langit, pohon, bunga, hewan, dan berbagai benda yang dapat kita amati. Allah memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk berkarya, dan akal untuk berpikir.

Melalui kegiatan menggambar, mari kita mengenal keindahan ciptaan Allah Swt., mensyukurinya, dan belajar menjaga lingkungan dengan baik.

Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan berbagai macam makhluk dan tumbuh-tumbuhan di bumi sebagai tanda bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Hal ini juga sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan. Rasulullah saw. mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan.

Oleh karena itu, setelah mengenal dan menikmati keindahan ciptaan Allah Swt., mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya.

Melalui pembelajaran seni rupa, kita belajar:

🌷 Mengamati keindahan alam dengan teliti.

🌷 Mengenal berbagai objek di lingkungan sekitar.

🌷 Mengembangkan kreativitas melalui kegiatan menggambar.

🌷 Menggunakan kemampuan tangan untuk menghasilkan karya.

🌷 Menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan.

🌷 Bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Mari menggunakan kemampuan yang telah diberikan Allah Swt. untuk membuat karya yang baik dan tetap menjaga alam di sekitar kita.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Karya Seni Rupa

Karya seni rupa adalah hasil kegiatan membuat sesuatu yang dapat dilihat dan dinikmati keindahannya.

Salah satu contoh karya seni rupa adalah gambar.

Kita dapat membuat gambar dari berbagai objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya:

🏠 Rumah.

🌳 Pohon.

🌸 Bunga.

🐦 Hewan.

🏫 Sekolah.

☀️ Matahari.

🌈 Pemandangan alam.

Setiap anak dapat membuat gambar sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing.

2. Mengamati Objek Lingkungan Sekitar

Sebelum menggambar, kita perlu mengamati objek yang ada di sekitar.

Mengamati berarti memperhatikan sesuatu dengan saksama.

Contohnya:

A. Pohon

Pohon memiliki batang, ranting, dan daun.

B. Bunga

Bunga memiliki kelopak, tangkai, dan daun.

C. Rumah

Rumah memiliki atap, pintu, jendela, dan dinding.

D. Matahari

Matahari terlihat di langit dan dapat digambarkan menggunakan bentuk lingkaran.

Dengan mengamati objek, kita dapat mengetahui bentuk dan warna yang akan digunakan untuk membuat gambar.

3. Mengenal Unsur Rupa dalam Karya

Ketika membuat gambar, kita dapat menggunakan beberapa unsur rupa yang sudah dipelajari.

A. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda.

Contoh bentuk yang dapat digunakan:

Lingkaran.

Persegi.

Segitiga.

Oval.

B. Garis

Garis merupakan goresan yang dibuat menggunakan alat gambar.

Contoh garis:

Garis lurus.

Garis lengkung.

Garis zig-zag.

Garis bergelombang.

C. Warna

Warna membuat gambar terlihat lebih indah dan menarik.

Contoh warna:

Merah.

Kuning.

Biru.

Hijau.

Jingga.

Ungu.

Bentuk, garis, dan warna dapat digunakan bersama-sama untuk menghasilkan sebuah gambar.

4. Membuat Karya Berdasarkan Pengamatan

Membuat karya dapat dimulai dengan memperhatikan objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya, ketika menggambar taman:

Bentuk sederhana dapat digunakan untuk menggambar pohon.

Garis dapat digunakan untuk membuat batang pohon.

Daun dapat diberi warna hijau.

Bunga dapat diberi warna merah, kuning, atau ungu.

Matahari dapat dibuat menggunakan bentuk lingkaran.

Setiap peserta didik boleh membuat gambar yang berbeda sesuai dengan kreativitasnya.

5. Menyelesaikan Karya dengan Baik

Setelah gambar selesai dibuat, kita perlu memperhatikan kembali hasil pekerjaan.

Hal-hal yang dapat dilakukan:

Melengkapi bagian gambar yang belum selesai.

Memberikan warna pada gambar.

Merapikan hasil gambar.

Memastikan gambar sudah selesai dikerjakan.

Menjaga alat gambar agar tetap rapi.

Menyelesaikan karya membutuhkan usaha, ketelitian, dan tanggung jawab.

6. Mengapresiasi Karya Sendiri

Mengapresiasi karya sendiri berarti menghargai dan mengakui usaha yang telah dilakukan ketika membuat sebuah karya.

Setelah selesai menggambar, kita dapat memperhatikan kembali hasil pekerjaan.

Contohnya:

“Aku senang karena berhasil menggambar rumah.”

“Aku bangga karena sudah mewarnai gambar dengan rapi.”

“Aku sudah berusaha menggambar pohon dengan baik.”

“Aku ingin berlatih lagi agar gambarku semakin bagus.”

Kita tidak perlu merasa malu terhadap hasil karya sendiri.

Setiap anak memiliki kemampuan dan kreativitas yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap usaha yang telah dilakukan.

7. Mengenali Kelebihan dan Hal yang Ingin Diperbaiki

Setelah membuat gambar, kita dapat melihat bagian yang sudah baik dan bagian yang masih ingin diperbaiki.

Contoh kelebihan karya:

Gambar sudah selesai.

Warna yang digunakan menarik.

Bentuk objek terlihat jelas.

Gambar dibuat dengan rapi.

Contoh hal yang ingin diperbaiki:

Ingin mewarnai dengan lebih rapi.

Ingin menambahkan objek lain.

Ingin membuat garis lebih jelas.

Ingin mencoba menggunakan warna yang berbeda.

Hal yang perlu diingat adalah kekurangan bukan alasan untuk menyerah. Kita dapat belajar dan mencoba kembali agar hasil karya berikutnya menjadi lebih baik.

8. Langkah-Langkah Membuat dan Merefleksikan Karya

Sekarang, mari kita ikuti langkah-langkah berikut.

A. Siapkan alat dan bahan

Kertas gambar.

Pensil.

Penghapus.

Krayon atau pensil warna.

B. Amati lingkungan

Perhatikan benda atau objek yang ada di sekitar rumah maupun sekolah.

C. Pilih objek

Tentukan objek yang ingin digambar, misalnya rumah, pohon, bunga, atau sekolah.

D. Buat gambar

Gambarlah objek sesuai dengan hasil pengamatan.

E. Warnai gambar

Gunakan warna sesuai kreativitas masing-masing.

F. Selesaikan karya

Perhatikan kembali gambar, kemudian lengkapi bagian yang belum selesai.

G. Lakukan refleksi

Amati kembali hasil karya dan pikirkan bagian yang paling disukai serta bagian yang ingin diperbaiki.

H. Hargai hasil karya

Banggalah terhadap hasil pekerjaan sendiri dan berikan apresiasi terhadap karya teman.

⭐ KEGIATAN 1 — MENGENAL DAN MENGAPRESIASI KARYA SENDIRI

Setelah selesai menggambar, perhatikan kembali hasil karyamu!

Coba jawab pertanyaan berikut:

  1. Apa objek yang kamu gambar?

  2. Bentuk apa saja yang kamu gunakan?

  3. Garis apa saja yang kamu gunakan?

  4. Warna apa saja yang kamu gunakan?

  5. Bagian mana yang paling kamu sukai?

Setelah itu, ceritakan hasil gambarmu kepada guru atau teman.

Ingat, kita harus bangga dengan hasil karya sendiri dan tidak boleh mengejek karya teman.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali unsur rupa yang digunakan dan mengapresiasi hasil karya sendiri.

🌷 KEGIATAN 2 — MEREFLEKSI HASIL KARYA

Sekarang, mari kita melihat kembali hasil gambar yang sudah dibuat.

Perhatikan gambar dengan baik, kemudian pikirkan beberapa hal berikut:

Apakah gambarku sudah selesai?

Bagian mana yang paling bagus menurutku?

Apa yang sudah aku lakukan dengan baik?

Bagian mana yang masih ingin aku perbaiki?

Apa yang ingin aku coba pada gambar berikutnya?

Peserta didik menyampaikan jawaban menggunakan kalimat sederhana.

Contoh:

“Aku senang menggambar pohon. Aku suka warna daunnya. Aku ingin membuat batang pohon lebih rapi pada gambar berikutnya.”

Guru memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban dan hasil karya peserta didik.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali kelebihan dan hal yang ingin diperbaiki melalui kegiatan refleksi sederhana.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Mengapresiasikan Diri Sendiri melalui Refleksi Karya

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

🌱 Refleksi Peserta Didik

🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 Tindak Lanjut

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar membuat karya seni, mengamati kembali hasil gambar, dan mengapresiasi karya sendiri. 💗

Kita telah belajar bahwa membuat karya membutuhkan usaha, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Setiap anak memiliki kreativitas dan hasil karya yang berbeda-beda.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku berani mencoba membuat karya seni.

🌷 Aku dapat mengamati objek di lingkungan sekitar.

🌷 Aku dapat menggunakan bentuk, garis, dan warna dalam gambar.

🌷 Aku menyelesaikan karya dengan rapi.

🌷 Aku bangga terhadap hasil karyaku sendiri.

🌷 Aku mau memperbaiki kekurangan pada karya berikutnya.

🌷 Aku menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Aku bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Semoga kita menjadi anak yang kreatif, percaya diri, tekun, dan selalu bersyukur kepada Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu