Kamis, 22 Oktober 2026

Jum'at, 23 Oktober 2026 - 1.B - Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Adab
Materi: Bermain Bersama Teman dengan Rukun
Pertemuan Ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    



🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang suka bermain bersama teman? Biasanya kalian bermain apa? Apakah kalian pernah berebut mainan atau berselisih dengan teman ketika bermain?

Ketika bermain bersama, kita harus saling menyayangi, berbagi, bergantian, dan tidak bertengkar. Dengan begitu, kita dapat bermain dengan nyaman dan menyenangkan.

Hari ini kita akan belajar tentang adab bermain bersama teman dengan rukun. Yuk, perhatikan materi dengan baik dan belajar menjadi teman yang baik! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal dan memahami adab ketika bermain bersama teman, menunjukkan sikap saling menghargai, berbagi, bekerja sama, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti bermain dengan rukun menggunakan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh adab bermain bersama teman.

  3. Membedakan perilaku baik dan tidak baik ketika bermain.

  4. Menjelaskan cara menyelesaikan perselisihan sederhana saat bermain.

  5. Membiasakan sikap rukun, saling menyayangi, dan menghargai teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar menyadari bahwa setiap teman memiliki perasaan yang perlu dihargai. Ketika bermain, peserta didik dibiasakan untuk tidak menyakiti, mengejek, atau merebut barang milik teman.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, seperti bermain bersama teman di kelas, berbagi mainan, menunggu giliran, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui cerita sederhana, pengamatan contoh perilaku, tanya jawab, dan latihan soal yang berkaitan dengan pengalaman bermain bersama teman.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian bermain bersama teman dengan rukun.

  2. Mengetahui contoh adab yang baik ketika bermain.

  3. Membedakan perilaku yang menjaga kerukunan dan yang menyebabkan pertengkaran.

  4. Membiasakan sikap saling menghargai dan menyayangi teman.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Bercerita, tanya jawab, mengamati, penjelasan, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar anak-anak yang sedang bermain.

  • Gambar perilaku baik dan tidak baik saat bermain.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • Lembar latihan soal.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman bermain bersama teman.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah bermain bersama teman?

  2. Apa yang kalian lakukan ketika bermain bersama?

  3. Bagaimana perasaan kalian jika teman berbagi mainan?

  4. Apa yang harus dilakukan jika kalian berebut mainan?

Guru menjelaskan bahwa bermain bersama teman akan terasa menyenangkan jika semua anak saling menghargai dan tidak bertengkar.

Pesan guru:

“Anak-anak, teman adalah orang yang harus kita sayangi. Ketika bermain, kita harus saling berbagi, bergantian, dan berbicara dengan baik. Jangan sampai permainan yang menyenangkan berubah menjadi pertengkaran.”


🕌 KETERKAITAN DENGAN NILAI-NILAI ISLAM

❤️ 1. Menyayangi Teman

Islam mengajarkan kita untuk saling menyayangi dan berbuat baik kepada orang lain.

Ketika bermain, kita dapat menunjukkan kasih sayang dengan mengajak teman bermain bersama, berbagi mainan, dan membantu teman yang membutuhkan bantuan.

🤝 2. Menjaga Persaudaraan

Allah Swt. mengajarkan orang-orang beriman untuk menjaga persaudaraan dan mendamaikan orang yang berselisih.

📖 QS. Al-Hujurat Ayat 10

Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.”

Ayat ini mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan, tidak suka bertengkar, dan berusaha berdamai ketika terjadi perselisihan.

🌷 Contoh Perilaku Baik

  • Mengajak teman bermain bersama.

  • Berbagi mainan dengan teman.

  • Bergantian menggunakan mainan.

  • Tidak mengejek atau menyakiti teman.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Mau berdamai setelah berselisih.

Pesan untuk anak-anak:

Mari menjadi anak yang menyayangi teman, tidak suka bertengkar, dan mau berdamai ketika terjadi masalah. 🥰


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Bermain dengan Rukun?

Bermain dengan rukun adalah bermain bersama teman dengan damai, saling menghargai, dan tidak bertengkar.

Saat bermain, kita harus memperhatikan perasaan teman dan mengikuti aturan permainan.

Contohnya, ketika bermain bola, semua anak mendapat kesempatan bermain. Kita tidak boleh memaksa teman atau merebut bola ketika teman sedang menggunakannya.

Dengan bermain secara rukun, semua anak dapat merasa senang dan nyaman.

2. Contoh Adab Bermain Bersama Teman

🧸 A. Mau Berbagi

Jika memiliki mainan dan teman ingin ikut bermain, kita dapat meminjamkan mainan apabila memungkinkan.

Berbagi membuat teman merasa senang dan membantu kita membangun persahabatan.

⏰ B. Mau Bergantian

Ketika bermain menggunakan satu mainan, kita harus menunggu giliran.

Contohnya, jika bermain ayunan dan teman sedang menggunakannya, kita menunggu sampai teman selesai.

😊 C. Berbicara dengan Sopan

Ketika bermain, gunakan kata-kata yang baik.

Contohnya:

  • “Ayo, kita bermain bersama!”

  • “Boleh aku meminjam mainanmu?”

  • “Terima kasih.”

  • “Maaf, aku tidak sengaja.”

  • “Ayo, kita bermain bergantian.”

🤝 D. Tidak Bertengkar

Jika memiliki pendapat yang berbeda, kita harus berbicara dengan baik dan mencari jalan keluar bersama.

Jangan memukul, mendorong, berteriak, atau merebut barang milik teman.

💗 E. Mau Meminta Maaf dan Memaafkan

Jika tidak sengaja menyakiti teman atau membuat teman sedih, kita harus meminta maaf.

Jika teman meminta maaf dengan sungguh-sungguh, kita belajar memaafkan dan kembali menjaga hubungan baik.

3. Perilaku Baik dan Tidak Baik Saat Bermain

Perhatikan contoh berikut!

Perilaku Baik ✅Perilaku Tidak Baik ❌
Berbagi mainan dengan teman.Merebut mainan teman.
Menunggu giliran bermain.Menyerobot giliran teman.
Mengajak teman bermain bersama.Mengucilkan atau mengejek teman.
Berbicara dengan sopan.Berkata kasar kepada teman.
Meminta maaf setelah melakukan kesalahan.Menolak mengakui kesalahan.
Mau berdamai setelah berselisih.Terus bertengkar dengan teman.

Anak-anak, kita tidak harus selalu memiliki pendapat yang sama. Namun, kita harus belajar menghargai teman dan menyelesaikan masalah dengan baik.

4. Apa yang Harus Dilakukan Jika Berebut Mainan?

Misalnya, kamu dan teman sama-sama ingin memakai mobil-mobilan yang sama.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

  1. Tetap tenang dan jangan marah.

  2. Jangan merebut mainan dari tangan teman.

  3. Bicarakan masalah dengan sopan.

  4. Sepakati untuk bermain secara bergantian.

  5. Jika belum bisa menyelesaikan masalah, mintalah bantuan guru atau orang tua.

Contoh percakapan:

Aldi: “Aku ingin bermain mobil-mobilan itu.”

Beni: “Aku juga ingin bermain.”

Aldi: “Bagaimana kalau kita bergantian?”

Beni: “Baik. Kamu bermain dahulu, lalu aku.”

Aldi dan Beni berhasil menyelesaikan masalah dengan berbicara baik-baik. Mereka dapat bermain bersama tanpa bertengkar.

5. Manfaat Bermain dengan Rukun

Bermain bersama teman dengan rukun memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Memiliki banyak teman.

  • Merasa senang ketika bermain.

  • Belajar berbagi dan bekerja sama.

  • Tidak mudah bertengkar.

  • Membuat suasana bermain menjadi nyaman.

  • Belajar saling menyayangi dan menghargai.

Ingat, anak-anak! Teman bukan untuk disakiti, tetapi untuk disayangi dan dihargai.


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, jawablah lima soal berikut menggunakan kalimat sederhana.

1. Apa arti bermain dengan rukun?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

2. Sebutkan satu contoh perilaku baik saat bermain dengan teman!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

3. Apa yang harus kamu lakukan jika berebut mainan dengan teman?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

4. Apa yang harus kamu ucapkan jika tidak sengaja menyakiti teman?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

5. Mengapa kita harus bermain dengan rukun?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................


🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI ADAB

📖 Kesimpulan Materi

💗 Refleksi Peserta Didik

🌼 Tindak Lanjut Guru


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang bermain bersama teman dengan rukun.

Kita telah belajar berbagi mainan, bergantian, berbicara dengan sopan, meminta maaf, dan menyelesaikan perselisihan tanpa bertengkar.

Mari kita biasakan menjadi teman yang baik. Jangan mengejek, merebut mainan, atau menyakiti teman. Jika terjadi masalah, selesaikan dengan berbicara baik-baik dan mau berdamai.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, penyayang, santun, suka berbagi, serta selalu menjaga kerukunan dengan teman. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Konsep Pengurangan sampai 20 (Pengenalan Simbol Kurang dan Hitung Mundur)

Pertemuan Ke: 2 - TP 7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama agar kegiatan pembelajaran hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang pengurangan menggunakan benda konkret. Misalnya, ada 8 permen, kemudian 3 permen diberikan kepada teman. Berapa permen yang tersisa?

Hari ini kita akan belajar mengenal tanda kurang ((-)) dan menggunakan cara berhitung mundur untuk mencari hasil pengurangan dengan lebih mudah.

Yuk, belajar dengan semangat! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami konsep pengurangan bilangan sampai 20 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika sederhana. Peserta didik mulai menggunakan strategi berhitung mundur untuk menentukan sisa suatu bilangan.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali simbol pengurangan ((-)).

  2. Menjelaskan bahwa tanda kurang berarti dikurangi atau diambil.

  3. Menuliskan kalimat matematika pengurangan sederhana.

  4. Melakukan pengurangan sampai 20 menggunakan teknik berhitung mundur.

  5. Menentukan hasil pengurangan dengan benar.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan tenang, memperhatikan lambang pengurangan, dan mengikuti langkah berhitung mundur secara berurutan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa berhitung perlu dilakukan dengan teliti agar memperoleh jawaban yang tepat.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pengurangan dengan kegiatan sehari-hari, seperti permen yang dimakan, pensil yang diberikan kepada teman, atau mainan yang diambil dari sebuah kotak.

Melalui contoh tersebut, peserta didik memahami bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak tanda, gerakan simbol kurang, latihan berhitung mundur menggunakan jari, dan latihan soal sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep pengurangan menggunakan benda konkret.

  2. Mengenal simbol pengurangan ((-)) dan cara membacanya.

  3. Mempraktikkan teknik berhitung mundur untuk pengurangan sampai 20.

  4. Menyelesaikan soal pengurangan sederhana dengan tepat.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Demonstrasi, tanya jawab, permainan sederhana, praktik berhitung, latihan, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Kartu angka.

  • Kartu simbol pengurangan ((-)).

  • Benda konkret, seperti pensil, balok, dan penghapus.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang benda yang berkurang.

Guru bertanya:

  1. Jika kita memiliki 5 permen, lalu 2 permen dimakan, apakah jumlah permen bertambah atau berkurang?

  2. Berapa permen yang tersisa?

  3. Menurut kalian, tanda matematika apa yang digunakan untuk menunjukkan pengurangan?

Guru menjelaskan bahwa dalam matematika, pengurangan mempunyai simbol khusus, yaitu tanda kurang ((-)).

Contohnya:

Ada 5 donat. Kemudian, 2 donat dimakan.

Kalimat matematikanya adalah:

5 − 2 = 3

Artinya, 5 dikurangi 2 sama dengan 3. Jadi, donat yang tersisa ada 3.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada barang yang berkurang atau hilang. Misalnya, pensil kita hilang atau jumlah mainan kita berkurang.

Jika hal tersebut terjadi, kita perlu bersabar, tidak mudah marah, dan berusaha mencari solusi dengan baik.

📖 QS. Al-Baqarah: 155

Allah Swt. berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta ...”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan terdapat berbagai cobaan. Kita diajarkan untuk bersabar dan tetap berusaha melakukan hal yang baik.

Pesan untuk anak-anak:

  • Belajar bersabar ketika kehilangan barang.

  • Menjaga barang milik sendiri dengan baik.

  • Tidak mengambil barang milik teman tanpa izin.

  • Tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika belajar matematika.




📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contohnya, kita memiliki 6 apel. Kemudian, 2 apel diberikan kepada teman. Apel kita menjadi lebih sedikit.

Jumlah awal: 6 apel.

Apel yang diberikan: 2 apel.

Apel yang tersisa: 4 apel.

Jadi, kalimat matematikanya adalah:

6 − 2 = 4

Artinya, 6 dikurangi 2 sama dengan 4.

2. Mengenal Tanda Kurang ((-))

Dalam matematika, tanda kurang ditulis seperti garis mendatar berikut:

−

Tanda ((-)) dibaca dikurangi atau dapat diartikan sebagai diambil dalam contoh benda konkret.

Contoh:

  • (5 - 2 = 3)

  • (7 - 3 = 4)

  • (9 - 4 = 5)

Tanda kurang membuat penulisan pengurangan menjadi lebih singkat dan mudah dipahami.

3. Cara Berhitung Mundur

Berhitung mundur adalah cara menghitung dari angka yang lebih besar menuju angka yang lebih kecil untuk menentukan hasil pengurangan.

Caranya sederhana:

  1. Ingat angka awal.

  2. Simpan angka awal di kepala.

  3. Hitung mundur sebanyak angka yang dikurangkan.

  4. Angka terakhir adalah hasil pengurangan.

Contoh 1: (8 - 3 = \ldots)

Kita mulai dari angka 8, kemudian mundur sebanyak 3 langkah.

  • Langkah pertama: 7.

  • Langkah kedua: 6.

  • Langkah ketiga: 5.

Jadi, 8 − 3 = 5.

Contoh 2: (10 - 2 = \ldots)

Mulai dari angka 10, lalu hitung mundur 2 langkah.

10 → 9 → 8

Jadi, 10 − 2 = 8.

Contoh 3: (12 - 4 = \ldots)

Mulai dari angka 12, lalu hitung mundur 4 langkah.

12 → 11 → 10 → 9 → 8

Jadi, 12 − 4 = 8.

Contoh 4: (15 - 3 = \ldots)

Mulai dari angka 15, lalu hitung mundur 3 langkah.

15 → 14 → 13 → 12

Jadi, 15 − 3 = 12.

4. Menggunakan Jari untuk Berhitung Mundur

Anak-anak dapat menggunakan jari untuk membantu menghitung mundur.

Contoh:

7 − 2 = ...

  • Ingat angka 7.

  • Hitung mundur dua langkah: 6, lalu 5.

  • Hasilnya adalah 5.

Jadi, 7 − 2 = 5.

Ingat, saat berhitung mundur, kita mulai dari angka sebelum angka awal. Jika mulai dari 7 dan dikurangi 2, kita menghitung 6 dan 5, bukan menghitung angka 7 kembali.

5. Contoh Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

🍩 Contoh 1: Donat

Ada 5 donat di atas piring. Kemudian, 2 donat dimakan.

Berapa donat yang tersisa?

5 − 2 = 3

Jadi, tersisa 3 donat.

✏️ Contoh 2: Pensil

Dina mempunyai 9 pensil. Ia memberikan 3 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina sekarang?

9 − 3 = 6

Jadi, Dina mempunyai 6 pensil.

⚽ Contoh 3: Bola

Beni memiliki 10 bola mainan. Sebanyak 4 bola dimasukkan ke dalam kotak lain.

Berapa bola yang tersisa?

10 − 4 = 6

Jadi, tersisa 6 bola.

🍎 Contoh 4: Apel

Ada 14 apel. Sebanyak 2 apel diambil.

14 − 2 = 12

Jadi, tersisa 12 apel.


🎲 KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Ayo Tebak Tanda!

Guru menunjukkan kartu simbol pengurangan ((-)) kepada peserta didik.

Guru menjelaskan bahwa tanda tersebut merupakan tanda kurang yang dibaca “dikurangi”.

Peserta didik kemudian membuat bentuk garis mendatar di udara menggunakan jari telunjuk.

Guru mengajak peserta didik mengucapkan bersama-sama:

“Tanda kurang berarti dikurangi atau diambil!”


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, kerjakan soal berikut dengan teliti. Gunakan cara berhitung mundur jika diperlukan.

A. Pengurangan Menggunakan Benda

1. 🍎🍎🍎🍎🍎

Ada 5 apel. Sebanyak 2 apel diambil. Berapa apel yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

2. ✏️✏️✏️✏️✏️✏️

Ada 6 pensil. Sebanyak 3 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

3. 🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩

Ada 8 donat. Sebanyak 2 donat dimakan. Berapa donat yang tersisa?

Jawab: ....................................................................................

B. Hitunglah dengan Benar!

4. (7 - 2 =  )

Jawab: ....................................................................................

5. (8 - 3 =  )

Jawab: ....................................................................................

6. (10 - 4 =  )

Jawab: ....................................................................................

7. (12 - 2 =  )

Jawab: ....................................................................................

8. (14 - 3 =   )

Jawab: ....................................................................................

9. (15 - 5 =  )

Jawab: ....................................................................................

10. (18 - 3 =  )

Jawab: ....................................................................................


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan kegiatan berhitung, praktik menggunakan kartu angka, dan hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 2.






🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid memahami konsep pengurangan sampai 20, mengenal simbol kurang (−), dan berlatih menghitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan sederhana.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat melakukan pengurangan sederhana sampai 20 dengan bantuan benda konkret atau garis bilangan, meskipun beberapa murid masih memerlukan bimbingan.

Tindak Lanjut Guru:

Guru memberikan latihan pengurangan secara bertahap menggunakan benda konkret dan garis bilangan serta membimbing murid yang masih kesulitan memahami simbol kurang dan menghitung mundur.


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang konsep pengurangan sampai 20, mengenal tanda kurang ((-)), dan berhitung mundur.

Kita telah mengetahui bahwa tanda kurang digunakan untuk menunjukkan pengurangan. Kita juga berlatih menghitung mundur untuk menemukan jumlah benda yang tersisa dengan lebih mudah.

Mari terus berlatih dengan teliti, sabar, dan semangat. Jika belum bisa, jangan menyerah. Kita dapat belajar sedikit demi sedikit sampai memahami caranya.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, rajin belajar, sabar, teliti, dan tidak mudah menyerah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Kamis, 22 Oktober 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Mempraktikkan Kegiatan yang Sesuai dengan Aturan Keluarga
Pertemuan Ke: 7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang pernah membantu orang tua di rumah? Siapa yang merapikan mainan setelah bermain? Siapa yang menaruh sepatu pada tempatnya?

Kegiatan tersebut merupakan contoh kebiasaan baik dalam mematuhi aturan keluarga. Hari ini kita akan belajar dan mempraktikkan cara menaati aturan sederhana di rumah.

Yuk, belajar dengan semangat dan biasakan melakukan kebaikan mulai dari diri sendiri! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga serta mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan melalui kegiatan sederhana.

Peserta didik diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai aturan yang berlaku dalam keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyebutkan contoh aturan sederhana di rumah.

  2. Mengenali perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  3. Menjelaskan manfaat melakukan kebiasaan baik di rumah.

  4. Mempraktikkan kegiatan sederhana sesuai aturan keluarga.

  5. Membiasakan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa mematuhi aturan dapat membantu menjaga rumah tetap rapi, bersih, aman, dan nyaman.

Peserta didik juga belajar memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan memahami tindakan yang sebaiknya dilakukan di rumah.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari, seperti menaruh sepatu pada tempatnya, menaruh tas setelah pulang, merapikan mainan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memahami bahwa mematuhi aturan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui pengamatan gambar, demonstrasi kebiasaan baik, praktik sederhana, tanya jawab, dan LKPD memilih gambar yang menunjukkan perilaku mematuhi aturan.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenali kembali aturan sederhana yang berlaku di rumah.

  2. Membedakan perilaku yang mematuhi dan melanggar aturan.

  3. Mempraktikkan kebiasaan baik sesuai aturan keluarga.

  4. Membiasakan diri melakukan kegiatan yang tertib dan bertanggung jawab di rumah.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Tanya jawab, demonstrasi, pengamatan gambar, praktik langsung, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar kegiatan di rumah.

  • Gambar perilaku mematuhi dan melanggar aturan.

  • Benda konkret, seperti sepatu, tas, dan mainan.

  • Papan tulis.

  • LKPD.

  • Alat tulis.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang aturan di rumah.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah membantu orang tua di rumah?

  2. Siapa yang merapikan mainan setelah bermain?

  3. Di mana kalian menaruh sepatu setelah digunakan?

  4. Apa yang kalian lakukan setelah pulang sekolah?

Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan kegiatan mempraktikkan aturan keluarga.

Guru menjelaskan bahwa mematuhi aturan tidak cukup hanya dengan mengetahui aturan. Kita juga perlu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, jika aturan di rumah adalah merapikan mainan, kita harus memasukkan mainan ke tempatnya setelah selesai bermain.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

🌳 Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dan memberikan kemampuan kepada kita untuk melakukan berbagai kebaikan.

Kita dapat menggunakan tangan dan tubuh untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti merapikan mainan, menaruh sepatu dan tas pada tempatnya, serta membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Contoh Perilaku Bersyukur

Sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt., kita dapat membiasakan diri untuk:

  • Menjaga kebersihan rumah.

  • Merapikan barang setelah digunakan.

  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.

  • Menjaga barang milik sendiri.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

Pesan untuk anak-anak:

Mari gunakan kemampuan yang diberikan Allah Swt. untuk melakukan kebaikan. Mulailah dari kebiasaan kecil di rumah agar kehidupan keluarga menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman.


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mematuhi Aturan di Rumah

Aturan di rumah adalah aturan yang perlu dipatuhi oleh anggota keluarga agar kehidupan sehari-hari berjalan dengan tertib dan nyaman.

Mematuhi aturan berarti melakukan hal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan aturan keluarga.

Contohnya, jika kita selesai bermain, kita perlu merapikan mainan. Jika pulang sekolah, kita menaruh tas di tempat yang sudah ditentukan.

2. Contoh Kegiatan yang Sesuai dengan Aturan Keluarga

👟 A. Menaruh Sepatu pada Tempatnya

Setelah menggunakan sepatu, kita harus meletakkannya di tempat sepatu.

Manfaatnya:

  • Sepatu mudah ditemukan.

  • Rumah terlihat lebih rapi.

  • Sepatu tidak mengganggu jalan.

🎒 B. Menaruh Tas pada Tempatnya

Setelah pulang sekolah, kita meletakkan tas di tempat yang sudah disediakan.

Manfaatnya:

  • Tas tidak berserakan.

  • Rumah menjadi lebih rapi.

  • Tas mudah ditemukan ketika akan digunakan kembali.

🧸 C. Merapikan Mainan

Setelah selesai bermain, kita memasukkan mainan ke dalam kotak atau meletakkannya di tempat semula.

Manfaatnya:

  • Mainan tidak berserakan.

  • Rumah atau kamar menjadi lebih rapi.

  • Mainan tidak mudah hilang.

🗑️ D. Membuang Sampah pada Tempatnya

Jika memiliki sampah, kita harus membuangnya ke tempat sampah.

Manfaatnya:

  • Rumah tetap bersih.

  • Lingkungan menjadi nyaman.

  • Kita belajar menjaga kebersihan.

🛏️ E. Merapikan Tempat Tidur

Setelah bangun tidur, kita dapat merapikan selimut dan bantal dengan bimbingan orang tua jika diperlukan.

Manfaatnya:

  • Tempat tidur menjadi rapi.

  • Kamar terlihat bersih.

  • Kita belajar bertanggung jawab terhadap barang yang digunakan.

3. Perilaku yang Mematuhi dan Melanggar Aturan

Perhatikan contoh berikut!

Mematuhi Aturan ✅Tidak Mematuhi Aturan ❌
Menaruh sepatu di rak sepatu.Membiarkan sepatu berserakan.
Menaruh tas di tempatnya.Meletakkan tas sembarangan.
Merapikan mainan setelah bermain.Membiarkan mainan berserakan.
Membuang sampah ke tempat sampah.Membuang sampah ke lantai.
Merapikan tempat tidur.Membiarkan tempat tidur berantakan.

Anak-anak, mematuhi aturan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Kita tidak harus menunggu disuruh berkali-kali untuk melakukan kebiasaan baik.


🎯 KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Mengamati Contoh Perilaku

Guru menunjukkan gambar kegiatan di rumah, seperti:

  1. Anak menaruh sepatu di rak.

  2. Anak menaruh tas di tempatnya.

  3. Anak merapikan mainan.

  4. Anak membuang sampah pada tempatnya.

  5. Anak membiarkan mainan berserakan.

  6. Anak membuang sampah sembarangan.

Peserta didik mengamati gambar dan menjawab pertanyaan guru.

  • Gambar mana yang menunjukkan perilaku baik?

  • Gambar mana yang menunjukkan perilaku tidak sesuai dengan aturan?

  • Mengapa kita harus melakukan kebiasaan baik di rumah?

Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik.

Kegiatan 2 — Mempraktikkan Kebiasaan Baik

Guru memperagakan beberapa kegiatan sederhana, kemudian peserta didik mengikuti praktik sesuai arahan dan ketersediaan benda.

👟 Praktik Menaruh Sepatu

Peserta didik mempraktikkan cara meletakkan sepatu pada tempatnya.

🎒 Praktik Menaruh Tas

Peserta didik menunjukkan cara menaruh tas di tempat yang telah disediakan.

🧸 Praktik Merapikan Mainan

Peserta didik mengambil mainan yang digunakan dalam kegiatan, kemudian meletakkannya kembali ke tempat semula.

🗑️ Praktik Membuang Sampah

Peserta didik mempraktikkan cara membuang sampah ke tempat sampah.

Setelah praktik, guru bertanya:

  • Apa yang sedang kamu lakukan?

  • Mengapa barang harus diletakkan pada tempatnya?

  • Bagaimana keadaan rumah jika semua barang dirapikan?

Peserta didik menyampaikan jawaban dengan bahasa sederhana.


✏️ LKPD PERTEMUAN 7






🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid memahami dan mengenal berbagai kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga melalui latihan soal, seperti membantu orang tua, merapikan tempat tidur, dan menjaga kebersihan rumah.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat mengidentifikasi kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga dan mengerjakan latihan soal dengan baik, meskipun beberapa murid masih memerlukan bimbingan.

Tindak Lanjut Guru:

Guru membimbing murid untuk membiasakan diri menaati aturan keluarga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar.


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang mempraktikkan kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga.

Kita telah belajar menaruh sepatu dan tas pada tempatnya, merapikan mainan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kerapian rumah.

Mari kita biasakan melakukan hal-hal baik tanpa harus selalu diingatkan. Mulailah dari kebiasaan sederhana agar rumah menjadi bersih, rapi, dan nyaman.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, disiplin, bertanggung jawab, suka membantu orang tua, dan selalu membiasakan perilaku baik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu