Minggu, 01 November 2026

Senin, 2 November 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Pemahaman simbol sama dengan (=) pada penjumlahan

Pertemuan Ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                     

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang masih ingat pelajaran penjumlahan sebelumnya?

Misalnya, ada 4 apel, kemudian ditambah 3 apel. Jumlah seluruhnya menjadi 7 apel.

Kita dapat menuliskannya seperti ini:

4 + 3 menjadi 7

Nah, tahukah kalian bahwa dalam matematika ada tanda khusus untuk menggantikan kata menjadi?

Tanda tersebut adalah:

=

Tanda tersebut dibaca sama dengan.

Jadi, tulisan tadi dapat dibuat lebih singkat menjadi:

4 + 3 = 7

Dibaca: empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Hari ini kita akan belajar mengenal tanda sama dengan (=) dan menggunakannya dalam penjumlahan.

Yuk, belajar berhitung bersama! 🔢💗

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami simbol sama dengan (=) pada operasi penjumlahan sederhana. Peserta didik dapat mengenali fungsi tanda sama dengan, mengubah kalimat sederhana yang menggunakan kata "menjadi" ke dalam kalimat matematika, serta menuliskan hasil penjumlahan menggunakan simbol (+) dan (=) dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal lambang sama dengan (=).

  2. Menyebutkan cara membaca tanda sama dengan.

  3. Mengetahui fungsi tanda sama dengan dalam penjumlahan.

  4. Mengubah tulisan penjumlahan yang menggunakan kata "menjadi" menjadi simbol (=).

  5. Menuliskan kalimat matematika menggunakan tanda (+) dan (=).

  6. Menghitung hasil penjumlahan menggunakan benda konkret.

  7. Menyampaikan hasil penjumlahan secara lisan dan tertulis.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar mengenal tanda sama dengan (=).

Tanda sama dengan memiliki bentuk dua garis mendatar yang sejajar.

Perhatikan bentuknya:

=

Tanda tersebut dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Contoh:

4 + 3 = 7

Artinya, hasil dari 4 ditambah 3 adalah 7.

Kita juga dapat membacanya:

Empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Anak-anak belajar untuk:

  • Mengenali bentuk tanda sama dengan (=).

  • Menyebutkan cara membaca tanda sama dengan.

  • Mengetahui kegunaan tanda sama dengan.

  • Menggunakan tanda sama dengan dalam penjumlahan.

  • Menghitung hasil penjumlahan dengan teliti.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Tanda sama dengan sering kita gunakan ketika menuliskan hasil penjumlahan.

Contohnya:

🍎 Ada 3 apel, kemudian ditambah 2 apel.

3 + 2 = 5

✏️ Ada 4 pensil, kemudian ditambah 3 pensil.

4 + 3 = 7

🍬 Ada 5 permen, kemudian ditambah 4 permen.

5 + 4 = 9

Tanda sama dengan membuat penulisan matematika menjadi lebih singkat dan rapi.

Kita tidak perlu menulis kata "menjadi" berulang kali. Kita cukup menggunakan tanda sama dengan (=).

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • 🔢 Bermain "Mencari Angka".

  • 🙌 Mempraktikkan bentuk tanda sama dengan menggunakan jari.

  • 🍎 Menghitung benda secara bersama-sama.

  • ✏️ Mengubah kata "menjadi" menjadi tanda (=).

  • 🤝 Menggabungkan dua kelompok benda bersama teman.

  • 📝 Mengerjakan LKPD penjumlahan sederhana.

Dengan belajar sambil bermain, anak-anak akan lebih mudah mengenal tanda sama dengan dan menggunakannya dalam penjumlahan.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep penjumlahan sederhana.

  2. Mengenal bentuk dan cara membaca tanda sama dengan (=).

  3. Memahami fungsi tanda sama dengan dalam penjumlahan.

  4. Mengubah kata "menjadi" menjadi tanda sama dengan (=).

  5. Menggunakan tanda (+) dan (=) dalam kalimat matematika.

  6. Menghitung hasil penjumlahan dengan benda konkret.

  7. Menuliskan hasil penjumlahan dengan benar.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami konsep melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan menyimpulkan.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab.

  • Demonstrasi.

  • Mengamati simbol matematika.

  • Praktik menggunakan benda konkret.

  • Latihan mandiri.

  • Penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

  • Kartu angka.

  • Kartu tanda tambah (+).

  • Kartu tanda sama dengan (=).

  • Benda konkret untuk berhitung.

  • Papan tulis.

  • Buku tulis dan pensil.

  • LKPD.

🌼 APERSEPSI

Anak-anak, coba ingat kembali pelajaran penjumlahan sebelumnya.

Ibu Guru bertanya:

🌷 Jika ada 4 apel kemudian ditambah 3 apel, berapa jumlah semuanya?

🌷 Apa tanda yang digunakan untuk penjumlahan?

🌷 Jika kita ingin menuliskan hasilnya, apa yang biasanya kita tulis setelah tanda tambah?

Sekarang, perhatikan contoh berikut!

4 + 3 menjadi 7

Dalam matematika, kata "menjadi" dapat diganti dengan tanda khusus, yaitu tanda sama dengan (=).

Jadi, penulisannya menjadi:

4 + 3 = 7

Lebih singkat dan lebih rapi, bukan?

Hari ini kita akan berlatih menggunakan tanda sama dengan dalam penjumlahan.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan penuh keteraturan dan keseimbangan.

Dalam matematika, kita juga belajar mengenal keseimbangan melalui tanda sama dengan (=).

Tanda sama dengan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah yang sama.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan mizan (keadilan/keseimbangan)."

(QS. Ar-Rahman: 7)

Ayat tersebut mengingatkan kita tentang keseimbangan yang Allah ciptakan.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Menghitung dengan teliti.

🌷 Mengenal tanda sama dengan (=).

🌷 Memahami bahwa kedua sisi tanda sama dengan memiliki nilai yang sama.

🌷 Menggunakan ilmu untuk kegiatan sehari-hari.

🌷 Bersyukur atas kemampuan belajar yang diberikan Allah Swt.

🌙 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

1. Al-'Adl — Maha Adil

Allah Swt. adalah Al-'Adl, yaitu Maha Adil.

Kita belajar bersikap adil dan memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang perlu dihormati.

Dalam matematika, kita juga belajar mengenal kesamaan nilai melalui tanda sama dengan (=).

Contoh:

Ada 3 apel dan ditambah 2 apel.

3 + 2 = 5

Jumlahnya sama dengan 5.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menghitung dengan teliti dan mengenal nilai yang sama.

2. Al-'Alim — Maha Mengetahui

Allah Swt. adalah Al-'Alim, yaitu Maha Mengetahui.

Kita belajar menambah pengetahuan dengan rajin membaca, menghitung, dan berlatih.

Contoh:

Ali belajar menuliskan penjumlahan:

4 + 3 = 7

Ali berlatih agar semakin memahami simbol matematika.

3. Al-Hakim — Maha Bijaksana

Allah Swt. adalah Al-Hakim, yaitu Maha Bijaksana.

Kita belajar menggunakan ilmu dengan baik dan berpikir sebelum menjawab suatu pertanyaan.

Contoh:

Ketika mengerjakan soal penjumlahan, Siti menghitung terlebih dahulu, kemudian menuliskan hasilnya menggunakan tanda sama dengan.

Siti belajar untuk teliti dan tidak terburu-buru dalam mengerjakan soal.

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Tanda Sama Dengan (=)

Anak-anak, perhatikan tanda berikut!

=

Tanda tersebut disebut tanda sama dengan.

Tanda sama dengan memiliki dua garis mendatar yang sejajar.

Tanda ini digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Contoh:

2 + 3 = 5

Artinya, dua ditambah tiga sama dengan lima.

4 + 2 = 6

Artinya, empat ditambah dua sama dengan enam.

5 + 3 = 8

Artinya, lima ditambah tiga sama dengan delapan.

2. Mengubah Kata "Menjadi" Menjadi Tanda (=)

Dalam penjumlahan, kita sering menggunakan kata "menjadi" ketika menyebutkan hasil hitungan.

Contoh:

3 + 2 menjadi 5

Dalam penulisan matematika, kata "menjadi" dapat diganti dengan tanda sama dengan (=).

Jadi:

3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

4 + 3 menjadi 7

Diubah menjadi:

4 + 3 = 7

5 + 2 menjadi 7

Diubah menjadi:

5 + 2 = 7

6 + 3 menjadi 9

Diubah menjadi:

6 + 3 = 9

Ingat, anak-anak! Kata "menjadi" dapat diganti dengan tanda sama dengan (=) agar penulisan matematika lebih singkat.

3. Mengenal Perbedaan Tanda (+) dan (=)

Anak-anak, dalam penjumlahan kita menggunakan dua tanda yang berbeda.

Tanda tambah (+)

Digunakan untuk menjumlahkan atau menggabungkan bilangan.

Contoh:

3 + 2

Artinya, 3 ditambah 2.

Tanda sama dengan (=)

Digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Contoh:

3 + 2 = 5

Artinya, 3 ditambah 2 sama dengan 5.

Jadi, tanda tambah (+) dan tanda sama dengan (=) memiliki kegunaan yang berbeda.

4. Cara Menulis Kalimat Penjumlahan

Agar tidak salah menulis, ikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Tentukan bilangan pertama.

Contoh: 4.

Langkah 2: Tentukan bilangan yang akan ditambahkan.

Contoh: 3.

Langkah 3: Tuliskan tanda tambah (+).

Menjadi:

4 + 3

Langkah 4: Hitung hasil penjumlahannya.

4 ditambah 3 sama dengan 7.

Langkah 5: Gunakan tanda sama dengan (=).

Hasil akhirnya:

4 + 3 = 7

Mudah, bukan?

5. Contoh Penjumlahan Menggunakan Benda

Perhatikan contoh berikut!

Contoh 1: Buah Apel 🍎

Ada 3 apel. Kemudian, ditambah 2 apel.

Gambar:

🍎 🍎 🍎 + 🍎 🍎

Jumlah seluruh apel ada 5.

Kalimat matematika:

3 + 2 = 5

Contoh 2: Pensil ✏️

Ada 4 pensil. Kemudian, ditambah 3 pensil.

Jumlah seluruh pensil ada 7.

Kalimat matematika:

4 + 3 = 7

Contoh 3: Permen 🍬

Ada 5 permen. Kemudian, ditambah 4 permen.

Jumlah seluruh permen ada 9.

Kalimat matematika:

5 + 4 = 9

Dengan menggunakan benda konkret, kita dapat menghitung jumlah seluruh benda dengan lebih mudah.

✏️ YUK BERLATIH!

A. Ganti Kata "Menjadi" dengan Tanda (=)

Tuliskan kembali kalimat penjumlahan berikut menggunakan tanda sama dengan (=)!

1. 3 + 2 menjadi 5.

Jawab: ....................................................................

2. 4 + 1 menjadi 5.

Jawab: ....................................................................

3. 6 + 2 menjadi 8.

Jawab: ....................................................................

4. 5 + 3 menjadi 8.

Jawab: ....................................................................

5. 7 + 2 menjadi 9.

Jawab: ....................................................................

B. Hitung Hasil Penjumlahannya

Isilah titik-titik dengan jawaban yang benar!

6. 2 + 3 = ....

7. 4 + 4 = ....

8. 6 + 3 = ....

9. 8 + 2 = ....

10. 10 + 5 = ....


💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Tindak Lanjut

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita sudah belajar mengenal dan menggunakan tanda sama dengan (=) pada penjumlahan. 💗

Kita belajar bahwa tanda sama dengan memiliki bentuk dua garis mendatar dan dibaca "sama dengan".

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mengenal tanda sama dengan (=).

🌷 Aku tahu bahwa tanda (=) dibaca sama dengan.

🌷 Aku dapat menggunakan tanda (+) untuk penjumlahan.

🌷 Aku dapat mengganti kata "menjadi" dengan tanda (=).

🌷 Aku dapat menuliskan hasil penjumlahan dengan benar.

🌷 Aku menghitung dengan teliti dan tidak mudah menyerah.

Semoga kita menjadi anak yang rajin belajar, teliti, dan selalu bersyukur atas ilmu yang diberikan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu