Rabu, 04 November 2026

Rabu, 4 November 2026 - 1.B - Bahasa Indonesia

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Situasi Percakapan Sederhana tentang Keluarga dan Menentukan Cara Berkomunikasi yang Tepat
Pertemuan Ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu semangat untuk belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa terlebih dahulu agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam memahami pelajaran hari ini. 🤲

Pada pembelajaran kali ini, kita akan belajar memahami situasi dalam percakapan sederhana tentang keluarga. Kita juga akan berlatih menentukan perkataan dan tanggapan yang tepat sesuai dengan keadaan. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan ketika orang lain berbicara dan menggunakan bahasa yang santun, ya! 💗

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang kehidupan keluarga. Peserta didik mampu menemukan informasi penting, mengenali situasi yang terjadi dalam percakapan, serta menentukan cara bertanya, menjawab, meminta bantuan, dan menanggapi perkataan anggota keluarga dengan bahasa yang santun.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat, seperti bertanya, menjawab, meminta bantuan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan menanggapi perkataan anggota keluarga dengan santun.

🌷 MINDFUL (BERKESADARAN)

Anak-anak belajar menyimak percakapan dengan tenang, memahami keadaan yang sedang terjadi, dan memikirkan cara berbicara yang tepat.

Hal-hal yang perlu kita lakukan:

  • 👂 Mendengarkan percakapan sampai selesai.

  • 💬 Mengetahui siapa yang berbicara dan apa yang sedang dibicarakan.

  • 🧠 Memahami masalah atau kebutuhan dalam percakapan.

  • 🌷 Menentukan kalimat yang sesuai dengan situasi.

  • 🤝 Menghargai anggota keluarga ketika berbicara.

Contoh:

Ibu berkata, “Nak, Ibu sedang membawa banyak belanjaan. Bisakah kamu membantu Ibu?”

Anak menjawab, “Baik, Bu. Saya bantu bawakan.”

Dari percakapan tersebut, kita memahami bahwa Ibu membutuhkan bantuan. Jawaban yang tepat adalah bersedia membantu dengan bahasa yang santun.

🌷 MEANINGFUL (BERMAKNA)

Pembelajaran ini dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari anak ketika berbicara bersama keluarga.

Kita belajar menentukan cara berbicara yang tepat ketika:

  • Bertanya tentang kegiatan Ayah atau Ibu.

  • Meminta bantuan kepada Kakak.

  • Menjawab pertanyaan orang tua.

  • Meminta izin sebelum menggunakan barang milik anggota keluarga.

  • Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Menanggapi anggota keluarga yang sedang bercerita.

Contoh:

Adik ingin meminjam pensil milik Kakak.

Adik berkata, “Kak, bolehkah aku meminjam pensilmu?”

Kakak menjawab, “Boleh, tetapi setelah selesai, kembalikan, ya.”

Adik berkata, “Baik, Kak. Terima kasih.”

Melalui percakapan tersebut, kita belajar bahwa cara berbicara harus disesuaikan dengan situasi dan tetap menggunakan bahasa yang santun.

🌷 JOYFUL (MENYENANGKAN)

Anak-anak akan belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan usia kelas 1 SD.

Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Bermain “Apa yang Harus Aku Katakan?”

  • Menebak situasi dari gambar keluarga.

  • Memilih jawaban yang tepat dari beberapa pilihan.

  • Memasangkan situasi dengan kalimat yang sesuai.

  • Melengkapi percakapan sederhana.

  • Bermain peran menjadi Ayah, Ibu, Kakak, atau Adik.

  • Mempraktikkan percakapan bersama teman.

💗 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal percakapan sederhana dalam kehidupan keluarga.

  2. Menyimak percakapan tentang kegiatan sehari-hari di rumah.

  3. Menentukan tokoh dan topik percakapan.

  4. Menemukan informasi penting dari percakapan.

  5. Mengenali situasi atau keadaan yang terjadi dalam percakapan.

  6. Menentukan maksud atau kebutuhan anggota keluarga dalam percakapan.

  7. Menganalisis cara bertanya dan menjawab yang sesuai.

  8. Menentukan ungkapan santun sesuai dengan situasi.

  9. Membedakan tanggapan yang tepat dan kurang tepat dalam percakapan.

  10. Mempraktikkan percakapan sederhana tentang keluarga dengan santun.

  11. Menerapkan kebiasaan berkomunikasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

💗 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan mengamati, menyimak, menemukan informasi, menganalisis situasi, dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat.

Metode Pembelajaran:

  • Menyimak dan mengamati.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi sederhana.

  • Pemecahan masalah sederhana.

  • Praktik berpasangan.

  • Bermain peran.

  • Refleksi sederhana.

💗 MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Media yang digunakan dalam pembelajaran:

  • Gambar kegiatan keluarga.

  • Kartu situasi percakapan.

  • Kartu kalimat santun.

  • Kartu pilihan jawaban.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Video pembelajaran tentang percakapan keluarga.

💗 KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat. 🤲

Anak-anak, coba ingat kembali kegiatan kalian bersama keluarga di rumah!

🌷 Pernahkah kalian meminta bantuan kepada Ibu?

🌷 Apa yang kalian katakan ketika ingin meminjam barang milik Kakak?

🌷 Bagaimana cara menjawab ketika Ayah bertanya?

🌷 Apa yang sebaiknya kalian lakukan ketika tidak sengaja merusak barang milik Adik?

Wah, ternyata kita sering menghadapi berbagai situasi ketika berbicara dengan keluarga, ya!

Setiap situasi membutuhkan cara berbicara dan tanggapan yang tepat. Kita perlu memahami apa yang sedang terjadi agar dapat menentukan perkataan dan sikap yang baik.

Sekarang, mari kita perhatikan contoh berikut.

🌷 Percakapan Rani dan Ibu

Rani: “Ibu, bolehkah Rani membantu memasak?”

Rani ingin membantu Ibu.

Ibu: “Tentu, Nak. Tolong ambilkan sayuran di meja.”

Ibu menerima bantuan Rani dan memberikan tugas sederhana.

Rani: “Baik, Bu.”

Rani menjawab dengan santun.

Mari kita analisis!

  • Siapa yang ingin membantu? Rani.

  • Apa yang dibutuhkan Ibu? Bantuan mengambil sayuran.

  • Bagaimana cara Rani menjawab? Dengan sopan.

  • Mengapa jawaban Rani tepat? Karena sesuai dengan permintaan Ibu dan disampaikan dengan santun.

Dari percakapan tersebut, kita belajar bahwa sebelum menentukan jawaban, kita perlu memahami situasi terlebih dahulu.

Hari ini, kita akan belajar menganalisis situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat.

💗 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan mendengar, berbicara, dan memahami perkataan orang lain.

Kemampuan tersebut merupakan nikmat yang harus kita syukuri. Dengan kemampuan berbicara, kita dapat menyampaikan keinginan, meminta bantuan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan kasih sayang kepada keluarga.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk berkata baik dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Berbicara dengan lembut kepada Ayah dan Ibu.

  • Meminta bantuan menggunakan kata tolong.

  • Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Mendengarkan perkataan anggota keluarga dengan baik.

  • Memilih jawaban yang tidak menyakiti perasaan orang lain.

Mari kita bersyukur kepada Allah Swt. dengan membiasakan diri menggunakan perkataan yang baik.

Alhamdulillah. 🤲💗

💗 KETERKAITAN ASMAUL HUSNA

🌷 1. Ar-Rahman — Maha Pengasih

Allah Swt. adalah Ar-Rahman, Maha Pengasih.

Kita dapat menunjukkan kasih sayang kepada keluarga melalui perkataan dan tindakan yang baik.

Contoh:

  • Menanyakan kabar Ibu dengan lembut.

  • Membantu Ayah ketika membutuhkan bantuan.

  • Menghibur Adik yang sedang sedih.

  • Menjawab pertanyaan Kakak dengan baik.

🌷 2. Al-Latif — Maha Lembut

Allah Swt. adalah Al-Latif, yang bermakna Maha Lembut.

Peserta didik belajar menggunakan bahasa yang lembut ketika menghadapi berbagai situasi.

Contoh:

Kalimat kurang santun: “Ambilkan minum!”

Kalimat santun: “Kak, tolong ambilkan minum, ya.”

Kita belajar bahwa keinginan dapat disampaikan dengan cara yang lebih baik.

🌷 3. As-Sami' — Maha Mendengar

Allah Swt. adalah As-Sami', Maha Mendengar.

Peserta didik belajar membiasakan diri mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian.

Contoh:

  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Ibu.

  • Memperhatikan pertanyaan sebelum menjawab.

  • Mendengarkan cerita Kakak sampai selesai.

  • Tidak memotong pembicaraan orang lain.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar menyimak sebelum menentukan tanggapan.

💗 MATERI PEMBELAJARAN

💗 1. Mengenal Percakapan Sederhana

Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan dan menerima informasi.

Percakapan dapat terjadi di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Contoh percakapan dalam keluarga:

  • Anak bertanya kepada Ibu.

  • Ayah menanyakan kegiatan anak.

  • Kakak meminta bantuan kepada Adik.

  • Adik meminta izin menggunakan barang milik Kakak.

Dalam percakapan, kita perlu mendengarkan, memahami perkataan, dan memberikan tanggapan yang sesuai.

💗 2. Mengenal Situasi Percakapan

Situasi percakapan adalah keadaan yang sedang terjadi ketika dua orang atau lebih berbicara.

Untuk memahami situasi percakapan, kita dapat memperhatikan beberapa hal berikut.

Siapa yang berbicara?

Menentukan tokoh yang terlibat, misalnya Ayah, Ibu, Kakak, atau Adik.

Apa yang sedang dibicarakan?

Menentukan topik percakapan, misalnya kegiatan di rumah atau pekerjaan rumah.

Apa yang sedang terjadi?

Mengetahui kebutuhan, keinginan, atau masalah yang muncul dalam percakapan.

Apa yang sebaiknya dilakukan atau dikatakan?

Memilih jawaban dan sikap yang sesuai dengan situasi.

Contoh:

Ayah: “Nak, mengapa kamarmu masih berantakan?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya belum merapikan mainan.”

Ayah: “Kalau begitu, ayo rapikan bersama.”

Anak: “Baik, Yah.”

Hasil analisis:

  • Tokoh: Ayah dan anak.

  • Situasi: Kamar masih berantakan.

  • Masalah: Mainan belum dirapikan.

  • Tanggapan yang tepat: Mengakui kesalahan dan bersedia merapikan mainan.

  • Sikap yang baik: Jujur, santun, dan bertanggung jawab.

💗 3. Menentukan Cara Bertanya Sesuai Situasi

Ketika membutuhkan informasi, kita dapat bertanya kepada anggota keluarga dengan sopan.

Contoh kata tanya:

Kata tanyaKegunaanContoh
ApaMenanyakan sesuatu“Ibu, apa yang sedang Ibu masak?”
SiapaMenanyakan orang“Ayah, siapa yang akan datang?”
Di manaMenanyakan tempat“Bu, di mana tas saya?”
KapanMenanyakan waktu“Ayah, kapan kita pergi?”
MengapaMenanyakan alasan“Kak, mengapa kamu sedih?”
BagaimanaMenanyakan keadaan atau cara“Bu, bagaimana cara membuatnya?”

Saat bertanya, gunakan suara yang jelas dan kata-kata yang santun.

Contoh:

Situasi: Adik ingin mengetahui tempat pensilnya.

Cara yang tepat: “Kak, apakah Kakak tahu di mana tempat pensil saya?”

Cara yang kurang tepat: “Tempat pensilku mana? Cepat jawab!”

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa pertanyaan sebaiknya disampaikan dengan sopan agar lawan bicara merasa dihargai.

💗 4. Menentukan Jawaban yang Sesuai

Jawaban yang tepat adalah jawaban yang sesuai dengan pertanyaan dan situasi percakapan.

Contoh 1:

Ibu: “Nak, apakah kamu sudah makan?”

Anak: “Sudah, Bu. Terima kasih sudah menyiapkan makanan.”

Jawaban anak sesuai dengan pertanyaan Ibu.

Contoh 2:

Kakak: “Adik, bolehkah Kakak meminjam penggarismu?”

Adik: “Boleh, Kak. Silakan digunakan.”

Jawaban Adik sesuai dengan permintaan Kakak.

Contoh 3:

Ayah: “Siapa yang memecahkan gelas ini?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya tidak sengaja memecahkannya.”

Anak menjawab dengan jujur dan meminta maaf.

Ketika menjawab, kita perlu:

  • Mendengarkan pertanyaan sampai selesai.

  • Memahami maksud pertanyaan.

  • Memberikan jawaban yang sesuai.

  • Berbicara dengan santun.

  • Berkata jujur.

💗 5. Menentukan Ungkapan Santun Sesuai Situasi

Ungkapan santun adalah kata atau kalimat yang digunakan untuk menghargai orang lain.

SituasiUngkapan yang tepat
Meminta bantuan“Tolong bantu saya, Bu.”
Menerima bantuan“Terima kasih, Kak.”
Melakukan kesalahan“Maaf, Yah.”
Meminta izin“Bolehkah saya bermain, Bu?”
Melewati orang lain“Permisi, Kak.”
Menerima tawaran“Baik, terima kasih.”
Menolak dengan sopan“Maaf, Bu. Saya belum bisa.”

Ingat, sholeh dan sholehah! Kita harus memilih ungkapan yang sesuai dengan keadaan. Jangan berbicara kasar atau membentak ketika menyampaikan keinginan.

💗 6. Menganalisis Situasi dan Memilih Tanggapan yang Tepat

Menganalisis situasi berarti memahami apa yang sedang terjadi, kemudian menentukan tindakan atau perkataan yang sesuai.

Perhatikan contoh berikut.

🌷 Situasi 1: Ibu Membutuhkan Bantuan

Ibu berkata, “Nak, tolong bawakan kantong belanjaan ini.”

Tanggapan yang tepat: “Baik, Bu. Saya bantu.”

Alasan: Ibu meminta bantuan, sehingga anak dapat menjawab dengan santun dan membantu sesuai kemampuannya.

Vector polite kid helps mother carrying bags

🌷 Situasi 2: Tidak Sengaja Menumpahkan Air

Kakak berkata, “Adik, lantainya basah.”

Tanggapan yang tepat: “Maaf, Kak. Saya akan membersihkannya.”

Alasan: Anak mengakui kesalahan, meminta maaf, dan bertanggung jawab.

Kabi Kisah Teladan Nabi | Podcast on Spotify

🌷 Situasi 3: Ingin Meminjam Buku

Adik ingin membaca buku milik Kakak.

Tanggapan yang tepat: “Kak, bolehkah saya meminjam buku ini?”

Alasan: Anak meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain.

Karangkraf Mall | Karangkraf Mall - Online Bookstore Malaysia | PENERBIT KIDS KARANGKRAF Omar & Hana Buku Belajar : Alhamdulillah

🌷 Situasi 4: Adik Sedang Sedih

Ibu bertanya, “Nak, mengapa kamu sedih?”

Tanggapan yang tepat: “Saya sedih karena mainan saya rusak, Bu.”

نوبات الغضب عند الأطفال — دليل الأهل للتعامل بهدوء (بدون صراخ!) | تربية بلس

Alasan: Anak menjelaskan perasaannya dengan jujur agar Ibu memahami keadaannya.

Dari contoh tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa cara berbicara dan bertindak harus disesuaikan dengan situasi yang sedang terjadi.

💗 7. Membedakan Tanggapan yang Tepat dan Kurang Tepat

Ketika menghadapi suatu situasi, kita perlu memilih tanggapan yang baik.

SituasiTanggapanPenilaian
Ibu meminta bantuan“Baik, Bu. Saya bantu.”Tepat
Kakak membantu mengambil buku“Terima kasih, Kak.”Tepat
Adik tidak sengaja merusak mainan“Bukan salah saya!”Kurang tepat jika tidak sesuai kenyataan
Ayah sedang berbicaraMemotong pembicaraan AyahKurang tepat
Ingin meminjam barang KakakMeminta izin terlebih dahuluTepat
Melakukan kesalahanMeminta maaf dan memperbaiki kesalahanTepat

Kita perlu membiasakan diri untuk:

  • Berkata jujur.

  • Tidak menyalahkan orang lain.

  • Mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  • Meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain.

  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Memilih perkataan yang baik dan santun.

💗 8. Langkah-Langkah Menganalisis Percakapan

Agar lebih mudah menentukan tanggapan, ikuti langkah-langkah berikut.

1. Dengarkan

Simak percakapan dengan saksama.

2. Kenali tokoh

Tentukan siapa yang berbicara.

3. Pahami situasi

Cari tahu apa yang sedang terjadi.

4. Pikirkan tanggapan

Tentukan perkataan atau tindakan yang sesuai.

5. Pilih cara yang santun

Gunakan bahasa yang baik dan sikap yang tepat.

Contoh latihan analisis:

Ayah: “Nak, mengapa sepatu sekolahmu belum disimpan?”

Anak: “Maaf, Yah. Saya lupa menyimpannya.”

Ayah: “Silakan simpan di rak sepatu.”

Anak: “Baik, Yah.”

Pertanyaan:

  1. Siapa saja yang berbicara?

  2. Apa masalah yang terjadi?

  3. Bagaimana anak menjawab pertanyaan Ayah?

  4. Apa yang sebaiknya dilakukan anak?

  5. Mengapa anak perlu menyimpan sepatu di tempatnya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut membantu kita memahami situasi dan menentukan tanggapan yang sesuai.

🌷 KEGIATAN PEMBELAJARAN

💗 Kegiatan 1 — “Dengarkan dan Temukan!”

Guru membacakan percakapan sederhana tentang kegiatan keluarga. Peserta didik menyimak dengan saksama, kemudian menjawab pertanyaan.

Contoh percakapan:

Ibu: “Dina, mengapa Adik menangis?”

Dina: “Adik terjatuh saat bermain, Bu.”

Ibu: “Mari kita bantu Adik.”

Dina: “Baik, Bu. Aku akan menemani Adik.”

Pertanyaan:

  1. Siapa saja yang berbicara?

  2. Mengapa Adik menangis?

  3. Apa yang sebaiknya dilakukan Dina?

  4. Apakah jawaban Dina sesuai dengan situasi?

Tujuan: Peserta didik mampu menemukan informasi dan memahami situasi dalam percakapan.

💗 REFLEKSI PEMBELAJARAN

💗 LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Nama: ............................................................

Kelas: 1B

Materi: Menganalisis Situasi Percakapan tentang Keluarga

A. Bacalah percakapan berikut!

Ibu: “Rafa, mengapa buku Adik ada di lantai?”

Rafa: “Maaf, Bu. Saya tidak sengaja menjatuhkannya.”

Ibu: “Tolong letakkan kembali buku itu di meja, ya.”

Rafa: “Baik, Bu.”

B. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Siapa saja yang terlibat dalam percakapan?

    Jawab: ....................................................................

  2. Apa yang terjadi pada buku Adik?

    Jawab: ....................................................................

  3. Apa yang dikatakan Rafa ketika menjawab Ibu?

    Jawab: ....................................................................

  4. Apa yang sebaiknya dilakukan Rafa?

    Jawab: ....................................................................

  5. Mengapa Rafa perlu berbicara dengan santun?

    Jawab: ....................................................................


💗 PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar memahami situasi percakapan sederhana tentang keluarga dan menentukan cara bertanya, menjawab, serta menanggapi perkataan dengan tepat. 💗

Ingat ya, sholeh dan sholehah:

  • 🌷 Aku mendengarkan orang lain ketika berbicara.

  • 🌷 Aku memahami situasi sebelum menjawab.

  • 🌷 Aku menggunakan kata-kata yang santun.

  • 🌷 Aku berkata jujur dan bertanggung jawab.

  • 🌷 Aku mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih sesuai situasi.

  • 🌷 Aku menyayangi dan menghormati anggota keluarga.

Semoga kita menjadi anak yang santun, penyayang, jujur, dan bertanggung jawab.

Mari bersyukur kepada Allah Swt. atas kemampuan kita untuk mendengar, berbicara, dan memahami orang lain.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 4 November 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

 

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Mengenal Aturan dalam Kegiatan Sehari-hari

Pertemuan Ke: 2


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pembelajaran sebelumnya tentang aturan di lingkungan keluarga?

Kita sudah belajar bahwa aturan merupakan sesuatu yang harus dipatuhi agar kehidupan di rumah menjadi tertib.

Sekarang, coba pikirkan kegiatan yang biasa kalian lakukan setiap hari.

Apa yang kamu lakukan pada pagi hari?

Apa yang kamu lakukan setelah pulang sekolah?

Apa yang kamu lakukan sebelum tidur?

Wah, ternyata setiap hari kita melakukan banyak kegiatan, ya!

Setiap kegiatan perlu dilakukan dengan tertib dan sesuai aturan. Misalnya, setelah bangun tidur kita merapikan tempat tidur, setelah pulang sekolah kita mengikuti kebiasaan baik di rumah, dan sebelum tidur kita mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Nah, hari ini kita akan belajar mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari dan mengelompokkan kegiatan berdasarkan waktu pagi, siang, dan malam.

Yuk, belajar bersama agar kita menjadi anak yang tertib dan bertanggung jawab! 🌷

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pembelajaran ini berfokus pada kemampuan peserta didik dalam mengenal aturan yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, memahami pentingnya melakukan kegiatan secara tertib, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan keluarga.

Peserta didik belajar mengenali kegiatan pada pagi, siang, dan malam serta membiasakan diri mematuhi aturan melalui kegiatan sederhana di lingkungan keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari.

  2. Menyebutkan contoh kegiatan yang dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari.

  3. Mengelompokkan kegiatan berdasarkan waktu pelaksanaannya.

  4. Membedakan kegiatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.

  5. Menunjukkan contoh perilaku mematuhi aturan dalam kegiatan sehari-hari.

  6. Membiasakan diri melakukan kegiatan dengan tertib dan bertanggung jawab.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali pada malam hari.

Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan tertib agar kehidupan kita menjadi lebih teratur.

Hari ini kita belajar:

🌷 Mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari.

🌷 Mengelompokkan kegiatan pagi, siang, dan malam.

🌷 Menunjukkan kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga.

Coba perhatikan kegiatan berikut:

🌞 Pagi hari: Bangun tidur dan merapikan tempat tidur.

☀️ Siang hari: Pulang sekolah dan melanjutkan kegiatan di rumah.

🌙 Malam hari: Belajar, mempersiapkan kebutuhan esok hari, dan tidur tepat waktu sesuai aturan keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar memahami bahwa setiap kegiatan memiliki waktu dan aturan yang perlu diperhatikan.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Aturan dalam kegiatan sehari-hari sangat dekat dengan kehidupan kita di rumah.

Contohnya:

Pada pagi hari:

  • Bangun tidur sesuai waktu.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Bersiap untuk berangkat sekolah.

Pada siang hari:

  • Pulang sekolah dengan tertib.

  • Mengikuti kebiasaan baik di rumah.

  • Belajar atau mengerjakan tugas sesuai jadwal.

Pada malam hari:

  • Mempersiapkan perlengkapan untuk esok hari.

  • Mendengarkan nasihat orang tua.

  • Tidur tepat waktu sesuai aturan keluarga.

Dengan melakukan kegiatan tersebut secara tertib, kita belajar menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

🖼️ Mengamati gambar kegiatan sehari-hari.

🌞 Menebak kegiatan yang dilakukan pada pagi hari.

☀️ Mengenali kegiatan yang dilakukan pada siang hari.

🌙 Mengenali kegiatan yang dilakukan pada malam hari.

🃏 Mengelompokkan kartu bergambar berdasarkan waktu kegiatan.

🤝 Bekerja sama dengan teman dalam kelompok kecil.

⭐ Menunjukkan hasil pengelompokan kepada guru dan teman.

Mari belajar dengan gembira dan membiasakan diri melakukan kegiatan sesuai aturan!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari.

Mengenali berbagai kegiatan yang dilakukan di rumah.

Mengenal kegiatan pada pagi, siang, dan malam hari.

Mengelompokkan kegiatan berdasarkan waktu pelaksanaannya.

Mengenali kegiatan yang sesuai dengan aturan keluarga.

Membedakan perilaku yang mematuhi dan tidak mematuhi aturan.

Menunjukkan contoh perilaku tertib dalam kegiatan sehari-hari.

Membiasakan diri mematuhi aturan dalam lingkungan keluarga.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami aturan dalam kegiatan sehari-hari melalui kegiatan mengamati gambar, mengelompokkan kartu, bertanya jawab, dan menyampaikan hasil pengamatan.

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab.

Mengamati gambar.

Demonstrasi.

Pengelompokan kartu bergambar.

Diskusi kelompok kecil.

Penugasan.

Refleksi sederhana.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

Gambar kegiatan sehari-hari.

Gambar aturan dalam keluarga.

Kartu bergambar kegiatan pagi, siang, dan malam.

Kartu situasi perilaku mematuhi aturan.

LKPD Pendidikan Pancasila.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan sejak bangun tidur tadi!

Apakah kalian langsung merapikan tempat tidur?

Apakah kalian sudah bersiap untuk pergi ke sekolah?

Apa yang biasanya kalian lakukan setelah pulang sekolah?

Bagaimana dengan kegiatan sebelum tidur?

Setiap anak tentu memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Namun, kita perlu melakukan kegiatan tersebut dengan tertib dan mengikuti aturan yang berlaku di rumah.

Contohnya, setelah bangun tidur kita merapikan tempat tidur. Setelah pulang sekolah kita mengikuti kebiasaan baik di rumah. Sebelum tidur, kita mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Nah, kegiatan tersebut merupakan contoh kebiasaan sehari-hari yang dapat dilakukan dengan tertib sesuai aturan keluarga.

Hari ini kita akan belajar mengelompokkan kegiatan berdasarkan waktu pagi, siang, dan malam serta mengenali perilaku yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan keluarga.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan waktu siang dan malam dengan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia.

Pada pagi hari, kita dapat memulai kegiatan dengan penuh semangat. Pada siang hari, kita melakukan berbagai aktivitas. Pada malam hari, kita dapat beristirahat setelah menyelesaikan kegiatan.

Kita harus bersyukur kepada Allah Swt. karena diberikan kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan setiap hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga diajarkan untuk menjaga kebersihan dan melakukan kegiatan dengan tertib.

Rasulullah saw. mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagaimana hadis berikut:

تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَّ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ

Artinya:

“Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta'ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.”

(HR. Ath-Thabrani, sebagaimana tercantum dalam materi pembelajaran).

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Membiasakan diri melakukan kegiatan dengan tertib.

🌷 Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

🌷 Merapikan barang setelah digunakan.

🌷 Mematuhi aturan yang berlaku di rumah.

🌷 Menghargai dan mendengarkan nasihat orang tua.

🌷 Bersyukur atas waktu dan kesempatan yang diberikan Allah Swt.

Mari kita membiasakan diri melakukan kegiatan yang baik dan menjaga kebersihan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.

Alhamdulillah. 🤲💗

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Aturan dalam Kegiatan Sehari-hari

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib.

Aturan dalam kegiatan sehari-hari membantu kita mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan dan kapan kegiatan tersebut dilakukan.

Contohnya:

  • Bangun tidur pada pagi hari.

  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  • Melakukan kegiatan setelah pulang sekolah.

  • Belajar sesuai waktu yang ditentukan keluarga.

  • Tidur pada malam hari sesuai aturan keluarga.

Aturan perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab.


2. Mengenal Kegiatan pada Pagi Hari

Pagi hari merupakan waktu untuk memulai kegiatan sehari-hari.

Contoh kegiatan pada pagi hari:

🌞 Bangun tidur.

🛏️ Merapikan tempat tidur.

🪥 Membersihkan diri.

🎒 Mempersiapkan perlengkapan sekolah.

🏫 Berangkat ke sekolah.

Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan tertib agar kita siap menjalani aktivitas.

3. Mengenal Kegiatan pada Siang Hari

Siang hari merupakan waktu ketika kita dapat melakukan berbagai kegiatan setelah menyelesaikan aktivitas pagi.

Contoh kegiatan pada siang hari:

☀️ Pulang sekolah.

🏠 Sampai di rumah.

🍽️ Makan siang.

📚 Belajar atau mengerjakan tugas.

🧸 Merapikan barang setelah digunakan.

Kegiatan tersebut dilakukan sesuai kebiasaan dan aturan yang berlaku di keluarga.

4. Mengenal Kegiatan pada Malam Hari

Malam hari merupakan waktu untuk menyelesaikan kegiatan dan beristirahat.

Contoh kegiatan pada malam hari:

🌙 Belajar atau mengulang pelajaran.

🎒 Mempersiapkan perlengkapan sekolah untuk besok.

👨‍👩‍👧 Menghabiskan waktu bersama keluarga.

🛏️ Merapikan tempat tidur.

😴 Tidur untuk beristirahat.

Kita perlu mengikuti aturan keluarga agar waktu istirahat dan kegiatan lainnya berjalan dengan baik.

5. Mengelompokkan Kegiatan Berdasarkan Waktu

Setiap kegiatan dapat dikelompokkan berdasarkan waktu pelaksanaannya.

Perhatikan contoh berikut:

Pagi HariSiang HariMalam Hari
Bangun tidurPulang sekolahBelajar atau mengulang pelajaran
Merapikan tempat tidurMakan siangMempersiapkan perlengkapan sekolah
Bersiap ke sekolahBeristirahatTidur
Berangkat sekolahMengerjakan tugasIstirahat malam

Dengan mengelompokkan kegiatan, kita dapat mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan berbagai aktivitas.

6. Mengenal Perilaku yang Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Contoh perilaku yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan keluarga:

🌷 Merapikan tempat tidur setelah bangun.

🌷 Bersiap ke sekolah sesuai waktu.

🌷 Mengikuti jadwal belajar di rumah.

🌷 Merapikan mainan setelah selesai bermain.

🌷 Mendengarkan nasihat orang tua.

🌷 Tidur sesuai waktu yang ditentukan keluarga.

Perilaku tersebut merupakan contoh kebiasaan baik yang perlu dilakukan setiap hari.

7. Membedakan Perilaku yang Mematuhi dan Tidak Mematuhi Aturan

Anak-anak, tidak semua kegiatan menunjukkan perilaku yang tertib.

Kita perlu mengetahui perbedaan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

A. Perilaku Mematuhi Aturan

Contohnya:

  • Bangun tidur sesuai waktu.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Belajar sesuai jadwal.

  • Merapikan mainan setelah bermain.

  • Tidur sesuai aturan keluarga.

B. Perilaku Tidak Mematuhi Aturan

Contohnya:

  • Membiarkan tempat tidur berantakan.

  • Menunda-nunda kegiatan yang sudah dijadwalkan.

  • Tidak merapikan mainan setelah bermain.

  • Tidak mengikuti waktu belajar yang telah disepakati.

  • Tidur terlalu larut sehingga mengabaikan aturan keluarga.

Kita harus membiasakan diri melakukan kegiatan yang baik dan mengikuti aturan keluarga.

8. Pentingnya Mematuhi Aturan dalam Kegiatan Sehari-hari

Mengapa kita harus mematuhi aturan?

Karena aturan membantu kegiatan menjadi lebih tertib dan teratur.

Manfaat mematuhi aturan antara lain:

  1. Kegiatan sehari-hari menjadi lebih teratur.

  2. Kita belajar disiplin.

  3. Kita belajar bertanggung jawab.

  4. Lingkungan rumah menjadi lebih rapi.

  5. Kita terbiasa melakukan kebiasaan baik.

Contohnya, ketika kita merapikan tempat tidur setelah bangun, kamar menjadi lebih rapi dan nyaman.

Ketika kita belajar sesuai jadwal, kegiatan belajar dapat dilakukan dengan lebih teratur.

Oleh karena itu, mari membiasakan diri mematuhi aturan mulai dari kegiatan sederhana.

9. Cara Membiasakan Diri Mematuhi Aturan

Agar terbiasa melakukan kegiatan dengan tertib, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

A. Mengingat kegiatan yang harus dilakukan

Ingat kegiatan yang biasa dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari.

B. Melakukan kegiatan sesuai waktunya

Biasakan melakukan kegiatan sesuai waktu yang telah ditentukan keluarga.

C. Menyelesaikan kegiatan dengan baik

Jangan meninggalkan pekerjaan sebelum selesai.

D. Bertanggung jawab

Rapikan kembali barang setelah digunakan.

E. Membiasakan diri setiap hari

Lakukan kebiasaan baik secara terus-menerus agar menjadi perilaku sehari-hari.

Ingat, anak-anak! Mematuhi aturan dapat dimulai dari hal sederhana di rumah.

🔎 KEGIATAN 1 — MENGAMATI GAMBAR KEGIATAN SEHARI-HARI

Anak-anak, perhatikan gambar kegiatan sehari-hari yang ditunjukkan oleh guru!

Amati kegiatan yang dilakukan pada:

🌞 Pagi hari.

☀️ Siang hari.

🌙 Malam hari.

Kemudian, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Kapan kamu merapikan tempat tidur?

  2. Kapan kamu belajar?

  3. Kapan kamu tidur?

Setelah itu, sebutkan contoh kegiatan lain yang biasa kalian lakukan pada pagi, siang, dan malam hari.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali berbagai kegiatan sehari-hari berdasarkan waktu pelaksanaannya.

🃏 KEGIATAN 2 — MENGELOMPOKKAN KARTU BERGAMBAR

Sekarang, mari kita bermain mengelompokkan kartu kegiatan!

Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan beberapa kartu bergambar kegiatan sehari-hari.

Tugas setiap kelompok:

  1. Amati gambar pada kartu.

  2. Perhatikan kegiatan yang ditunjukkan.

  3. Kelompokkan gambar berdasarkan waktu kegiatan.

  4. Letakkan kartu pada kelompok pagi, siang, atau malam.

  5. Diskusikan hasil pengelompokan bersama anggota kelompok.

  6. Sampaikan hasilnya di depan kelas.

Contoh pengelompokan:

Pagi: Bangun tidur dan merapikan tempat tidur.

Siang: Pulang sekolah dan melakukan kegiatan di rumah.

Malam: Belajar dan tidur.

Setelah kelompok menyampaikan hasilnya, kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan.

Guru memberikan penguatan dan bimbingan apabila masih terdapat kesalahan dalam mengelompokkan kegiatan.

Tujuan: Peserta didik mampu mengelompokkan kegiatan sehari-hari berdasarkan waktu melalui kerja sama kelompok.

🌷 KEGIATAN 3 — MEMILIH KEGIATAN YANG MEMATUHI ATURAN

Perhatikan beberapa kegiatan berikut!

Kegiatan 1

Setelah bangun tidur, Rani merapikan tempat tidurnya.

Apakah Rani sudah mematuhi aturan?

Jawaban: Ya, karena Rani melakukan kegiatan dengan tertib.

Kegiatan 2

Setelah selesai bermain, Budi membiarkan mainannya berserakan.

Apakah Budi sudah mematuhi aturan?

Jawaban: Belum, karena Budi tidak merapikan mainannya.

Kegiatan 3

Sebelum tidur, Siti mempersiapkan perlengkapan sekolah untuk besok.

Apakah Siti menunjukkan kebiasaan baik?

Jawaban: Ya, karena Siti mempersiapkan kebutuhannya dengan tertib.

Sekarang, coba amati beberapa gambar atau situasi yang diberikan guru. Pilih kegiatan yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan keluarga.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali dan memilih perilaku yang sesuai dengan aturan keluarga.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Mengenal Aturan dalam Kegiatan Sehari-hari

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Sebutkan satu contoh kegiatan yang kamu lakukan pada pagi hari!

  2. Apa yang sebaiknya kamu lakukan setelah bangun tidur?

  3. Kegiatan apa yang biasanya kamu lakukan setelah pulang sekolah?

  4. Kapan kita biasanya tidur untuk beristirahat?

  5. Mengapa kita harus mematuhi aturan dalam kegiatan sehari-hari?


💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi


🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Refleksi Pembelajaran


🌼 Tindak Lanjut

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari dan mengelompokkan kegiatan berdasarkan waktu pagi, siang, dan malam. 💗

Kita telah belajar bahwa aturan membantu kegiatan menjadi lebih tertib dan teratur. Mematuhi aturan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku mengenal aturan dalam kegiatan sehari-hari.

🌷 Aku dapat membedakan kegiatan pagi, siang, dan malam.

🌷 Aku merapikan tempat tidur setelah bangun.

🌷 Aku merapikan mainan setelah bermain.

🌷 Aku melakukan kegiatan sesuai aturan keluarga.

🌷 Aku belajar menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.

🌷 Aku menjaga kebersihan lingkungan.

🌷 Aku bersyukur kepada Allah Swt. atas waktu dan kesempatan yang diberikan.

Semoga kita menjadi anak yang tertib, disiplin, bertanggung jawab, dan selalu membiasakan diri melakukan kebaikan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Senin, 02 November 2026

Selasa, 3 November 2026 - 1.B - Seni Rupa

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Selasa, 03 November 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Menggabungkan Bentuk, Garis, dan Warna
Pertemuan Ke: 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak saleh dan salehah Kelas 1B! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Seperti biasa, mari kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, masih ingatkah kalian pelajaran sebelumnya tentang bentuk, garis, dan warna?

Coba sebutkan beberapa bentuk yang pernah kita pelajari!

Betul! Ada lingkaran, persegi, segitiga, dan oval.

Bagaimana dengan jenis garis? Ada garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

Kita juga sudah mengenal warna merah, kuning, dan biru sebagai warna primer.

Nah, hari ini kita akan mencoba menggabungkan semua unsur tersebut menjadi sebuah gambar yang menarik.

Contohnya, kita dapat menggambar rumah menggunakan segitiga untuk atap, persegi panjang untuk badan rumah, serta garis lurus untuk pintu dan jendela. Setelah itu, kita dapat mewarnainya sesuai kreativitas masing-masing.

Wah, ternyata bentuk, garis, dan warna dapat menjadi gambar yang indah!

Yuk, siapkan alat gambarmu dan berkreasi bersama! 🎨

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenali unsur seni rupa berupa bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada lingkungan sekitar. Peserta didik dapat mengamati berbagai benda, membedakan jenis garis dan bentuk sederhana, mengenal warna primer, serta menggunakan unsur-unsur seni rupa untuk membuat gambar sederhana yang kreatif dan menarik.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal bentuk, garis, dan warna pada benda di lingkungan sekitar.

  2. Menyebutkan bentuk lingkaran, persegi, segitiga, dan oval.

  3. Membedakan garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

  4. Mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.

  5. Mengidentifikasi bentuk, garis, dan warna dalam sebuah gambar.

  6. Menggabungkan bentuk, garis, dan warna untuk membuat gambar sederhana.

  7. Menghargai karya sendiri dan karya teman serta bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Anak-anak saleh dan salehah, sebelum menggambar, kita perlu mengamati benda-benda yang ada di sekitar.

Coba perhatikan rumah, pohon, bunga, matahari, dan benda lainnya.

Setiap benda memiliki bentuk, garis, dan warna yang berbeda.

Contohnya:

  • ☀️ Matahari dapat digambar menggunakan bentuk lingkaran.

  • 🏠 Atap rumah dapat dibuat menggunakan bentuk segitiga.

  • 🪟 Jendela dapat dibuat menggunakan bentuk persegi.

  • 🌳 Batang pohon dapat dibuat menggunakan garis lurus.

  • 🌈 Pelangi dapat dibuat menggunakan garis lengkung.

  • 🌿 Daun dapat diberi warna hijau.

Melalui kegiatan mengamati, peserta didik belajar mengenali unsur seni rupa sebelum menuangkannya ke dalam gambar.

Anak-anak juga belajar memperhatikan bentuk, memilih garis yang sesuai, dan menggunakan warna dengan teliti.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Bentuk, garis, dan warna dapat digunakan bersama-sama untuk membuat berbagai gambar.

Contohnya, ketika menggambar lingkungan sekolah, kita dapat membuat:

  • Gedung sekolah menggunakan bentuk persegi panjang.

  • Jendela menggunakan bentuk persegi.

  • Matahari menggunakan bentuk lingkaran.

  • Pohon menggunakan garis lurus pada batangnya.

  • Rumput menggunakan garis-garis sederhana.

  • Bunga menggunakan berbagai bentuk dan warna.

Dengan menggabungkan ketiga unsur seni rupa tersebut, kita dapat menghasilkan gambar yang lebih lengkap dan menarik.

Setiap anak juga boleh membuat gambar yang berbeda sesuai dengan imajinasinya.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • 🔎 Mengamati bentuk benda di lingkungan sekitar.

  • ✏️ Menggambar menggunakan bentuk sederhana.

  • 🌈 Membuat berbagai jenis garis.

  • 🎨 Mencoba menggunakan warna primer.

  • 🏡 Menggambar rumah atau lingkungan sekolah.

  • 🌸 Menambahkan bunga, pohon, dan matahari pada gambar.

  • ⭐ Menunjukkan hasil karya kepada guru dan teman.

Mari berkreasi dengan gembira dan tidak takut mencoba hal baru!

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati bentuk, garis, dan warna pada lingkungan sekitar.

  2. Mengenal bentuk lingkaran, persegi, segitiga, dan oval.

  3. Mengenal garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

  4. Mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.

  5. Mengidentifikasi unsur seni rupa dalam sebuah gambar.

  6. Menggabungkan bentuk, garis, dan warna untuk membuat gambar sederhana.

  7. Menunjukkan dan menghargai hasil karya sendiri serta karya teman.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning, yaitu pembelajaran yang mengajak peserta didik menemukan dan memahami unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan membuat karya.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab.

  • Mengamati gambar.

  • Demonstrasi.

  • Praktik menggambar.

  • Penugasan.

  • Refleksi sederhana.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN DAN ALAT PERAGA

  • Gambar rumah dan lingkungan sekolah.

  • Gambar berbagai bentuk dan jenis garis.

  • Kertas gambar.

  • Pensil dan penghapus.

  • Krayon atau pensil warna.

  • LKPD Seni Rupa.

🌼 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak-anak, coba perhatikan lingkungan di sekitar sekolah!

Apakah kalian melihat pohon?

Apakah kalian melihat bunga?

Bagaimana bentuk jendela kelas?

Apa warna daun yang kalian lihat?

Sekarang, bayangkan kalian ingin menggambar lingkungan sekolah.

Kalian dapat menggambar gedung sekolah menggunakan bentuk persegi panjang, jendela berbentuk persegi, matahari berbentuk lingkaran, dan pohon yang dibuat menggunakan garis lurus serta bentuk sederhana.

Setelah itu, gunakan warna merah, kuning, biru, hijau, dan warna lainnya agar gambar terlihat lebih menarik.

Nah, ternyata kita dapat membuat gambar lingkungan sekolah dengan menggabungkan beberapa bentuk, garis, dan warna.

🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak saleh dan salehah, Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan berbagai bentuk dan warna yang indah.

Kita dapat melihat daun dengan bentuk yang beragam, bunga yang berwarna-warni, pelangi yang melengkung, serta langit yang tampak biru ketika cuaca cerah.

Semua itu mengingatkan kita akan kebesaran Allah Swt. sebagai Pencipta alam semesta.

Melalui pembelajaran seni rupa, kita belajar:

🌷 Mengamati keindahan alam dengan teliti.

🌷 Mengenal bentuk, garis, dan warna di lingkungan sekitar.

🌷 Mengembangkan kreativitas melalui kegiatan menggambar.

🌷 Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

🌷 Menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Mari menggunakan kemampuan menggambar untuk membuat karya yang indah dan tetap menjaga alam di sekitar kita.

Alhamdulillah. 🤲💗

🌙 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

1. Al-Khaliq — Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta.

Allah menciptakan berbagai tumbuhan, hewan, dan alam yang memiliki bentuk serta warna yang beragam.

Contoh:

Peserta didik mengamati bunga di taman.

Bentuk bunga dapat digambar secara sederhana. Batangnya dapat dibuat menggunakan garis lurus, sedangkan kelopaknya dapat diberi warna merah, kuning, atau ungu.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengenal unsur seni rupa sekaligus menghargai ciptaan Allah Swt.

2. Al-Mushawwir — Maha Membentuk Rupa

Allah Swt. adalah Al-Mushawwir, yaitu Maha Membentuk Rupa.

Kita dapat belajar mengenal beragam bentuk benda di sekitar dan menuangkannya menjadi gambar sederhana.

Contoh:

Peserta didik menggambar rumah menggunakan bentuk segitiga, persegi, dan persegi panjang.

Setelah itu, peserta didik menambahkan garis serta warna sesuai kreativitasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa bentuk sederhana dapat digabungkan untuk menghasilkan sebuah karya seni rupa.

3. Al-Jamil — Allah Maha Indah

Al-Jamil dikenal sebagai nama yang menunjukkan bahwa Allah Maha Indah dan mencintai keindahan.

Kita dapat belajar menghargai keindahan alam dan membuat karya seni dengan rapi.

Contoh:

Peserta didik menggambar taman dengan bunga berwarna-warni, pohon, rumput, dan langit.

Setelah selesai, peserta didik merapikan hasil gambar dan menghargai karya teman.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menjaga keindahan lingkungan serta tidak mengejek karya orang lain.

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengingat Kembali Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda.

Ada empat bentuk sederhana yang telah kita pelajari.

🔵 Lingkaran

Bentuknya bulat dan tidak memiliki sudut.

Contoh: jam dinding, roda, dan mulut gelas.

🟦 Persegi

Memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut.

Contoh: ubin persegi dan beberapa bentuk jendela.

🔺 Segitiga

Memiliki tiga sisi dan tiga sudut.

Contoh: atap rumah pada gambar sederhana.

🥚 Oval

Bentuknya lonjong.

Contoh: telur, daun tertentu, dan balon berbentuk lonjong.

Bentuk-bentuk tersebut dapat digunakan untuk membuat berbagai gambar.

2. Mengingat Kembali Jenis Garis

Garis adalah goresan yang dapat dibuat menggunakan pensil, krayon, atau alat gambar lainnya.

Ada empat jenis garis yang perlu kita ingat.

A. Garis Lurus

Garis yang bentuknya lurus.

Contoh: sisi meja dan pintu.

B. Garis Lengkung

Garis yang memiliki bentuk melengkung.

Contoh: pelangi dan bulan sabit.

C. Garis Zig-zag

Garis yang memiliki belokan tajam ke arah berbeda.

Contoh: petir.

D. Garis Bergelombang

Garis yang bentuknya naik dan turun secara berulang.

Contoh: ombak laut.

Garis-garis tersebut dapat digunakan untuk membuat gambar rumah, pohon, bunga, hewan, dan pemandangan.

3. Mengingat Kembali Warna

Warna membuat gambar terlihat indah dan menarik.

Ada tiga warna primer yang telah kita pelajari.

🔴 Merah.

🟡 Kuning.

🔵 Biru.

Ketiga warna tersebut disebut warna primer.

Kita juga telah mengenal beberapa warna campuran.

Merah + Kuning = Jingga

Contohnya warna kulit jeruk.

Kuning + Biru = Hijau

Contohnya warna daun.

Merah + Biru = Ungu

Contohnya warna beberapa bunga.

Dengan mencampurkan warna, kita dapat menemukan warna baru dan membuat gambar lebih beragam.

4. Menggabungkan Bentuk, Garis, dan Warna

Bentuk, garis, dan warna dapat digabungkan untuk membuat gambar yang indah.

Contohnya, ketika menggambar rumah:

Bentuk:

  • Segitiga untuk atap.

  • Persegi untuk jendela.

  • Persegi panjang untuk pintu dan badan rumah.

Garis:

  • Garis lurus untuk sisi atap dan dinding.

  • Garis lengkung untuk jalan atau awan.

Warna:

  • Merah untuk atap.

  • Biru untuk jendela.

  • Hijau untuk rumput.

Ketika ketiga unsur tersebut digabungkan, kita dapat menghasilkan gambar rumah yang menarik.

5. Langkah-Langkah Membuat Gambar Sederhana

Sekarang, mari kita belajar membuat gambar sederhana menggunakan bentuk, garis, dan warna.

Alat dan bahan:

  • Kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Krayon atau pensil warna.

Langkah-langkah menggambar:

  1. Tentukan gambar yang ingin dibuat.

  2. Siapkan kertas dan alat menggambar.

  3. Buat bentuk dasar menggunakan pensil.

  4. Tambahkan garis untuk melengkapi gambar.

  5. Tambahkan detail seperti pintu, jendela, daun, atau bunga.

  6. Warnai gambar sesuai kreativitas.

  7. Rapikan hasil gambar dan tunjukkan kepada guru.

Ingat!

Gambar setiap anak boleh berbeda. Tidak harus sama dengan contoh. Buatlah gambar sesuai imajinasi dan kemampuan masing-masing.

🔎 KEGIATAN 1 — BERBURU BENTUK DI LINGKUNGAN SEKITAR

Amatilah benda-benda di kelas atau lingkungan sekolah.

Coloring book for children. House, sun, clouds, trees, flowers. Picture drawn by child's hand. Illustration for children, wallpaper for children's room. Linear drawing on white background

Temukan contoh bentuk berikut:

  • Lingkaran.

  • Persegi.

  • Segitiga.

  • Oval.

Kemudian, amati juga garis yang dapat ditemukan pada benda-benda tersebut.

Contohnya:

  • Bentuk lingkaran pada jam.

  • Bentuk persegi pada ubin.

  • Bentuk segitiga pada gambar atap rumah.

  • Garis lurus pada meja.

  • Garis lengkung pada gambar pelangi.

Tujuan: Peserta didik mampu mengenali bentuk dan garis pada lingkungan sekitar.

🎨 KEGIATAN 2 — MENGGAMBAR LINGKUNGAN SEKOLAHKU

Sekarang, siapkan kertas gambar dan alat warnamu!

Buatlah gambar sederhana dengan tema “Lingkungan Sekolahku”.

Colorful Child-Like School Drawing | AI Art Generator | Easy-Peasy.AI

Kamu dapat menggambar:

  • Gedung sekolah.

  • Pohon.

  • Bunga.

  • Matahari.

  • Awan.

  • Lapangan sekolah.

Gunakan bentuk, garis, dan warna yang telah dipelajari.

Setelah selesai, rapikan gambarmu dan tunjukkan kepada guru.

✏️ YUK BERLATIH!

Materi: Bentuk, Garis, dan Warna

Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Jam dinding pada umumnya berbentuk ....

a. Segitiga

b. Lingkaran

c. Zig-zag

2. Bentuk yang memiliki tiga sisi adalah ....

a. Lingkaran

b. Oval

c. Segitiga

3. Garis yang memiliki belokan tajam disebut garis ....

a. Zig-zag

b. Lengkung

c. Lurus

4. Warna primer adalah ....

a. Hijau, jingga, ungu

b. Merah, kuning, biru

c. Hitam, putih, cokelat

5. Campuran warna kuning dan biru menghasilkan warna ....

a. Ungu

b. Jingga

c. Hijau

6. Bentuk atap rumah pada gambar sederhana biasanya berupa ....

a. Segitiga

b. Lingkaran

c. Oval

💗 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

📖 Kesimpulan Materi

🌱 Refleksi Peserta Didik


🌼 Tindak Lanjut

🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar menggabungkan bentuk, garis, dan warna dalam membuat gambar sederhana. 💗

Kita telah belajar bahwa berbagai bentuk, garis, dan warna dapat digunakan bersama-sama untuk menghasilkan karya seni yang menarik.

Ingat ya, anak-anak saleh dan salehah:

🌷 Aku dapat mengenal bentuk lingkaran, persegi, segitiga, dan oval.

🌷 Aku dapat membedakan garis lurus, lengkung, zig-zag, dan bergelombang.

🌷 Aku mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.

🌷 Aku dapat menggabungkan bentuk, garis, dan warna dalam gambar.

🌷 Aku berani berkarya sesuai kreativitas sendiri.

🌷 Aku menghargai karya sendiri dan karya teman.

🌷 Aku menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

🌷 Aku bersyukur atas keindahan ciptaan Allah Swt.

Semoga kita menjadi anak yang kreatif, teliti, percaya diri, dan selalu bersyukur kepada Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu