Kamis, 05 November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 1.B - Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.

Hari/Tanggal: Kamis, 05 November 2026

Fase/Kelas: A / 1B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Pemahaman Simbol Sama Dengan (=) pada Pengurangan

Pertemuan Ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                     

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pelajaran sebelumnya tentang tanda sama dengan (=) pada penjumlahan?

Kemarin kita sudah belajar bahwa kata "menjadi" dapat dituliskan menggunakan tanda sama dengan (=).

Contohnya:

4 + 3 = 7

Dibaca: Empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Nah, sekarang bagaimana jika kita berhitung pengurangan?

Misalnya, Ibu mempunyai 8 buah apel. Kemudian, 3 apel diberikan kepada Adik. Berapa apel yang tersisa?

Kita dapat menuliskannya seperti ini:

8 - 3 = 5

Dibaca: Delapan dikurangi tiga sama dengan lima.

Ternyata, tanda sama dengan (=) tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

Yuk, belajar mengenal tanda sama dengan pada pengurangan melalui benda-benda di sekitar kita! 🔢

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami penggunaan simbol matematika sederhana dalam operasi pengurangan. Peserta didik dapat mengenali dan menggunakan lambang pengurangan (-) serta tanda sama dengan (=) untuk menuliskan kalimat matematika secara lengkap. Peserta didik juga mampu menentukan hasil pengurangan sederhana menggunakan benda konkret dan teknik berhitung mundur.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal lambang pengurangan (-) dan tanda sama dengan (=).

  2. Memahami bahwa tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam operasi pengurangan.

  3. Membaca kalimat matematika pengurangan dengan benar.

  4. Mengubah kalimat pengurangan sederhana menjadi kalimat matematika menggunakan lambang (-) dan (=).

  5. Menggunakan benda konkret untuk memahami proses pengurangan.

  6. Menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan.

  7. Menuliskan kalimat pengurangan secara lengkap dan rapi.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar menggunakan tanda sama dengan (=) dalam operasi pengurangan.

Sebelum mulai menghitung, kita perlu memperhatikan lambang matematika yang digunakan.

Perhatikan contoh berikut:

8 - 3 = 5

Dalam kalimat matematika tersebut:

  • Angka 8 adalah jumlah awal.

  • Tanda (-) berarti dikurangi.

  • Angka 3 adalah jumlah yang diambil.

  • Tanda (=) dibaca sama dengan.

  • Angka 5 adalah hasil atau sisa pengurangan.

Hari ini kita belajar:

🌷 Mengenal dan menggunakan lambang sama dengan (=) pada operasi pengurangan.

🌷 Memahami penggunaan tanda (-) dan (=) dalam satu kalimat matematika.

🌷 Membaca kalimat pengurangan dengan benar.

🌷 Menghitung mundur untuk menemukan hasil pengurangan.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar memahami setiap lambang matematika sebelum menggunakannya dalam berhitung.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Pengurangan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

🍎 Ibu mempunyai 6 apel. Dua apel dimakan. Sisanya 4 apel.

Ditulis:

6 - 2 = 4

🎈 Ada 7 balon. Tiga balon terbang. Sisanya 4 balon.

Ditulis:

7 - 3 = 4

🍬 Ada 9 permen. Empat permen diberikan kepada teman. Sisanya 5 permen.

Ditulis:

9 - 4 = 5

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa setelah sebagian benda diambil atau diberikan.

Tanda sama dengan (=) digunakan untuk menunjukkan hasil pengurangan.

Dengan menuliskan tanda (-) dan (=), kalimat matematika menjadi lebih lengkap dan mudah dipahami.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🎮 Bermain "Tebak Pasangan Tanda".

🖐️ Menggunakan jari untuk berhitung mundur.

🍎 Menghitung benda konkret yang dikurangi.

🔢 Menuliskan kalimat matematika menggunakan tanda (-) dan (=).

🗣️ Membaca hasil pengurangan bersama-sama.

⭐ Mengerjakan latihan sederhana secara mandiri.

Mari berhitung sambil bermain agar kita semakin mudah memahami tanda matematika!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengingat kembali penggunaan tanda sama dengan (=) pada penjumlahan.

Mengenal lambang pengurangan (-).

Mengenal tanda sama dengan (=) pada operasi pengurangan.

Memahami bahwa tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam berbagai operasi hitung.

Membaca kalimat pengurangan dengan benar.

Mengubah kalimat pengurangan menjadi kalimat matematika menggunakan tanda (-) dan (=).

Menggunakan benda konkret untuk memahami pengurangan.

Menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan.

Menuliskan kalimat matematika pengurangan secara lengkap dan rapi.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami penggunaan tanda sama dengan (=) pada pengurangan melalui kegiatan mengamati contoh, mencoba menggunakan benda konkret, berhitung mundur, dan menuliskan kalimat matematika.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Demonstrasi.

Mengamati contoh kalimat matematika.

Praktik menggunakan benda konkret.

Berhitung menggunakan jari.

Latihan mandiri.

Refleksi sederhana.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Papan tulis dan spidol.

Kartu angka.

Kartu lambang pengurangan (-) dan sama dengan (=).

Benda konkret, seperti pensil, penghapus, atau benda kecil lainnya.

Gambar benda untuk latihan pengurangan.

Jari tangan sebagai alat bantu berhitung.

LKPD Matematika.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kembali pembelajaran sebelumnya!

Kemarin kita sudah belajar menggunakan tanda sama dengan (=) pada penjumlahan.

Contohnya:

4 + 2 = 6

Empat ditambah dua sama dengan enam.

Sekarang, bagaimana jika ada benda yang diambil?

Misalnya, kalian mempunyai 7 pensil. Kemudian, 2 pensil diberikan kepada teman.

Berapa pensil yang masih kalian miliki?

Benar, masih ada 5 pensil.

Kita dapat menuliskannya seperti ini:

7 - 2 = 5

Nah, ternyata tanda sama dengan (=) juga dapat digunakan dalam pengurangan.

Lalu, bagaimana cara membaca tanda tersebut?

Tanda (=) dibaca "sama dengan". Dalam kalimat pengurangan sederhana, tanda ini menunjukkan hasil atau sisa dari benda yang dihitung.

Hari ini kita akan belajar menuliskan tanda (-) dan (=) secara berurutan agar kalimat matematika pengurangan menjadi lengkap.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di bumi ini dengan ukuran dan takaran yang tepat serta seimbang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan berhitung.

Misalnya, ketika membagikan makanan, mengambil beberapa benda, atau menghitung jumlah benda yang masih tersisa.

Matematika membantu kita menghitung jumlah tersebut dengan tepat.

Allah Swt. berfirman:

"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

(QS. Al-Qamar: 49)

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Mengenal angka dan lambang matematika.

🌷 Menghitung jumlah benda dengan teliti.

🌷 Memahami jumlah benda yang tersisa.

🌷 Menggunakan kemampuan berhitung dengan baik.

🌷 Bersikap teliti dan tidak terburu-buru ketika menghitung.

🌷 Bersyukur atas kemampuan berpikir dan belajar yang diberikan Allah Swt.

Mari kita belajar berhitung dengan sungguh-sungguh dan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk melakukan kebaikan.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengingat Kembali Tanda Sama Dengan (=)

Anak-anak, pada pembelajaran sebelumnya kita sudah mengenal tanda sama dengan (=).

Tanda sama dengan dibaca sama dengan.

Tanda ini digunakan dalam kalimat matematika untuk menunjukkan bahwa dua bagian memiliki nilai yang sama.

Contoh pada penjumlahan:

4 + 3 = 7

Dibaca:

Empat ditambah tiga sama dengan tujuh.

Jadi, tanda sama dengan (=) tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

2. Mengenal Lambang Pengurangan (-)

Lambang pengurangan ditulis dengan tanda minus (-).

Tanda (-) digunakan ketika sebagian benda diambil, diberikan, dimakan, atau berkurang.

Contoh:

Ada 6 apel. Kemudian, 2 apel dimakan.

Berarti:

6 - 2

Dibaca:

Enam dikurangi dua.

Setelah dikurangi, jumlah apel yang tersisa adalah 4.

3. Mengenal Tanda Sama Dengan (=) pada Pengurangan

Tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam operasi pengurangan.

Dalam kalimat pengurangan sederhana, tanda sama dengan menunjukkan hasil atau jumlah yang tersisa.

Contoh:

8 - 3 = 5

Cara membacanya:

Delapan dikurangi tiga sama dengan lima.

Dapat juga dipahami sebagai:

Delapan dikurangi tiga, sisanya lima.

Perhatikan fungsi setiap lambang:

8 = Jumlah awal.

  • = Dikurangi.

3 = Jumlah yang diambil.

= = Sama dengan.

5 = Hasil atau sisa pengurangan.

Jadi, tanda sama dengan (=) juga dapat digunakan pada pengurangan.

4. Mengubah Kalimat Pengurangan Menjadi Kalimat Matematika

Anak-anak, kalimat cerita sederhana dapat diubah menjadi kalimat matematika.

Kita perlu memperhatikan kata-kata yang menunjukkan pengurangan, seperti:

Diambil.

Dimakan.

Diberikan.

Jatuh.

Terbang.

Berkurang.

Perhatikan contoh berikut!

Contoh 1:

Ibu mempunyai 8 jeruk. Dua jeruk diberikan kepada Adik. Sisanya 6 jeruk.

Kalimat matematikanya:

8 - 2 = 6

Contoh 2:

Ada 7 burung di pohon. Tiga burung terbang. Sisanya 4 burung.

Kalimat matematikanya:

7 - 3 = 4

Contoh 3:

Budi mempunyai 9 pensil. Empat pensil diberikan kepada temannya. Sisanya 5 pensil.

Kalimat matematikanya:

9 - 4 = 5

Dari contoh tersebut, kita dapat mengetahui bahwa tanda (-) dan (=) digunakan bersama-sama untuk menuliskan kalimat pengurangan secara lengkap.

5. Berhitung Mundur pada Pengurangan

Selain menggunakan benda konkret, kita juga dapat menghitung pengurangan dengan cara berhitung mundur.

Berhitung mundur berarti menyebutkan angka secara berurutan dari angka yang lebih besar menuju angka yang lebih kecil.

Cara melakukannya:

  1. Simpan angka awal di dalam kepala.

  2. Lipat jari sesuai jumlah yang dikurangi.

  3. Mulailah menghitung mundur dari angka awal.

  4. Angka terakhir yang disebutkan merupakan hasil pengurangan.

Contoh 1: 8 - 3 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 8 di kepala.

  • Karena dikurangi 3, siapkan 3 jari.

  • Hitung mundur tiga langkah: 7, 6, 5.

Jadi:

8 - 3 = 5

Contoh 2: 7 - 2 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 7 di kepala.

  • Siapkan 2 jari.

  • Hitung mundur: 6, 5.

Jadi:

7 - 2 = 5

Contoh 3: 9 - 4 = ...

Langkah-langkah:

  • Simpan angka 9 di kepala.

  • Siapkan 4 jari.

  • Hitung mundur: 8, 7, 6, 5.

Jadi:

9 - 4 = 5

Ingat, anak-anak! Kita dapat menggunakan jari tangan untuk membantu menghitung mundur agar lebih mudah menemukan hasil pengurangan.

6. Menuliskan Kalimat Pengurangan dengan Lengkap

Kalimat matematika pengurangan yang lengkap menggunakan dua lambang penting, yaitu:

Tanda minus (-) untuk menunjukkan pengurangan.

Tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan hasil pengurangan.

Contoh:

6 - 2 = 4

8 - 5 = 3

9 - 3 = 6

7 - 4 = 3

Jangan lupa menuliskan tanda sama dengan (=) setelah bilangan yang dikurangi dan bilangan pengurang.

Dengan begitu, kalimat matematika menjadi lengkap dan mudah dibaca.

🎮 KEGIATAN 1 — TEBAK PASANGAN TANDA

Anak-anak, sebelum mulai berhitung, mari kita bermain permainan "Tebak Pasangan Tanda"!

Guru akan menyebutkan beberapa kata, kemudian peserta didik memperagakan tanda matematika yang sesuai.

Aturan permainan:

➕ Jika guru menyebutkan kata "ditambah", peserta didik menyilangkan jari membentuk tanda (+).

➖ Jika guru menyebutkan kata "dikurang", peserta didik membuat satu garis mendatar (-).

🟰 Jika guru menyebutkan kata "hasilnya", peserta didik membuat dua garis mendatar (=) sambil berseru, "Sama dengan!"

Setelah bermain, guru memperkenalkan cara berhitung mundur.

Peserta didik menyimpan angka awal di kepala, kemudian menggunakan jari untuk membantu menghitung mundur sesuai jumlah yang dikurangi.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali lambang penjumlahan, pengurangan, dan sama dengan melalui kegiatan permainan.

🖐️ KEGIATAN 2 — AYO BERHITUNG MUNDUR!

Sekarang, mari kita mencoba menghitung menggunakan jari tangan!

Perhatikan contoh berikut:

8 - 3 = ...

  1. Simpan angka 8 di kepala.

  2. Lipat 3 jari.

  3. Hitung mundur dari angka 8 sebanyak tiga langkah.

  4. Sebutkan angka yang terakhir.

Hitung bersama:

7, 6, 5.

Jadi, hasilnya adalah 5.

8 - 3 = 5

Sekarang, coba lakukan bersama guru!

7 - 2 = ...

Hitung mundur:

6, 5.

Jadi:

7 - 2 = 5

Peserta didik mencoba menghitung soal lainnya dengan menggunakan jari masing-masing.

Tujuan: Peserta didik mampu menggunakan teknik berhitung mundur untuk menentukan hasil pengurangan sederhana.

✏️ KEGIATAN 3 — MENULISKAN KALIMAT MATEMATIKA

Sekarang, perhatikan cerita pengurangan berikut!

Cerita 1:

Ada 7 permen. Dua permen dimakan. Sisanya 5 permen.

Ditulis:

7 - 2 = 5

Cerita 2:

Ada 9 balon. Empat balon terbang. Sisanya 5 balon.

Ditulis:

9 - 4 = 5

Cerita 3:

Ada 6 bunga. Dua bunga dipetik. Sisanya 4 bunga.

Ditulis:

6 - 2 = 4

Peserta didik diminta menuliskan kalimat pengurangan menggunakan lambang (-) dan (=) berdasarkan cerita yang diberikan guru.

Tujuan: Peserta didik mampu mengubah kalimat pengurangan menjadi kalimat matematika secara lengkap.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Pemahaman Simbol Sama Dengan (=) pada Pengurangan

A. Ubahlah cerita berikut menjadi kalimat matematika!

  1. Ada 8 apel. Tiga apel dimakan. Sisanya 5 apel.

    Kalimat matematika: ....................................

  2. Ada 7 balon. Dua balon terbang. Sisanya 5 balon.

    Kalimat matematika: ....................................

  3. Ada 9 pensil. Empat pensil diberikan kepada teman. Sisanya 5 pensil.

    Kalimat matematika: ....................................

B. Hitunglah pengurangan berikut menggunakan cara berhitung mundur!

  1. 6 - 2 = ....

  2. 8 - 4 = ....

  3. 7 - 3 = ....

  4. 9 - 5 = ....

  5. 5 - 2 = ....

  6. 8 - 2 = ....

  7. 7 - 1 = ....





💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi


🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 Tindak Lanjut


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar menggunakan tanda sama dengan (=) pada operasi pengurangan. 💗

Kita sudah belajar bahwa tanda sama dengan tidak hanya digunakan pada penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan pada pengurangan.

Kita juga sudah mencoba menghitung menggunakan benda konkret dan teknik berhitung mundur.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mengenal tanda pengurangan (-).

🌷 Aku mengenal tanda sama dengan (=).

🌷 Aku tahu tanda (=) juga digunakan pada pengurangan.

🌷 Aku dapat menuliskan kalimat pengurangan dengan lengkap.

🌷 Aku dapat menghitung mundur menggunakan jari.

🌷 Aku berusaha menulis angka dan lambang matematika dengan rapi.

🌷 Aku belajar berhitung dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Semoga kita menjadi anak yang rajin belajar, teliti, dan pandai berhitung. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu