Kamis, 29 Oktober 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Mengenal aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan Ke: 1 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang tadi pagi merapikan tempat tidur setelah bangun?

Siapa yang berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah?

Siapa yang merapikan mainan setelah selesai bermain?

Wah, hebat sekali! ⭐

Tahukah kalian bahwa kegiatan tersebut merupakan contoh perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga?

Aturan di rumah membantu kita hidup dengan tertib, aman, dan nyaman. Dengan mematuhi aturan, kita juga belajar menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Hari ini kita akan belajar mengenal aturan keluarga, membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan, serta mengetahui manfaat mematuhi aturan di rumah.

Yuk, belajar bersama dengan semangat! 💗

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenal aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, memahami pentingnya mematuhi aturan, serta menunjukkan perilaku tertib dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan di rumah serta membiasakan sikap saling menghormati dan menyayangi anggota keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

  2. Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di rumah.

  3. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di rumah.

  5. Menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghormati anggota keluarga.

  6. Membiasakan perilaku baik sesuai nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, setiap keluarga memiliki aturan yang perlu kita patuhi.

Aturan dibuat agar kegiatan di rumah berjalan dengan tertib, aman, dan nyaman.

Sebelum belajar lebih jauh, coba ingat kegiatan yang biasa kita lakukan di rumah.

✏️ Apakah kita merapikan tempat tidur setelah bangun?

✏️ Apakah kita berpamitan kepada orang tua ketika akan pergi?

✏️ Apakah kita membantu merapikan mainan setelah bermain?

✏️ Apakah kita berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga?

Perhatikan contoh berikut!


Girl in yellow pajamas making bed in bedroom
Adab Lebih Tinggi dari Ilmu: Nilai yang Mulai Dilupakan
Do and Don’t at Home for Kids – Lesson 1

🏡 Perilaku yang Baik

Nisa bangun tidur, kemudian merapikan tempat tidurnya. Setelah itu, Nisa bersiap untuk belajar.

Nisa sudah menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan keluarga.

🧸 Perilaku yang Tidak Sesuai

Dika selesai bermain, tetapi ia meninggalkan mainannya berserakan di ruang keluarga.

Akibatnya, rumah menjadi berantakan dan orang lain dapat tersandung mainan tersebut.

Dika sebaiknya merapikan dan mengembalikan mainannya ke tempat semula.

Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa setiap tindakan memiliki akibat. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri memilih perilaku yang baik.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Aturan keluarga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kita dapat menerapkan aturan ketika bangun tidur, belajar, bermain, makan, dan beristirahat.

Berikut beberapa contoh aturan keluarga beserta manfaatnya.

1. Merapikan Tempat Tidur

Setelah bangun tidur, kita merapikan tempat tidur sendiri.

Manfaatnya, kamar menjadi lebih rapi dan bersih.

Detail Gambar Anak Merapikan Tempat Tidur Kartun Koleksi Nomer 12

2. Belajar Sesuai Jadwal

Kita belajar pada waktu yang telah disepakati bersama keluarga.

Manfaatnya, kegiatan belajar menjadi lebih teratur.

Dreaming in Color: A Muslimah's Reflection

3. Membantu Orang Tua

Kita membantu pekerjaan ringan, seperti merapikan meja makan.

Manfaatnya, pekerjaan keluarga terasa lebih ringan.

تعليم الطفل النظام والترتيب

4. Merapikan Mainan

Kita mengembalikan mainan ke tempatnya setelah digunakan.

Manfaatnya, rumah menjadi rapi dan mainan mudah ditemukan.

Should Kids Choose Dropping To Or Lowering To When Helping Clean Up Toys At Home? - Giggle Academy Blog

5. Berbicara dengan Sopan

Kita berbicara dengan santun dan mendengarkan ketika orang tua berbicara.

Manfaatnya, hubungan keluarga menjadi lebih harmonis.

Respect for Parents – Islamic Social Story on Kindness & Good Manners for Kids

Melalui kebiasaan tersebut, kita belajar menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • 🔎 Mengamati gambar perilaku di rumah.

  • 🏡 Bermain “Sesuai Aturan atau Tidak?”

  • 📖 Membaca cerita tentang kebiasaan anak di rumah.

  • 💬 Menjawab pertanyaan berdasarkan cerita.

  • ⭐ Menentukan sikap yang baik dalam keluarga.

  • 📝 Mengerjakan latihan sederhana.

Dengan kegiatan tersebut, anak-anak dapat belajar membedakan perilaku yang baik dan kurang baik melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

  2. Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di rumah.

  3. Memahami manfaat mematuhi aturan.

  4. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  5. Menjelaskan akibat sederhana dari perilaku yang tidak sesuai aturan.

  6. Menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati.

  7. Membiasakan perilaku baik sesuai nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL), yaitu pembelajaran berbasis masalah sederhana yang dekat dengan kehidupan keluarga.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab.

  • Mengamati gambar.

  • Membaca cerita sederhana.

  • Diskusi sederhana.

  • Penugasan.

  • Refleksi pembelajaran.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

  • Gambar kegiatan sehari-hari di rumah.

  • Gambar perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

  • Cerita sederhana tentang kehidupan keluarga.

  • LKPD.

  • Papan tulis dan alat tulis.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak saleh dan salehah, coba ingat kembali kegiatan yang kalian lakukan di rumah.

Siapa yang merapikan tempat tidur setelah bangun?

Siapa yang menyimpan sepatu pada tempatnya?

Siapa yang membantu orang tua merapikan rumah?

Sekarang, perhatikan dua cerita berikut!

🏡 Cerita 1: Kamar Nisa

Setiap pagi, Nisa merapikan tempat tidurnya. Setelah itu, Nisa mandi dan bersiap untuk belajar.

Nisa mematuhi aturan keluarga sehingga kamarnya menjadi rapi.

🧸 Cerita 2: Mainan Dika

Dika selesai bermain. Ia meninggalkan mainannya berserakan di ruang keluarga.

Mainan tersebut membuat rumah berantakan. Dika sebaiknya merapikan mainannya setelah selesai bermain.

Anak-anak, perilaku siapa yang sebaiknya kita contoh?

Betul, kita mencontoh perilaku Nisa. Kita juga perlu mencontoh perilaku baik lainnya, seperti membantu orang tua, berbicara dengan sopan, dan meminta izin sebelum pergi.

KETERKAITAN DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

Anak-anak, keluarga merupakan tempat pertama bagi kita untuk belajar melakukan kebiasaan baik.

Di rumah, kita belajar menghormati orang tua, menyayangi saudara, membantu anggota keluarga, dan melaksanakan tanggung jawab.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila.

🌷 Sila ke-1 — Ketuhanan Yang Maha Esa

Berdoa sebelum melakukan kegiatan dan menjalankan ibadah sesuai ajaran agama.

🌷 Sila ke-2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Berbicara dengan sopan, menghormati orang tua, dan menyayangi anggota keluarga.

🌷 Sila ke-3 — Persatuan Indonesia

Menjaga kerukunan, tidak bertengkar dengan saudara, dan membantu menjaga keharmonisan keluarga.

🌷 Sila ke-4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Mendengarkan pendapat anggota keluarga dan ikut bermusyawarah ketika membuat kesepakatan bersama.

🌷 Sila ke-5 — Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bergantian menggunakan barang bersama dan melaksanakan tugas rumah sesuai kemampuan.

Melalui pembelajaran ini, anak-anak belajar bahwa mematuhi aturan dapat membantu menciptakan keluarga yang tertib, rukun, dan saling menghormati.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Allah Swt. menciptakan manusia agar dapat hidup bersama, saling menyayangi, dan saling membantu.

Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar berbuat baik, menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan membiasakan perilaku terpuji.

Melalui aturan keluarga, kita belajar:

🌷 Bersyukur karena memiliki keluarga.

🌷 Menghormati dan menyayangi orang tua.

🌷 Membantu anggota keluarga sesuai kemampuan.

🌷 Menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

🌷 Bertanggung jawab terhadap tugas sendiri.

🌷 Menjaga keselamatan diri dan anggota keluarga.

Mari kita menjadi anak yang mematuhi aturan yang baik, menghormati orang tua, serta menyayangi seluruh anggota keluarga.

Alhamdulillah. 🤲💗

🌙 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

1. Al-Hafizh — Maha Memelihara

Allah Swt. adalah Al-Hafizh, yaitu Maha Memelihara.

Kita dapat belajar menjaga diri, barang-barang milik sendiri, dan kebersihan rumah.

Contoh:

Setelah bermain, Ahmad mengembalikan mainannya ke dalam kotak.

Perilaku Ahmad menunjukkan sikap tanggung jawab dan menjaga kerapian rumah.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar memelihara barang dan lingkungan di sekitarnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.

2. Ar-Rahman — Maha Pengasih

Allah Swt. adalah Ar-Rahman, yaitu Maha Pengasih.

Kita dapat menunjukkan kasih sayang melalui perilaku baik kepada anggota keluarga.

Contoh:

Siti membantu adiknya merapikan buku dan berbicara dengan sopan kepada Ibu.

Sikap Siti menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada keluarga.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar menyayangi anggota keluarga, membantu sesama, dan tidak bertengkar.

3. Al-'Adl — Maha Adil

Allah Swt. adalah Al-'Adl, yaitu Maha Adil.

Dalam keluarga, kita belajar bersikap adil, menghormati hak orang lain, dan bergantian menggunakan barang bersama.

Contoh:

Rafi dan adiknya bermain menggunakan satu kotak mainan. Mereka bergantian agar dapat bermain dengan nyaman.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menaati kesepakatan, menghargai saudara, dan tidak berebut.

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan atau kesepakatan yang dibuat untuk dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah.

Aturan membantu setiap anggota keluarga mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Contoh aturan keluarga:

🌷 Bangun tidur tepat waktu.

🌷 Berdoa sebelum melakukan kegiatan.

🌷 Meminta izin kepada orang tua ketika akan pergi.

🌷 Mengucapkan salam ketika masuk rumah.

🌷 Merapikan mainan setelah digunakan.

🌷 Membantu orang tua sesuai kemampuan.

🌷 Menghormati kakak dan menyayangi adik.

🌷 Menjaga kebersihan rumah.

Anak-anak, aturan keluarga sebaiknya dipahami dan disepakati bersama. Aturan juga perlu diterapkan dengan cara yang baik, aman, dan sesuai usia anak.

2. Perilaku yang Sesuai dengan Aturan

Perilaku yang sesuai dengan aturan adalah tindakan yang mengikuti ketentuan atau kesepakatan keluarga.

Contohnya:

✓ Merapikan mainan setelah bermain

Anak mengembalikan mainannya ke tempat semula agar rumah tetap rapi.

✓ Meminta izin sebelum pergi

Anak berpamitan kepada orang tua sebelum pergi bermain.

✓ Merapikan tempat tidur

Anak membereskan tempat tidur setelah bangun.

✓ Membantu orang tua

Anak membantu pekerjaan ringan sesuai kemampuannya.

✓ Berbicara dengan sopan

Anak menggunakan kata-kata yang baik dan mendengarkan ketika orang tua berbicara.

Perilaku tersebut menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghormati anggota keluarga.

3. Perilaku yang Tidak Sesuai dengan Aturan

Perilaku yang tidak sesuai dengan aturan adalah tindakan yang bertentangan dengan ketentuan atau kesepakatan keluarga.

Contohnya:

  • Membiarkan mainan berserakan setelah bermain.

  • Pergi tanpa memberi tahu orang tua.

  • Tidak melaksanakan tugas yang sudah disepakati.

  • Berbicara kasar kepada anggota keluarga.

  • Berebut mainan dengan adik.

  • Tidak menjaga kebersihan rumah.

Jika melakukan kesalahan, kita perlu mengakui kesalahan, memperbaikinya, dan berusaha melakukan hal yang lebih baik.

Ingat, anak-anak!

Kita semua sedang belajar. Jika belum terbiasa mematuhi aturan, kita dapat berlatih sedikit demi sedikit dengan bimbingan orang tua.

4. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

Apa manfaat mematuhi aturan di rumah?

🌷 Rumah menjadi tertib dan rapi.

🌷 Barang-barang tersimpan di tempatnya.

🌷 Keluarga dapat hidup dengan nyaman.

🌷 Anggota keluarga saling menghormati.

🌷 Anak menjadi lebih mandiri.

🌷 Anak belajar melakukan tugas sesuai kemampuannya.

🌷 Keselamatan diri dan anggota keluarga lebih terjaga.

Contoh:

Ketika Ahmad merapikan mainan setelah bermain, ruang keluarga menjadi lebih rapi. Mainan juga mudah ditemukan ketika ingin digunakan kembali.

Dengan mematuhi aturan, kita belajar menjadi anggota keluarga yang baik dan bertanggung jawab.

🌷 KEGIATAN PEMBELAJARAN

🏡 Kegiatan 1 — Cerita Kamar Nisa

Bacalah cerita berikut!

Setiap pagi, Nisa merapikan tempat tidurnya. Setelah itu, Nisa mandi dan bersiap untuk belajar.

Nisa melaksanakan aturan keluarga dengan baik.

Yuk, jawab pertanyaan berikut secara lisan!

  1. Apa yang dilakukan Nisa setelah bangun tidur?

  2. Apakah Nisa mematuhi aturan keluarga?

  3. Apa manfaat merapikan tempat tidur?

Contoh jawaban:

Nisa merapikan tempat tidurnya. Perbuatannya sesuai dengan aturan keluarga dan membuat kamar menjadi rapi.


✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Aturan di Lingkungan Keluarga

Ayo, Tentukan Sikapmu!

Bacalah setiap pernyataan. Tentukan apakah perilaku tersebut sesuai aturan atau tidak sesuai aturan.

1. Meminta izin kepada orang tua sebelum pergi.

Jawab: ....................................................................

2. Membiarkan mainan berserakan setelah bermain.

Jawab: ....................................................................

3. Membantu Ibu merapikan meja makan.

Jawab: ....................................................................

4. Berebut mainan dengan adik.

Jawab: ....................................................................

5. Berbicara sopan kepada anggota keluarga.

Jawab: ....................................................................

💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

🌱 Refleksi Peserta Didik

🌼 Tindak Lanjut Guru

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar mengenal aturan di lingkungan keluarga. 💗

Kita mengetahui bahwa aturan dibuat agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan harmonis.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mengetahui contoh aturan di rumah.

🌷 Aku merapikan tempat tidur dan mainanku.

🌷 Aku meminta izin kepada orang tua sebelum pergi.

🌷 Aku berbicara dengan sopan.

🌷 Aku membantu keluarga sesuai kemampuanku.

🌷 Aku membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

🌷 Aku bertanggung jawab atas tugasku sendiri.

🌷 Aku menyayangi dan menghormati anggota keluarga.

Mari kita biasakan mematuhi aturan yang baik, menjaga kerukunan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari rumah.

Semoga kita menjadi anak yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Kamis, 29 Oktober 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Soal Cerita Pengurangan Sederhana

Pertemuan Ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang masih ingat pelajaran pengurangan sebelumnya?

Coba ingat kata-kata yang menunjukkan bahwa jumlah benda menjadi lebih sedikit. Misalnya, jatuh, terbang, dimakan, dan diberikan.

Sekarang, perhatikan cerita berikut!

🍎 Ada 5 buah apel di atas meja. Kemudian, 2 apel dimakan.

Apakah jumlah apel menjadi lebih banyak atau lebih sedikit?

Betul! Jumlah apel menjadi lebih sedikit karena ada 2 apel yang dimakan.

Kita dapat menuliskannya menjadi:

5 − 2 = 3

Artinya, ada 5 apel, dikurangi 2 apel, sehingga tersisa 3 apel.

Hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan dengan cara membaca cerita, menuliskan kalimat pengurangan, serta menggambar dan menyilang benda menggunakan tanda X.

Yuk, belajar bersama dengan semangat! ➖🍎

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami soal cerita pengurangan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menentukan jumlah awal, mengenali jumlah benda yang berkurang, menuliskan kalimat pengurangan menggunakan tanda minus (−), serta menggambar dan menyilang benda untuk menunjukkan hasil pengurangan.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali kata-kata dalam cerita yang menunjukkan pengurangan.

  2. Menentukan jumlah benda pada awal cerita dan jumlah benda yang berkurang.

  3. Menuliskan kalimat pengurangan menggunakan angka dan tanda minus (−).

  4. Menggambar benda sesuai jumlah awal dan memberikan tanda silang (X) pada benda yang berkurang.

  5. Menentukan jumlah benda yang tersisa dengan benar.

  6. Menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana secara mandiri.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak, ketika membaca soal cerita, kita harus memperhatikan ceritanya dengan teliti.

Kita perlu mengetahui tiga hal penting:

🍎 Jumlah awal: Berapa banyak benda yang ada pada awal cerita?

➖ Jumlah yang berkurang: Berapa benda yang dimakan, jatuh, terbang, atau diberikan?

⭐ Jumlah sisa: Berapa benda yang masih ada?

Contoh:

Ada 6 balon. Kemudian, 2 balon terbang.

  • Jumlah awal: 6 balon.

  • Jumlah yang berkurang: 2 balon.

  • Jumlah sisa: 4 balon.

Kalimat pengurangannya adalah:

6 − 2 = 4

Kita juga dapat menggambar 6 lingkaran, kemudian memberi tanda silang (X) pada 2 lingkaran untuk menunjukkan balon yang terbang.

Dengan begitu, kita dapat melihat dan menghitung jumlah balon yang masih tersisa.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Pengurangan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya:

  • 🍪 Kue yang dimakan.

  • 🍎 Buah yang diberikan kepada teman.

  • 🎈 Balon yang terbang.

  • ✏️ Pensil yang diberikan kepada adik.

  • 🧸 Mainan yang diambil dari sekumpulan mainan.

Contoh cerita:

Rani mempunyai 7 permen. Rani memberikan 3 permen kepada adiknya.

Berapa permen Rani sekarang?

Jumlah awal: 7 permen.

Permen yang diberikan: 3 permen.

Kalimat pengurangan:

7 − 3 = 4

Jadi, permen Rani sekarang tersisa 4.

Melalui contoh tersebut, anak-anak belajar bahwa pengurangan digunakan ketika jumlah benda menjadi lebih sedikit.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • 🔎 Bermain “Mencari Angka”.

  • 👆 Menunjukkan jumlah sisa menggunakan jari.

  • 🍎 Mengamati soal cerita bergambar.

  • ✏️ Menggambar benda sesuai jumlah awal.

  • ❌ Menyilang benda yang berkurang.

  • ⭐ Menyampaikan hasil pengurangan kepada guru.

  • 📝 Mengerjakan LKPD secara mandiri.

Belajar pengurangan akan lebih mudah jika kita membaca cerita, menggambar benda, dan menghitungnya bersama-sama.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep pengurangan sederhana.

  2. Mengenali kata-kata dalam cerita yang menunjukkan pengurangan.

  3. Menentukan jumlah awal dan jumlah benda yang berkurang.

  4. Menuliskan kalimat pengurangan menggunakan tanda minus (−).

  5. Menggambar dan menyilang benda untuk menunjukkan pengurangan.

  6. Menghitung jumlah benda yang tersisa.

  7. Menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana secara mandiri.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL), yaitu pembelajaran berbasis masalah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab.

  • Mengamati contoh soal.

  • Demonstrasi menggambar dan menyilang benda.

  • Latihan mandiri.

  • Penugasan.

  • Refleksi pembelajaran.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

  • Papan tulis.

  • Gambar benda, seperti apel, kue, balon, dan pensil.

  • Pensil dan penghapus.

  • Buku latihan atau lembar kerja.

  • LKPD soal cerita pengurangan.

🌼 APERSEPSI

Anak-anak, coba ingat kembali pelajaran pengurangan sebelumnya.

Ibu Guru bertanya:

🌷 Apa tanda yang kita gunakan untuk pengurangan?

Jawabannya adalah tanda minus (−).

🌷 Jika benda dimakan, apakah jumlahnya bertambah atau berkurang?

Jawabannya, jumlahnya berkurang.

🌷 Jika kita memberikan sebagian benda kepada teman, apakah jumlah benda kita tetap sama?

Tidak. Jumlah benda kita menjadi lebih sedikit.

Sekarang, perhatikan soal berikut!

Ada 4 kue. Kemudian, 1 kue dimakan. Berapa kue yang tersisa?

Kita dapat menghitung menggunakan jari.

Empat dikurangi satu sama dengan tiga.

4 − 1 = 3

Hebat! Kalian sudah mengingat kembali cara mengerjakan pengurangan.

Hari ini kita akan berlatih mengerjakan soal cerita dengan cara menuliskan angka dan menggambar benda, lalu menyilang benda yang berkurang.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, saling membantu, dan menyayangi sesama.

Salah satu perbuatan baik adalah berbagi makanan kepada teman yang tidak membawa bekal.

Misalnya, kita memiliki 5 kue, lalu memberikan 2 kue kepada teman. Kue kita berkurang, tetapi kita telah melakukan perbuatan baik dengan berbagi.

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.”

(QS. Al-Baqarah: 263)

Ayat tersebut mengajarkan kita agar berbuat baik dengan perkataan yang baik dan tidak menyakiti orang lain.

Mari membiasakan diri berbagi, bersikap baik, dan menyayangi teman. Kita juga perlu belajar berhitung dengan teliti agar tidak salah ketika menentukan jumlah benda yang tersisa.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Soal Cerita Pengurangan

Soal cerita pengurangan adalah cerita sederhana yang meminta kita menghitung jumlah benda yang berkurang atau tersisa.

Contoh kata-kata yang dapat menunjukkan pengurangan antara lain:

  • Dimakan.

  • Diberikan.

  • Jatuh.

  • Terbang.

  • Diambil.

  • Hilang.

Kata-kata tersebut membantu kita memahami cerita. Namun, kita tetap harus membaca seluruh cerita dengan teliti agar mengetahui apa yang terjadi pada benda.



2. Mengenal Jumlah Awal, Jumlah yang Berkurang, dan Jumlah Sisa

Ketika mengerjakan soal cerita pengurangan, kita perlu mengetahui:

Jumlah awal adalah banyak benda sebelum dikurangi.

Jumlah yang berkurang adalah banyak benda yang diambil, dimakan, diberikan, atau hilang.

Jumlah sisa adalah benda yang masih ada setelah dikurangi.

Contoh:

Budi mempunyai 8 kelereng. Ia memberikan 3 kelereng kepada temannya.

  • Jumlah awal: 8 kelereng.

  • Jumlah yang diberikan: 3 kelereng.

  • Jumlah sisa: 5 kelereng.

Kalimat pengurangannya:

8 − 3 = 5

Jadi, kelereng Budi tersisa 5.

3. Menggunakan Tanda Minus (−)

Tanda minus (−) digunakan untuk menunjukkan pengurangan.

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, 5 dikurangi 2 sama dengan 3.

Contoh lainnya:

7 − 4 = 3

Artinya, 7 dikurangi 4 sama dengan 3.

Ketika membaca soal cerita, kita harus menentukan jumlah awal dan jumlah yang berkurang sebelum menuliskan kalimat pengurangan.

4. Menggambar dan Menyilang Benda

Kita dapat menggunakan gambar untuk membantu menghitung pengurangan.

Perhatikan contoh berikut!

Cerita:

Ada 5 apel. Kemudian, 2 apel dimakan. Berapa apel yang tersisa?

Langkah 1: Gambar jumlah awal.

Gambarlah 5 lingkaran untuk mewakili 5 apel.

○ ○ ○ ○ ○

Langkah 2: Silang benda yang berkurang.

Karena 2 apel dimakan, berikan tanda silang (X) pada 2 lingkaran.

X X ○ ○ ○

Langkah 3: Hitung benda yang tidak disilang.

Masih ada 3 lingkaran yang tidak disilang.

Langkah 4: Tuliskan kalimat pengurangan.

5 − 2 = 3

Jadi, apel yang tersisa ada 3.

Ingat, anak-anak! Benda yang disilang adalah benda yang berkurang. Benda yang tidak disilang adalah benda yang masih tersisa.

5. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

Agar tidak salah mengerjakan soal cerita, ikuti langkah berikut.

Langkah 1: Bacalah cerita dengan teliti.

Cari tahu berapa banyak benda pada awal cerita.

Langkah 2: Tentukan benda yang berkurang.

Perhatikan berapa benda yang dimakan, diberikan, jatuh, atau terbang.

Langkah 3: Tuliskan kalimat pengurangan.

Gunakan angka dan tanda minus (−).

Langkah 4: Gambarlah benda sesuai jumlah awal.

Kamu boleh menggambar lingkaran sederhana untuk mewakili benda.

Langkah 5: Berikan tanda silang (X).

Silanglah gambar sesuai banyak benda yang berkurang.

Langkah 6: Hitung benda yang tidak disilang.

Jumlah benda yang tidak disilang adalah jawabannya.

Yuk, berlatih mengikuti langkah tersebut agar semakin pintar menghitung pengurangan! ⭐

🌷 KEGIATAN PEMBELAJARAN

Ayo bermain bersama! 🎉

Guru membacakan cerita singkat. Peserta didik menunjukkan sisa jumlah menggunakan jari.

Cerita 1

Ada 3 kue. Satu kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

Jawaban: 3 − 1 = 2.

Cerita 2

Ada 5 apel. Dua apel diberikan kepada teman.

Berapa apel yang tersisa?

Jawaban: 5 − 2 = 3.

Cerita 3

Ada 4 balon. Satu balon terbang.

Berapa balon yang tersisa?

Jawaban: 4 − 1 = 3.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu peserta didik mengingat kembali konsep pengurangan sebelum mengerjakan soal secara mandiri.

📝 LKPD PERTEMUAN 4

Soal Cerita Pengurangan Sederhana

Nama: ..............................................................

Kelas: ...............................................................

Tanggal: ............................................................

Petunjuk:

  1. Bacalah setiap cerita dengan teliti.

  2. Tuliskan kalimat pengurangannya.

  3. Gambarlah benda sesuai jumlah awal.

  4. Silanglah gambar sesuai jumlah benda yang berkurang.

  5. Hitung benda yang tidak disilang untuk menemukan jawabannya.

Soal 1 — Apel 🍎

Rani mempunyai 5 apel. Ia memberikan 2 apel kepada adiknya.

Berapa apel Rani yang tersisa?

Jawaban: ....................................................................

Soal 2 — Balon 🎈

Budi mempunyai 6 balon. Kemudian, 3 balon terbang.

Berapa balon Budi yang tersisa?

Jawaban: ....................................................................

Soal 3 — Kue 🍪

Ibu menyiapkan 8 kue. Sebanyak 4 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

Jawaban: ....................................................................

Soal 4 — Pensil ✏️

Dina mempunyai 7 pensil. Ia memberikan 2 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

Jawaban: ....................................................................

Soal 5 — Permen 🍬

Ali mempunyai 9 permen. Ia memberikan 3 permen kepada adiknya.

Berapa permen Ali yang tersisa?

Jawaban: ....................................................................


💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi


🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Tindak Lanjut


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita sudah belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana. 💗

Kita belajar bahwa soal cerita harus dibaca dengan teliti agar kita tidak salah menentukan angka yang dikurangi.

Kita juga belajar menggambar benda dan memberikan tanda silang (X) untuk membuktikan hasil pengurangan.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku membaca soal cerita dengan teliti.

🌷 Aku menentukan jumlah awal dan jumlah yang berkurang.

🌷 Aku menuliskan pengurangan menggunakan tanda minus (−).

🌷 Aku menggambar dan menyilang benda yang berkurang.

🌷 Aku menghitung benda yang masih tersisa.

🌷 Aku berusaha mengerjakan soal secara mandiri.

🌷 Aku senang belajar dan tidak mudah menyerah.

Semoga kita menjadi anak yang teliti, mandiri, rajin belajar, dan gemar berbagi kepada sesama. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu