Rabu, 04 November 2026

Rabu, 4 November 2026 - 1.B - Seni Rupa

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengapresiasikan Diri Sendiri melalui Refleksi Karya
Pertemuan Ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pelajaran sebelumnya tentang menggabungkan bentuk, garis, dan warna?

Kita sudah belajar membuat gambar menggunakan berbagai bentuk, seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan oval. Kita juga sudah mengenal garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

Nah, hari ini kita akan melanjutkan kegiatan membuat karya seni. Kita akan menggambar objek yang ada di lingkungan sekitar, kemudian melihat kembali hasil gambar yang sudah dibuat.

Setelah selesai, kita akan belajar menghargai karya sendiri dengan mengenali bagian yang paling disukai, bagian yang sudah dikerjakan dengan baik, serta bagian yang ingin diperbaiki.

Anak-anak, setiap karya memiliki keunikan masing-masing. Tidak harus sama dengan karya teman. Yang terpenting adalah kita mau berusaha, berani mencoba, dan bangga terhadap hasil pekerjaan sendiri.

Yuk, siapkan alat gambarmu dan berkarya dengan penuh semangat! 🎨

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu membuat karya seni rupa sederhana berdasarkan hasil pengamatan terhadap objek di lingkungan sekitar dengan menggunakan unsur-unsur rupa. Peserta didik mampu mengenali unsur rupa yang digunakan dalam karya, menyampaikan pengalaman selama berkarya, serta mengapresiasi hasil karya sendiri dengan mengenali kelebihan dan hal-hal yang ingin diperbaiki.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

Mengenali objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Memilih objek lingkungan yang akan dibuat menjadi gambar.

Menentukan bentuk dan warna objek yang akan digambar.

Membuat gambar sederhana menggunakan unsur-unsur rupa.

Menyelesaikan karya dengan rapi dan penuh tanggung jawab.

Menyebutkan unsur rupa yang digunakan dalam karya sendiri.

Menyampaikan pengalaman selama membuat karya seni.

Mengenali kelebihan dan bagian karya yang ingin diperbaiki.

Mengapresiasi dan menghargai hasil karya sendiri serta karya teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar memperhatikan kembali hasil karya yang sudah dibuat.

Setelah menggambar, jangan langsung menyimpan hasil pekerjaan. Coba amati kembali gambar kalian.

Perhatikan beberapa hal berikut:

🎨 Apakah gambar sudah selesai?

🌷 Bagian mana yang paling kamu sukai?

⭐ Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik?

✏️ Apakah ada bagian yang ingin kamu perbaiki?

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar mengenali hasil pekerjaan sendiri dan memahami bahwa setiap karya membutuhkan proses.

Anak-anak juga belajar bahwa kita tidak harus selalu menghasilkan gambar yang sempurna. Kita perlu berusaha, berlatih, dan berani mencoba kembali.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Membuat karya seni dapat dilakukan dengan mengamati berbagai objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya:

🏠 Rumah yang memiliki atap, pintu, dan jendela.

🌳 Pohon yang memiliki batang dan daun.

🌸 Bunga yang memiliki kelopak dan tangkai.

☀️ Matahari yang terlihat di langit.

🏫 Gedung sekolah tempat kita belajar.

Setelah membuat gambar, kita dapat melihat kembali hasil pekerjaan sendiri.

Misalnya, ketika menggambar pohon, kita dapat memperhatikan bentuk batang, garis yang digunakan, dan warna daun.

Kita juga dapat menceritakan bagian gambar yang paling disukai serta bagian yang ingin diperbaiki.

Dengan kegiatan ini, peserta didik belajar menghargai proses berkarya dan memahami bahwa setiap hasil karya memiliki keunikan masing-masing.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🔎 Bermain tebak objek lingkungan.

🌳 Mengamati benda-benda di sekitar.

✏️ Menggambar objek lingkungan sesuai kreativitas.

🎨 Menyelesaikan gambar menggunakan warna.

⭐ Menunjukkan hasil karya kepada guru dan teman.

💗 Menceritakan bagian karya yang paling disukai.

🌷 Memberikan apresiasi terhadap hasil karya sendiri dan teman.

Mari berkarya dengan gembira dan jangan takut mencoba hal baru!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengamati berbagai objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Mengenali bentuk dan warna objek yang akan digambar.

Memilih objek lingkungan yang akan dijadikan karya seni.

Menentukan unsur rupa yang digunakan dalam gambar.

Membuat gambar sederhana berdasarkan hasil pengamatan.

Menyelesaikan gambar dengan rapi dan penuh tanggung jawab.

Mengamati kembali hasil karya sendiri.

Menyebutkan kelebihan dan bagian karya yang ingin diperbaiki.

Menyampaikan pengalaman selama membuat karya.

Menunjukkan dan menghargai hasil karya sendiri serta karya teman.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Reflective Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik membuat karya, mengamati kembali hasil pekerjaan, mengenali kelebihan dan hal yang ingin diperbaiki, serta menyampaikan pengalaman selama berkarya.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Mengamati objek dan gambar.

Demonstrasi.

Praktik menggambar.

Penugasan.

Presentasi sederhana.

Refleksi karya.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Gambar berbagai objek lingkungan.

Contoh hasil karya seni rupa sederhana.

Objek yang terdapat di lingkungan sekitar.

Kertas gambar.

Pensil dan penghapus.

Krayon atau pensil warna.

LKPD Seni Rupa.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kembali gambar yang pernah kalian buat!

Apakah kalian pernah menggambar rumah?

Apakah kalian pernah menggambar pohon atau bunga?

Warna apa saja yang kalian gunakan ketika menggambar?

Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil menyelesaikan sebuah gambar?

Sekarang, bayangkan kalian sudah selesai membuat gambar lingkungan sekitar.

Coba perhatikan kembali hasil gambar tersebut.

Apakah gambarnya sudah selesai?

Apakah kalian sudah memberikan warna?

Bagian mana yang paling kalian sukai?

Nah, hari ini kita akan belajar membuat dan menyelesaikan karya seni, kemudian melihat kembali hasilnya untuk mengetahui bagian yang sudah baik dan bagian yang masih ingin diperbaiki.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan lingkungan di sekitar kita dengan sangat indah dan beragam.

Ada langit, pohon, bunga, hewan, dan berbagai benda yang dapat kita amati. Allah memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk berkarya, dan akal untuk berpikir.

Melalui kegiatan menggambar, mari kita mengenal keindahan ciptaan Allah Swt., mensyukurinya, dan belajar menjaga lingkungan dengan baik.

Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan berbagai macam makhluk dan tumbuh-tumbuhan di bumi sebagai tanda bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Hal ini juga sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan. Rasulullah saw. mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan.

Oleh karena itu, setelah mengenal dan menikmati keindahan ciptaan Allah Swt., mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya.

Melalui pembelajaran seni rupa, kita belajar:

🌷 Mengamati keindahan alam dengan teliti.

🌷 Mengenal berbagai objek di lingkungan sekitar.

🌷 Mengembangkan kreativitas melalui kegiatan menggambar.

🌷 Menggunakan kemampuan tangan untuk menghasilkan karya.

🌷 Menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan.

🌷 Bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Mari menggunakan kemampuan yang telah diberikan Allah Swt. untuk membuat karya yang baik dan tetap menjaga alam di sekitar kita.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Karya Seni Rupa

Karya seni rupa adalah hasil kegiatan membuat sesuatu yang dapat dilihat dan dinikmati keindahannya.

Salah satu contoh karya seni rupa adalah gambar.

Kita dapat membuat gambar dari berbagai objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya:

🏠 Rumah.

🌳 Pohon.

🌸 Bunga.

🐦 Hewan.

🏫 Sekolah.

☀️ Matahari.

🌈 Pemandangan alam.

Setiap anak dapat membuat gambar sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing.

2. Mengamati Objek Lingkungan Sekitar

Sebelum menggambar, kita perlu mengamati objek yang ada di sekitar.

Mengamati berarti memperhatikan sesuatu dengan saksama.

Contohnya:

A. Pohon

Pohon memiliki batang, ranting, dan daun.

B. Bunga

Bunga memiliki kelopak, tangkai, dan daun.

C. Rumah

Rumah memiliki atap, pintu, jendela, dan dinding.

D. Matahari

Matahari terlihat di langit dan dapat digambarkan menggunakan bentuk lingkaran.

Dengan mengamati objek, kita dapat mengetahui bentuk dan warna yang akan digunakan untuk membuat gambar.

3. Mengenal Unsur Rupa dalam Karya

Ketika membuat gambar, kita dapat menggunakan beberapa unsur rupa yang sudah dipelajari.

A. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda.

Contoh bentuk yang dapat digunakan:

Lingkaran.

Persegi.

Segitiga.

Oval.

B. Garis

Garis merupakan goresan yang dibuat menggunakan alat gambar.

Contoh garis:

Garis lurus.

Garis lengkung.

Garis zig-zag.

Garis bergelombang.

C. Warna

Warna membuat gambar terlihat lebih indah dan menarik.

Contoh warna:

Merah.

Kuning.

Biru.

Hijau.

Jingga.

Ungu.

Bentuk, garis, dan warna dapat digunakan bersama-sama untuk menghasilkan sebuah gambar.

4. Membuat Karya Berdasarkan Pengamatan

Membuat karya dapat dimulai dengan memperhatikan objek yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya, ketika menggambar taman:

Bentuk sederhana dapat digunakan untuk menggambar pohon.

Garis dapat digunakan untuk membuat batang pohon.

Daun dapat diberi warna hijau.

Bunga dapat diberi warna merah, kuning, atau ungu.

Matahari dapat dibuat menggunakan bentuk lingkaran.

Setiap peserta didik boleh membuat gambar yang berbeda sesuai dengan kreativitasnya.

5. Menyelesaikan Karya dengan Baik

Setelah gambar selesai dibuat, kita perlu memperhatikan kembali hasil pekerjaan.

Hal-hal yang dapat dilakukan:

Melengkapi bagian gambar yang belum selesai.

Memberikan warna pada gambar.

Merapikan hasil gambar.

Memastikan gambar sudah selesai dikerjakan.

Menjaga alat gambar agar tetap rapi.

Menyelesaikan karya membutuhkan usaha, ketelitian, dan tanggung jawab.

6. Mengapresiasi Karya Sendiri

Mengapresiasi karya sendiri berarti menghargai dan mengakui usaha yang telah dilakukan ketika membuat sebuah karya.

Setelah selesai menggambar, kita dapat memperhatikan kembali hasil pekerjaan.

Contohnya:

“Aku senang karena berhasil menggambar rumah.”

“Aku bangga karena sudah mewarnai gambar dengan rapi.”

“Aku sudah berusaha menggambar pohon dengan baik.”

“Aku ingin berlatih lagi agar gambarku semakin bagus.”

Kita tidak perlu merasa malu terhadap hasil karya sendiri.

Setiap anak memiliki kemampuan dan kreativitas yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap usaha yang telah dilakukan.

7. Mengenali Kelebihan dan Hal yang Ingin Diperbaiki

Setelah membuat gambar, kita dapat melihat bagian yang sudah baik dan bagian yang masih ingin diperbaiki.

Contoh kelebihan karya:

Gambar sudah selesai.

Warna yang digunakan menarik.

Bentuk objek terlihat jelas.

Gambar dibuat dengan rapi.

Contoh hal yang ingin diperbaiki:

Ingin mewarnai dengan lebih rapi.

Ingin menambahkan objek lain.

Ingin membuat garis lebih jelas.

Ingin mencoba menggunakan warna yang berbeda.

Hal yang perlu diingat adalah kekurangan bukan alasan untuk menyerah. Kita dapat belajar dan mencoba kembali agar hasil karya berikutnya menjadi lebih baik.

8. Langkah-Langkah Membuat dan Merefleksikan Karya

Sekarang, mari kita ikuti langkah-langkah berikut.

A. Siapkan alat dan bahan

Kertas gambar.

Pensil.

Penghapus.

Krayon atau pensil warna.

B. Amati lingkungan

Perhatikan benda atau objek yang ada di sekitar rumah maupun sekolah.

C. Pilih objek

Tentukan objek yang ingin digambar, misalnya rumah, pohon, bunga, atau sekolah.

D. Buat gambar

Gambarlah objek sesuai dengan hasil pengamatan.

E. Warnai gambar

Gunakan warna sesuai kreativitas masing-masing.

F. Selesaikan karya

Perhatikan kembali gambar, kemudian lengkapi bagian yang belum selesai.

G. Lakukan refleksi

Amati kembali hasil karya dan pikirkan bagian yang paling disukai serta bagian yang ingin diperbaiki.

H. Hargai hasil karya

Banggalah terhadap hasil pekerjaan sendiri dan berikan apresiasi terhadap karya teman.

⭐ KEGIATAN 1 — MENGENAL DAN MENGAPRESIASI KARYA SENDIRI

Setelah selesai menggambar, perhatikan kembali hasil karyamu!

Coba jawab pertanyaan berikut:

  1. Apa objek yang kamu gambar?

  2. Bentuk apa saja yang kamu gunakan?

  3. Garis apa saja yang kamu gunakan?

  4. Warna apa saja yang kamu gunakan?

  5. Bagian mana yang paling kamu sukai?

Setelah itu, ceritakan hasil gambarmu kepada guru atau teman.

Ingat, kita harus bangga dengan hasil karya sendiri dan tidak boleh mengejek karya teman.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali unsur rupa yang digunakan dan mengapresiasi hasil karya sendiri.

🌷 KEGIATAN 2 — MEREFLEKSI HASIL KARYA

Sekarang, mari kita melihat kembali hasil gambar yang sudah dibuat.

Perhatikan gambar dengan baik, kemudian pikirkan beberapa hal berikut:

Apakah gambarku sudah selesai?

Bagian mana yang paling bagus menurutku?

Apa yang sudah aku lakukan dengan baik?

Bagian mana yang masih ingin aku perbaiki?

Apa yang ingin aku coba pada gambar berikutnya?

Peserta didik menyampaikan jawaban menggunakan kalimat sederhana.

Contoh:

“Aku senang menggambar pohon. Aku suka warna daunnya. Aku ingin membuat batang pohon lebih rapi pada gambar berikutnya.”

Guru memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban dan hasil karya peserta didik.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali kelebihan dan hal yang ingin diperbaiki melalui kegiatan refleksi sederhana.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Mengapresiasikan Diri Sendiri melalui Refleksi Karya

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

🌱 Refleksi Peserta Didik

🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 Tindak Lanjut

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar membuat karya seni, mengamati kembali hasil gambar, dan mengapresiasi karya sendiri. 💗

Kita telah belajar bahwa membuat karya membutuhkan usaha, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Setiap anak memiliki kreativitas dan hasil karya yang berbeda-beda.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku berani mencoba membuat karya seni.

🌷 Aku dapat mengamati objek di lingkungan sekitar.

🌷 Aku dapat menggunakan bentuk, garis, dan warna dalam gambar.

🌷 Aku menyelesaikan karya dengan rapi.

🌷 Aku bangga terhadap hasil karyaku sendiri.

🌷 Aku mau memperbaiki kekurangan pada karya berikutnya.

🌷 Aku menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Aku bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Semoga kita menjadi anak yang kreatif, percaya diri, tekun, dan selalu bersyukur kepada Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 4 November 2026 - 1.B - Bahasa Indonesia

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Situasi Percakapan Sederhana tentang Keluarga dan Menentukan Cara Berkomunikasi yang Tepat
Pertemuan Ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu semangat untuk belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa terlebih dahulu agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam memahami pelajaran hari ini. 🤲

Pada pembelajaran kali ini, kita akan belajar memahami situasi dalam percakapan sederhana tentang keluarga. Kita juga akan berlatih menentukan perkataan dan tanggapan yang tepat sesuai dengan keadaan. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan ketika orang lain berbicara dan menggunakan bahasa yang santun, ya! 💗

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang kehidupan keluarga. Peserta didik mampu menemukan informasi penting, mengenali situasi yang terjadi dalam percakapan, serta menentukan cara bertanya, menjawab, meminta bantuan, dan menanggapi perkataan anggota keluarga dengan bahasa yang santun.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat, seperti bertanya, menjawab, meminta bantuan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan menanggapi perkataan anggota keluarga dengan santun.

🌷 MINDFUL (BERKESADARAN)

Anak-anak belajar menyimak percakapan dengan tenang, memahami keadaan yang sedang terjadi, dan memikirkan cara berbicara yang tepat.

Hal-hal yang perlu kita lakukan:

  • 👂 Mendengarkan percakapan sampai selesai.

  • 💬 Mengetahui siapa yang berbicara dan apa yang sedang dibicarakan.

  • 🧠 Memahami masalah atau kebutuhan dalam percakapan.

  • 🌷 Menentukan kalimat yang sesuai dengan situasi.

  • 🤝 Menghargai anggota keluarga ketika berbicara.

Contoh:

Ibu berkata, “Nak, Ibu sedang membawa banyak belanjaan. Bisakah kamu membantu Ibu?”

Anak menjawab, “Baik, Bu. Saya bantu bawakan.”

Dari percakapan tersebut, kita memahami bahwa Ibu membutuhkan bantuan. Jawaban yang tepat adalah bersedia membantu dengan bahasa yang santun.

🌷 MEANINGFUL (BERMAKNA)

Pembelajaran ini dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari anak ketika berbicara bersama keluarga.

Kita belajar menentukan cara berbicara yang tepat ketika:

  • Bertanya tentang kegiatan Ayah atau Ibu.

  • Meminta bantuan kepada Kakak.

  • Menjawab pertanyaan orang tua.

  • Meminta izin sebelum menggunakan barang milik anggota keluarga.

  • Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Menanggapi anggota keluarga yang sedang bercerita.

Contoh:

Adik ingin meminjam pensil milik Kakak.

Adik berkata, “Kak, bolehkah aku meminjam pensilmu?”

Kakak menjawab, “Boleh, tetapi setelah selesai, kembalikan, ya.”

Adik berkata, “Baik, Kak. Terima kasih.”

Melalui percakapan tersebut, kita belajar bahwa cara berbicara harus disesuaikan dengan situasi dan tetap menggunakan bahasa yang santun.

🌷 JOYFUL (MENYENANGKAN)

Anak-anak akan belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan usia kelas 1 SD.

Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Bermain “Apa yang Harus Aku Katakan?”

  • Menebak situasi dari gambar keluarga.

  • Memilih jawaban yang tepat dari beberapa pilihan.

  • Memasangkan situasi dengan kalimat yang sesuai.

  • Melengkapi percakapan sederhana.

  • Bermain peran menjadi Ayah, Ibu, Kakak, atau Adik.

  • Mempraktikkan percakapan bersama teman.

💗 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal percakapan sederhana dalam kehidupan keluarga.

  2. Menyimak percakapan tentang kegiatan sehari-hari di rumah.

  3. Menentukan tokoh dan topik percakapan.

  4. Menemukan informasi penting dari percakapan.

  5. Mengenali situasi atau keadaan yang terjadi dalam percakapan.

  6. Menentukan maksud atau kebutuhan anggota keluarga dalam percakapan.

  7. Menganalisis cara bertanya dan menjawab yang sesuai.

  8. Menentukan ungkapan santun sesuai dengan situasi.

  9. Membedakan tanggapan yang tepat dan kurang tepat dalam percakapan.

  10. Mempraktikkan percakapan sederhana tentang keluarga dengan santun.

  11. Menerapkan kebiasaan berkomunikasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

💗 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan mengamati, menyimak, menemukan informasi, menganalisis situasi, dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat.

Metode Pembelajaran:

  • Menyimak dan mengamati.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi sederhana.

  • Pemecahan masalah sederhana.

  • Praktik berpasangan.

  • Bermain peran.

  • Refleksi sederhana.

💗 MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Media yang digunakan dalam pembelajaran:

  • Gambar kegiatan keluarga.

  • Kartu situasi percakapan.

  • Kartu kalimat santun.

  • Kartu pilihan jawaban.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Video pembelajaran tentang percakapan keluarga.

💗 KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat. 🤲

Anak-anak, coba ingat kembali kegiatan kalian bersama keluarga di rumah!

🌷 Pernahkah kalian meminta bantuan kepada Ibu?

🌷 Apa yang kalian katakan ketika ingin meminjam barang milik Kakak?

🌷 Bagaimana cara menjawab ketika Ayah bertanya?

🌷 Apa yang sebaiknya kalian lakukan ketika tidak sengaja merusak barang milik Adik?

Wah, ternyata kita sering menghadapi berbagai situasi ketika berbicara dengan keluarga, ya!

Setiap situasi membutuhkan cara berbicara dan tanggapan yang tepat. Kita perlu memahami apa yang sedang terjadi agar dapat menentukan perkataan dan sikap yang baik.

Sekarang, mari kita perhatikan contoh berikut.

🌷 Percakapan Rani dan Ibu

Rani: “Ibu, bolehkah Rani membantu memasak?”

Rani ingin membantu Ibu.

Ibu: “Tentu, Nak. Tolong ambilkan sayuran di meja.”

Ibu menerima bantuan Rani dan memberikan tugas sederhana.

Rani: “Baik, Bu.”

Rani menjawab dengan santun.

Mari kita analisis!

  • Siapa yang ingin membantu? Rani.

  • Apa yang dibutuhkan Ibu? Bantuan mengambil sayuran.

  • Bagaimana cara Rani menjawab? Dengan sopan.

  • Mengapa jawaban Rani tepat? Karena sesuai dengan permintaan Ibu dan disampaikan dengan santun.

Dari percakapan tersebut, kita belajar bahwa sebelum menentukan jawaban, kita perlu memahami situasi terlebih dahulu.

Hari ini, kita akan belajar menganalisis situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat.

💗 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan mendengar, berbicara, dan memahami perkataan orang lain.

Kemampuan tersebut merupakan nikmat yang harus kita syukuri. Dengan kemampuan berbicara, kita dapat menyampaikan keinginan, meminta bantuan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan kasih sayang kepada keluarga.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk berkata baik dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Berbicara dengan lembut kepada Ayah dan Ibu.

  • Meminta bantuan menggunakan kata tolong.

  • Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Mendengarkan perkataan anggota keluarga dengan baik.

  • Memilih jawaban yang tidak menyakiti perasaan orang lain.

Mari kita bersyukur kepada Allah Swt. dengan membiasakan diri menggunakan perkataan yang baik.

Alhamdulillah. 🤲💗

💗 KETERKAITAN ASMAUL HUSNA

🌷 1. Ar-Rahman — Maha Pengasih

Allah Swt. adalah Ar-Rahman, Maha Pengasih.

Kita dapat menunjukkan kasih sayang kepada keluarga melalui perkataan dan tindakan yang baik.

Contoh:

  • Menanyakan kabar Ibu dengan lembut.

  • Membantu Ayah ketika membutuhkan bantuan.

  • Menghibur Adik yang sedang sedih.

  • Menjawab pertanyaan Kakak dengan baik.

🌷 2. Al-Latif — Maha Lembut

Allah Swt. adalah Al-Latif, yang bermakna Maha Lembut.

Peserta didik belajar menggunakan bahasa yang lembut ketika menghadapi berbagai situasi.

Contoh:

Kalimat kurang santun: “Ambilkan minum!”

Kalimat santun: “Kak, tolong ambilkan minum, ya.”

Kita belajar bahwa keinginan dapat disampaikan dengan cara yang lebih baik.

🌷 3. As-Sami' — Maha Mendengar

Allah Swt. adalah As-Sami', Maha Mendengar.

Peserta didik belajar membiasakan diri mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian.

Contoh:

  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Ibu.

  • Memperhatikan pertanyaan sebelum menjawab.

  • Mendengarkan cerita Kakak sampai selesai.

  • Tidak memotong pembicaraan orang lain.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar menyimak sebelum menentukan tanggapan.

💗 MATERI PEMBELAJARAN

💗 1. Mengenal Percakapan Sederhana

Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan dan menerima informasi.

Percakapan dapat terjadi di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Contoh percakapan dalam keluarga:

  • Anak bertanya kepada Ibu.

  • Ayah menanyakan kegiatan anak.

  • Kakak meminta bantuan kepada Adik.

  • Adik meminta izin menggunakan barang milik Kakak.

Dalam percakapan, kita perlu mendengarkan, memahami perkataan, dan memberikan tanggapan yang sesuai.

💗 2. Mengenal Situasi Percakapan

Situasi percakapan adalah keadaan yang sedang terjadi ketika dua orang atau lebih berbicara.

Untuk memahami situasi percakapan, kita dapat memperhatikan beberapa hal berikut.

Siapa yang berbicara?

Menentukan tokoh yang terlibat, misalnya Ayah, Ibu, Kakak, atau Adik.

Apa yang sedang dibicarakan?

Menentukan topik percakapan, misalnya kegiatan di rumah atau pekerjaan rumah.

Apa yang sedang terjadi?

Mengetahui kebutuhan, keinginan, atau masalah yang muncul dalam percakapan.

Apa yang sebaiknya dilakukan atau dikatakan?

Memilih jawaban dan sikap yang sesuai dengan situasi.

Contoh:

Ayah: “Nak, mengapa kamarmu masih berantakan?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya belum merapikan mainan.”

Ayah: “Kalau begitu, ayo rapikan bersama.”

Anak: “Baik, Yah.”

Hasil analisis:

  • Tokoh: Ayah dan anak.

  • Situasi: Kamar masih berantakan.

  • Masalah: Mainan belum dirapikan.

  • Tanggapan yang tepat: Mengakui kesalahan dan bersedia merapikan mainan.

  • Sikap yang baik: Jujur, santun, dan bertanggung jawab.

💗 3. Menentukan Cara Bertanya Sesuai Situasi

Ketika membutuhkan informasi, kita dapat bertanya kepada anggota keluarga dengan sopan.

Contoh kata tanya:

Kata tanyaKegunaanContoh
ApaMenanyakan sesuatu“Ibu, apa yang sedang Ibu masak?”
SiapaMenanyakan orang“Ayah, siapa yang akan datang?”
Di manaMenanyakan tempat“Bu, di mana tas saya?”
KapanMenanyakan waktu“Ayah, kapan kita pergi?”
MengapaMenanyakan alasan“Kak, mengapa kamu sedih?”
BagaimanaMenanyakan keadaan atau cara“Bu, bagaimana cara membuatnya?”

Saat bertanya, gunakan suara yang jelas dan kata-kata yang santun.

Contoh:

Situasi: Adik ingin mengetahui tempat pensilnya.

Cara yang tepat: “Kak, apakah Kakak tahu di mana tempat pensil saya?”

Cara yang kurang tepat: “Tempat pensilku mana? Cepat jawab!”

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa pertanyaan sebaiknya disampaikan dengan sopan agar lawan bicara merasa dihargai.

💗 4. Menentukan Jawaban yang Sesuai

Jawaban yang tepat adalah jawaban yang sesuai dengan pertanyaan dan situasi percakapan.

Contoh 1:

Ibu: “Nak, apakah kamu sudah makan?”

Anak: “Sudah, Bu. Terima kasih sudah menyiapkan makanan.”

Jawaban anak sesuai dengan pertanyaan Ibu.

Contoh 2:

Kakak: “Adik, bolehkah Kakak meminjam penggarismu?”

Adik: “Boleh, Kak. Silakan digunakan.”

Jawaban Adik sesuai dengan permintaan Kakak.

Contoh 3:

Ayah: “Siapa yang memecahkan gelas ini?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya tidak sengaja memecahkannya.”

Anak menjawab dengan jujur dan meminta maaf.

Ketika menjawab, kita perlu:

  • Mendengarkan pertanyaan sampai selesai.

  • Memahami maksud pertanyaan.

  • Memberikan jawaban yang sesuai.

  • Berbicara dengan santun.

  • Berkata jujur.

💗 5. Menentukan Ungkapan Santun Sesuai Situasi

Ungkapan santun adalah kata atau kalimat yang digunakan untuk menghargai orang lain.

SituasiUngkapan yang tepat
Meminta bantuan“Tolong bantu saya, Bu.”
Menerima bantuan“Terima kasih, Kak.”
Melakukan kesalahan“Maaf, Yah.”
Meminta izin“Bolehkah saya bermain, Bu?”
Melewati orang lain“Permisi, Kak.”
Menerima tawaran“Baik, terima kasih.”
Menolak dengan sopan“Maaf, Bu. Saya belum bisa.”

Ingat, sholeh dan sholehah! Kita harus memilih ungkapan yang sesuai dengan keadaan. Jangan berbicara kasar atau membentak ketika menyampaikan keinginan.

💗 6. Menganalisis Situasi dan Memilih Tanggapan yang Tepat

Menganalisis situasi berarti memahami apa yang sedang terjadi, kemudian menentukan tindakan atau perkataan yang sesuai.

Perhatikan contoh berikut.

🌷 Situasi 1: Ibu Membutuhkan Bantuan

Ibu berkata, “Nak, tolong bawakan kantong belanjaan ini.”

Tanggapan yang tepat: “Baik, Bu. Saya bantu.”

Alasan: Ibu meminta bantuan, sehingga anak dapat menjawab dengan santun dan membantu sesuai kemampuannya.

Vector polite kid helps mother carrying bags

🌷 Situasi 2: Tidak Sengaja Menumpahkan Air

Kakak berkata, “Adik, lantainya basah.”

Tanggapan yang tepat: “Maaf, Kak. Saya akan membersihkannya.”

Alasan: Anak mengakui kesalahan, meminta maaf, dan bertanggung jawab.

Kabi Kisah Teladan Nabi | Podcast on Spotify

🌷 Situasi 3: Ingin Meminjam Buku

Adik ingin membaca buku milik Kakak.

Tanggapan yang tepat: “Kak, bolehkah saya meminjam buku ini?”

Alasan: Anak meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain.

Karangkraf Mall | Karangkraf Mall - Online Bookstore Malaysia | PENERBIT KIDS KARANGKRAF Omar & Hana Buku Belajar : Alhamdulillah

🌷 Situasi 4: Adik Sedang Sedih

Ibu bertanya, “Nak, mengapa kamu sedih?”

Tanggapan yang tepat: “Saya sedih karena mainan saya rusak, Bu.”

نوبات الغضب عند الأطفال — دليل الأهل للتعامل بهدوء (بدون صراخ!) | تربية بلس

Alasan: Anak menjelaskan perasaannya dengan jujur agar Ibu memahami keadaannya.

Dari contoh tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa cara berbicara dan bertindak harus disesuaikan dengan situasi yang sedang terjadi.

💗 7. Membedakan Tanggapan yang Tepat dan Kurang Tepat

Ketika menghadapi suatu situasi, kita perlu memilih tanggapan yang baik.

SituasiTanggapanPenilaian
Ibu meminta bantuan“Baik, Bu. Saya bantu.”Tepat
Kakak membantu mengambil buku“Terima kasih, Kak.”Tepat
Adik tidak sengaja merusak mainan“Bukan salah saya!”Kurang tepat jika tidak sesuai kenyataan
Ayah sedang berbicaraMemotong pembicaraan AyahKurang tepat
Ingin meminjam barang KakakMeminta izin terlebih dahuluTepat
Melakukan kesalahanMeminta maaf dan memperbaiki kesalahanTepat

Kita perlu membiasakan diri untuk:

  • Berkata jujur.

  • Tidak menyalahkan orang lain.

  • Mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  • Meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Memilih perkataan yang baik dan santun.

💗 8. Langkah-Langkah Menganalisis Percakapan

Agar lebih mudah menentukan tanggapan, ikuti langkah-langkah berikut.

1. Dengarkan

Simak percakapan dengan saksama.

2. Kenali tokoh

Tentukan siapa yang berbicara.

3. Pahami situasi

Cari tahu apa yang sedang terjadi.

4. Pikirkan tanggapan

Tentukan perkataan atau tindakan yang sesuai.

5. Pilih cara yang santun

Gunakan bahasa yang baik dan sikap yang tepat.

Contoh latihan analisis:

Ayah: “Nak, mengapa sepatu sekolahmu belum disimpan?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya lupa menyimpannya.”

Ayah: “Silakan simpan di rak sepatu.”

Anak: “Baik, Yah.”

Pertanyaan:

  1. Siapa saja yang berbicara?

  2. Apa masalah yang terjadi?

  3. Bagaimana anak menjawab pertanyaan Ayah?

  4. Apa yang sebaiknya dilakukan anak?

  5. Mengapa anak perlu menyimpan sepatu di tempatnya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut membantu kita memahami situasi dan menentukan tanggapan yang sesuai.

🌷 KEGIATAN PEMBELAJARAN

💗 Kegiatan 1 — “Dengarkan dan Temukan!”

Guru membacakan percakapan sederhana tentang kegiatan keluarga. Peserta didik menyimak dengan saksama, kemudian menjawab pertanyaan.

Contoh percakapan:

Ibu: “Dina, mengapa Adik menangis?”

Dina: “Adik terjatuh saat bermain, Bu.”

Ibu: “Mari kita bantu Adik.”

Dina: “Baik, Bu. Aku akan menemani Adik.”

Pertanyaan:

  1. Siapa saja yang berbicara?

  2. Mengapa Adik menangis?

  3. Apa yang sebaiknya dilakukan Dina?

  4. Apakah jawaban Dina sesuai dengan situasi?

Tujuan: Peserta didik mampu menemukan informasi dan memahami situasi dalam percakapan.

💗 REFLEKSI PEMBELAJARAN

💗 LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Nama: ............................................................

Kelas: 1B

Materi: Menganalisis Situasi Percakapan tentang Keluarga

A. Bacalah percakapan berikut!

Ibu: “Rafa, mengapa buku Adik ada di lantai?”

Rafa: “Maaf, Bu. Saya tidak sengaja menjatuhkannya.”

Ibu: “Tolong letakkan kembali buku itu di meja, ya.”

Rafa: “Baik, Bu.”

B. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Siapa saja yang terlibat dalam percakapan?

    Jawab: ....................................................................

  2. Apa yang terjadi pada buku Adik?

    Jawab: ....................................................................

  3. Apa yang dikatakan Rafa ketika menjawab Ibu?

    Jawab: ....................................................................

  4. Apa yang sebaiknya dilakukan Rafa?

    Jawab: ....................................................................

  5. Mengapa Rafa perlu berbicara dengan santun?

    Jawab: ....................................................................


💗 PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar memahami situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara bertanya, menjawab, serta menanggapi perkataan dengan tepat. 💗

Ingat ya, sholeh dan sholehah:

  • 🌷 Aku mendengarkan orang lain ketika berbicara.

  • 🌷 Aku memahami situasi sebelum menjawab.

  • 🌷 Aku menggunakan kata-kata yang santun.

  • 🌷 Aku berkata jujur dan bertanggung jawab.

  • 🌷 Aku mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih sesuai situasi.

  • 🌷 Aku menyayangi dan menghormati anggota keluarga.

Semoga kita menjadi anak yang santun, penyayang, jujur, dan bertanggung jawab.

Mari bersyukur kepada Allah Swt. atas kemampuan kita untuk mendengar, berbicara, dan memahami orang lain.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu