Selasa, 28 Oktober 2025

Bahasa Indonesia dan Matematika

  Welcome to Grade 2B

 

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd & Resky Kusumawardati, S.Kom., S.Pd.

Satuan Pendidikan    : SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : Bahasa Indonesia & Matematika

Kelas / Semester        : 2B / 1

Hari, Tanggal             : Selasa, 28 Oktober 2025


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 

Hello, Kids! 

Good morning sholeh-sholehah kelas 2B SD AL-AZHAR 2

Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat, ALLAHUAKBAR. MasyaAllah alhamdulillah ya nak semuanya hari ini pasti semangat sholeh-sholehah bu guru. Selanjutnya anak-anak akan melaksanakan sholat dhuha berjamaah dan murojaah surat pendek.

Membaca doa belajar sebelum pembelajaran dimulai :                      

Ayo sebelum kita memulai pembelajaran pada hari ini, bu guru mau cek kehadiran terlebih dahulu ya, siapa yang hari ini tidak hadir?

Baik kita lanjutkan ya pembelajaran hari ini.. Pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar tentang penjelasan kata depan dan awalan "di" dan menyelesaikan kolase pohon sakura. hari ini kita akan belajar latihan tentang kata depan dan awalan "di" dan perbandingan panjang dan berat benda pada pelajaran matematika Oke, pertama mari kita simak video pembelajarannya ya, semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^

📌 Metode dan Media ajar

  •        Metode/ Model pembelajaran: Discovery Learning
  •        Media ajar: Video pembelajarana, LKPD

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali menggunakan volum dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu isi informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri, keluarga, dan/atau lingkungan. 

  2. Murid dapat menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar. Contoh:

    Peserta didik dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya, gambar, warna, bunyi/suara).

    📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat berbicara dengan santun menggunakan intonasi dan volume suara yang tepat sesuai situasi.
  2. Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar. Contoh:



📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat dapat menunjukkan sikap santun saat berbicara kepada teman, guru, dan orang dewasa.
  2.          Murid dapat mengatur volume suara dan intonasi sesuai tempat dan lawan bicara.
    Peserta didik dapat mempraktikkan berbicara santun melalui dialog, permainan peran, atau kegiatan diskusi.
  3.        Murid dapat membedakan cara berbicara dalam situasi formal (misalnya: berbicara di kelas) dan informal (misalnya: berbicara dengan teman).
  4. Murid dapat dapat mengenal makna simbol "=" sebagai tanda kesamaan atau kesetaraan.
  5.            Murid dapat menyusun dan membaca kalimat matematika dengan simbol "=" berdasarkan gambar.
  6.            Murid dapat membuat sendiri kalimat matematika setara berdasarkan gambar atau cerita.
  7.            Murid dapat memahami bahwa "=" menunjukkan dua sisi kalimat matematika yang nilainya sama.
  8.            Murid dapat menuliskan kalimat matematika yang setara menggunakan simbol "=" (dengan penjumlahan dan pengurangan).


📌 Materi Bahasa Indonesia




🌿 Materi Inti: Mengenal Kata Depan dan Awalan “di”

1. Konsep Dasar Bahasa

Materi ini mengajarkan dua bentuk penggunaan kata “di” yang sering membingungkan siswa, yaitu:

  • Kata depan (preposisi) → menunjukkan tempat atau posisi.
  • Awalan (prefiks) → menunjukkan kata kerja pasif.

Tujuan utama bukan hanya mengenal bentuknya, tetapi memahami makna dan fungsi kata “di” dalam konteks kalimat.

2. Kata Depan “di” (Preposisi)

Ciri-ciri:

  • Menunjukkan tempat, arah, atau posisi.
  • Ditulis terpisah dari kata berikutnya.
  • Tidak bisa diikuti oleh kata kerja.

Contoh dan makna:

Kalimat

Makna

Buku ada di meja

Menunjukkan lokasi buku

Ibu memasak di dapur

Menunjukkan tempat aktivitas

Kucing tidur di bawah kursi

Menunjukkan posisi kucing

🧠 Pemahaman mendalam:
Siswa diajak memahami bahwa “di” pada kalimat tersebut tidak bisa disambung, karena berfungsi sebagai penanda tempat, bukan pembentuk kata kerja.

3. Awalan “di-” (Prefiks)

Ciri-ciri:

  • Digunakan untuk membentuk kata kerja pasif.
  • Ditulis sambung dengan kata dasarnya.
  • Dapat disertai kata “oleh” dalam kalimat pasif.

Contoh dan makna:

Kalimat

Makna

Pintu itu dibuka ayah

Menunjukkan tindakan yang diterima oleh pintu

Surat itu dikirim Dina

Menunjukkan kegiatan yang dilakukan orang lain

Lantai disapu setiap pagi

Menunjukkan pekerjaan yang dilakukan pada objek


Latihan :




📌Materi Matemaika


    Materi Matematika

1.  Konsep Panjang dan Pendek

  •    Panjang artinya jarak dari satu ujung ke ujung lainnya.

  •    Pendek artinya jarak yang lebih kecil dibanding benda lain.

  •     Contoh:

    • Sapu lebih panjang dari pensil.

    • Sedotan lebih pendek dari penggaris.

  •     Satuan tidak baku: jengkal, pensil, tali.

  •     Satuan baku: sentimeter (cm), meter (m).

  •     Alat ukur: penggaris, meteran.

🧩 Contoh Aktivitas:
Murid mengukur panjang meja dengan jengkal, lalu membandingkan hasilnya dengan teman → menyadari perlunya alat ukur baku agar hasilnya sama.


2. Konsep Berat dan Ringan

  •     Berat menunjukkan seberapa ringan atau berat suatu benda.

  •     Contoh:

    •      Batu lebih berat dari kapas.

    •      Buku lebih ringan dari tas berisi botol air.

  •     Satuan tidak baku: batu kecil, kelereng, biji jagung.

  •          Satuan baku: gram (g), kilogram (kg).

  •       Alat ukur: timbangan dapur, timbangan badan, atau neraca mainan.

🧩 Contoh Aktivitas:
Murid menimbang beberapa benda seperti penghapus, buku, dan botol air dengan neraca sederhana, lalu membandingkan beratnya.


📌REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN
  1. Bahasa Indonesia
    Pada pembelajaran hari ini, peserta didik mengerjakan latihan tentang kata depan dan awalan “di”. Siswa belajar membedakan penggunaan “di” sebagai kata depan (seperti di rumah, di sekolah) dan “di” sebagai awalan kata kerja (seperti dibaca, ditulis). Sebagian besar siswa sudah memahami perbedaannya dan dapat mengerjakan latihan dengan baik, meskipun beberapa masih perlu bimbingan dalam penulisan yang benar.

  2. Matematika
    Dalam pelajaran matematika, peserta didik mempelajari perbandingan panjang dan berat benda. Siswa melakukan kegiatan membandingkan benda di sekitar mereka berdasarkan ukuran panjang dan beratnya. Kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan, serta membantu siswa memahami konsep perbandingan melalui pengalaman langsung.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik. Peserta didik aktif dan antusias, mampu membedakan penggunaan kata depan dan awalan “di” serta memahami cara membandingkan panjang dan berat benda dengan tepat



Sabtu, 25 Oktober 2025

Bahasa Indonesia & Seni Rupa

   Welcome to Grade 2B

 

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd & Resky Kusumawardati, S.Kom., S.Pd.

Satuan Pendidikan    : SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : Bahasa Indonesia & Seni Rupa

Kelas / Semester        : 2B / 1

Hari, Tanggal             : Senin, 27 Oktober 2025


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 

Hello, Kids! 

Good morning sholeh-sholehah kelas 2B SD AL-AZHAR 2

Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat, ALLAHUAKBAR. MasyaAllah alhamdulillah ya nak semuanya hari ini pasti semangat sholeh-sholehah bu guru. Selanjutnya anak-anak akan melaksanakan sholat dhuha berjamaah dan murojaah surat pendek.

Membaca doa belajar sebelum pembelajaran dimulai :                      

Ayo sebelum kita memulai pembelajaran pada hari ini, bu guru mau cek kehadiran terlebih dahulu ya, siapa yang hari ini tidak hadir?

Baik kita lanjutkan ya pembelajaran hari ini.. Pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari tentang aturan dirumah dan melanjutkan kolase pohon sakura. Nah pada hari ini kita masuk ke dalam pembelajaran bahasa indonesia yaitu mengenal kata depan dan awalan “di” dan seni rupa yaitu materi karya seni rupa kolase sakura. Oke, pertama mari kita simak video pembelajarannya ya, semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^

📌 Metode dan Media ajar

o Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning

o Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

1. Murid mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Murid  mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan/atau orangdewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Murid  mampu mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi. Murid  mampu menceritakan kembali suatu isi informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri, keluarga, dan/atau lingkungan.

2. Murid menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

1.      Murid dapat berbicara dengan santun menggunakan intonasi dan volume suara yang tepat sesuai situasi.

2.  Menilai karya (gambar, kolase, patung) dan penciptaan karya seni rupa (gambar, kolase, patung) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

1. Murid dapat dapat menunjukkan sikap santun saat berbicara kepada teman, guru, dan orang dewasa.

2. Murid dapat mengatur volume suara dan intonasi sesuai tempat dan lawan bicara.

3. Murid dapat mempraktikkan berbicara santun melalui dialog, permainan peran, atau kegiatan diskusi.

4. Murid dapat membedakan cara berbicara dalam situasi formal (misalnya : berbicara di kelas) dan informal (misalnya: berbicara dengan teman).

5.  Mengamati karya seni rupa sederhana (gambar, lukisan, kolase).

6. Membandingkan dan membuat karya seni rupa

7. Menjelaskan secara sederhana alasan ia menyukai atau memberi saran pada karya tersebut.

8. Menghargai karya teman dan memberi tanggapan positif.


MATERI BAHASA INDONESIA




🌿 Materi Inti: Mengenal Kata Depan dan Awalan “di”

1. Konsep Dasar Bahasa

Materi ini mengajarkan dua bentuk penggunaan kata “di” yang sering membingungkan siswa, yaitu:

  • Kata depan (preposisi) → menunjukkan tempat atau posisi.
  • Awalan (prefiks) → menunjukkan kata kerja pasif.

Tujuan utama bukan hanya mengenal bentuknya, tetapi memahami makna dan fungsi kata “di” dalam konteks kalimat.

2. Kata Depan “di” (Preposisi)

Ciri-ciri:

  • Menunjukkan tempat, arah, atau posisi.
  • Ditulis terpisah dari kata berikutnya.
  • Tidak bisa diikuti oleh kata kerja.

Contoh dan makna:

Kalimat

Makna

Buku ada di meja

Menunjukkan lokasi buku

Ibu memasak di dapur

Menunjukkan tempat aktivitas

Kucing tidur di bawah kursi

Menunjukkan posisi kucing

🧠 Pemahaman mendalam:
Siswa diajak memahami bahwa “di” pada kalimat tersebut tidak bisa disambung, karena berfungsi sebagai penanda tempat, bukan pembentuk kata kerja.

3. Awalan “di-” (Prefiks)

Ciri-ciri:

  • Digunakan untuk membentuk kata kerja pasif.
  • Ditulis sambung dengan kata dasarnya.
  • Dapat disertai kata “oleh” dalam kalimat pasif.

Contoh dan makna:

Kalimat

Makna

Pintu itu dibuka ayah

Menunjukkan tindakan yang diterima oleh pintu

Surat itu dikirim Dina

Menunjukkan kegiatan yang dilakukan orang lain

Lantai disapu setiap pagi

Menunjukkan pekerjaan yang dilakukan pada objek


Latihan :




MATERI SENI RUPA


1. Pengertian Menilai Karya Seni Rupa

Menilai karya seni rupa berarti memberi tanggapan atau pendapat tentang suatu karya seni, seperti gambar, lukisan, kolase, atau patung.
Tujuannya bukan untuk mencari salah, tetapi menghargai dan belajar dari karya tersebut.


2. Hal-Hal yang Dinilai dalam Karya Seni Rupa

Guru dapat menampilkan beberapa karya (misalnya lukisan anak, kolase, atau hasil cetak stensil), lalu murid menilai dengan memperhatikan:

Aspek yang DinilaiContoh Pertanyaan
Keindahan (Estetika)Apakah gambar atau warna yang digunakan indah dan menarik?
KerapianApakah karya dibuat dengan hati-hati dan tidak berantakan?
KreativitasApakah idenya unik dan berbeda dari yang lain?
Pesan atau MaknaApa yang ingin disampaikan dari karya tersebut?
Kesesuaian TemaApakah karya sesuai dengan tema yang diberikan guru?

3. Cara Memberi Penilaian dengan Sikap Baik

Guru mencontohkan cara berpendapat dengan sopan, misalnya:

  • “Saya suka warnanya karena terlihat cerah.”

  • “Gambarnya rapi sekali, tapi mungkin bisa ditambahkan warna di bagian langit.”

  • “Karya ini terlihat menarik karena bentuknya unik.”

Refleksi untuk Murid

  • Karya siapa yang paling kamu sukai? Mengapa?

  • Apa yang kamu pelajari setelah melihat karya teman?

  • Bagaimana perasaanmu saat karyamu dilihat dan dihargai teman-teman?


REFLEKSI & KESIMPULAN PEMBELAJARAN
  1. Bahasa Indonesia
    Pada pembelajaran hari ini, peserta didik mempelajari kata depan dan awalan “di”. Siswa belajar membedakan penggunaan “di” sebagai kata depan (seperti di rumah, di sekolah) dan “di” sebagai awalan (seperti dibaca, ditulis). Sebagian besar siswa sudah dapat memahami perbedaannya dengan baik, meskipun beberapa masih perlu latihan tambahan agar tidak tertukar dalam penulisan.

  2. Seni Rupa
    Dalam pelajaran seni rupa, peserta didik membuat karya seni rupa kolase bunga sakura. Siswa menggunakan bahan kertas warna dan lem untuk menempelkan potongan-potongan kertas hingga membentuk gambar bunga sakura yang indah. Kegiatan berlangsung menyenangkan, dan siswa menunjukkan kreativitas serta ketelitian dalam berkarya.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik antusias, mampu memahami penggunaan kata depan dan awalan “di”, serta menampilkan kreativitas yang tinggi dalam membuat karya kolase bunga sakura.

Kamis, 23 Oktober 2025

Pendidikan Pancasila & Seni Rupa Kelas 2B

   Welcome to Grade 2B

  

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd & Resky Kusumawardati, S.Kom., S.Pd.

Satuan Pendidikan    : SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : Pendidikan Pancasila & Seni Rupa

Kelas / Semester        : 2B / 1

Hari, Tanggal             : Jum'at, 24 Oktober 2025


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 

Hello, Kids! 

Good morning sholeh-sholehah kelas 2B SD AL-AZHAR 2

Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat, ALLAHUAKBAR. MasyaAllah alhamdulillah ya nak semuanya hari ini pasti semangat sholeh-sholehah bu guru. Selanjutnya anak-anak akan melaksanakan sholat dhuha berjamaah dan murojaah surat pendek.

Membaca doa belajar sebelum pembelajaran dimulai :                      

Ayo sebelum kita memulai pembelajaran pada hari ini, bu guru mau cek kehadiran terlebih dahulu ya, siapa yang hari ini tidak hadir?

Baik kita lanjutkan ya pembelajaran hari ini.. Pada pertemuan sebelumnya kita telah melaksanakan STS . Nah hari ini kita melanjutkan materi latihan soal tentang aturan dirumah dan membuat kolase pohon sakura. Oke, pertama mari kita simak video pembelajarannya ya, semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^

📌 Metode dan Media ajar

o Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning

o Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

1. Murid mengenal aturan di lingkungan keluarga; menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di Lingkungan keluarga.

2. Murid menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.


📌 Tujuan Pembelajaran (TP) 

1. Mengenal aturan di  lingkungan keluarga

2.  Menilai karya (gambar, kolase, patung) dan penciptaan karya seni rupa (gambar, kolase, patung) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

1. Murid didik dapat mengenal aturan di  lingkungan keluarga / rumah

2. Mengamati karya seni rupa sederhana (gambar, lukisan, kolase).

3. Membandingkan dan membuat karya seni rupa

4. Menjelaskan secara sederhana alasan ia menyukai atau memberi saran pada karya tersebut.


MATERI PENDIDIKAN PANCASILA





Mengenal Aturan di Lingkungan Keluarga
1. Apa itu aturan?
Aturan adalah kesepakatan yang dibuat dan harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga.
Aturan membantu kehidupan menjadi tertib, aman, dan rukun.

2. Mengapa aturan keluarga penting?
Menjaga ketertiban di rumah.
Membiasakan tanggung jawab dan disiplin.
Membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi rukun dan harmonis.
Membantu anak belajar sopan santun dan menghargai orang lain.

3. Contoh aturan di lingkungan keluarga
✅ Bangun pagi tepat waktu.
✅ Merapikan tempat tidur setelah bangun.
✅ Membantu orang tua sesuai kemampuan.
✅ Membuang sampah di tempatnya.
✅ Belajar dengan rajin.
✅ Berbicara sopan kepada orang tua dan saudara.
✅ Makan bersama dengan tertib.

4. Akibat jika melanggar aturan keluarga
❌ Orang tua kecewa atau marah.
❌ Rumah menjadi berantakan.
❌ Hubungan keluarga tidak rukun.
❌ Anak bisa terbiasa dengan kebiasaan buruk (malas, tidak disiplin).


MATERI SENI RUPA

Materi Berpendapat Mengenai Karya Seni Rupa

Lukisan: 

Melibatkan penggunaan cat (air, minyak, akrilik) untuk melukis di atas permukaan seperti kanvas atau kertas. 

Gambar: 

Melibatkan penggunaan alat gambar seperti pensil, krayon, spidol, atau arang pada kertas untuk menggambar objek. 

Kolase: 


Seni menempelkan berbagai macam bahan seperti kertas, daun, kain, biji-bijian, atau potongan dari bahan bekas untuk membuat gambar atau komposisi baru. 

1. Lukisan dan Gambar

  • Bahan dan alat: 

Cat air, cat akrilik, cat minyak, kanvas, kertas gambar, pensil warna, krayon, spidol, dan kuas.

  • Teknik: 

Melukis langsung dengan kuas, menggambar garis, atau mewarnai objek dengan krayon atau pensil warna.

  • Tujuan: 

Mengembangkan keterampilan motorik halus, imajinasi, dan kemampuan mengekspresikan diri melalui warna dan bentuk. 

2. Kolase

  • Bahan:
  • Bahan alam: Daun kering, bunga kering, ranting, biji-bijian (jagung, kacang hijau, beras), batu-batuan, kerang.
  • Bahan buatan: Kertas warna, kain perca, benang, pita, potongan kardus, plastil.
  • Bahan bekas: Kertas koran, majalah bekas, tutup botol, bungkus makanan, serutan kayu.
  • Teknik:
  • Memotong atau merobek bahan menjadi bentuk-bentuk tertentu.
  • Menempelkan potongan bahan pada permukaan gambar menggunakan lem.
  • Memadukan berbagai jenis bahan dalam satu komposisi untuk menciptakan karya yang unik.
  • Tujuan: 

Meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak dalam memadukan berbagai tekstur dan warna. Teknik ini juga membantu anak dalam mengenali dan menggunakan berbagai macam bahan di sekitar mereka. 

LATIHAN

🌸 Tugas Seni Rupa: Membuat Kolase Bunga Sakura



Perintah Tugas :

Anak-anak, buatlah kolase bunga sakura menggunakan kertas warna!
Kerjakan dengan rapi dan penuh kreativitas, ya!

Langkah-langkah:

  1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Gambar ranting pohon di buku gambar.
  3. Gunting kertas warna merah dan pink untuk menjadi kelopak bunga.
  4. Tempelkan kelopak tersebut di ranting hingga menyerupai bunga sakura yang mekar.
  5. Tambahkan rumput dibawah pohon agar hasilnya lebih indah.

🧰 Alat dan Bahan:

  • Kertas warna (merah, pink, hijau, kuning) masing-masing 1 lembar
  • Buku Gambar
  • Gunting
  • Lem kertas / Fox.
  • Pensil dan penghapus
  • Spidol hitam (untuk mempertegas gambar ranting)

REFLEKSI DAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN :
  1. Pendidikan Pancasila
    Pada pembelajaran hari ini, peserta didik mengerjakan latihan soal tentang aturan di rumah. Siswa belajar memahami pentingnya menaati aturan yang berlaku di rumah, seperti membantu orang tua, menjaga kebersihan, dan berbicara dengan sopan. Sebagian besar siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan mampu memberikan contoh nyata penerapan aturan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Seni Rupa
    Dalam pelajaran seni rupa, peserta didik melakukan kegiatan membuat kolase pohon sakura menggunakan bahan kertas warna. Siswa menunjukkan kreativitas dan ketelitian dalam menempelkan potongan kertas hingga membentuk gambar pohon sakura yang indah. Hasil karya siswa beragam dan mencerminkan imajinasi serta semangat belajar yang baik.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Peserta didik aktif, kreatif, serta memahami pentingnya menaati aturan di rumah dan mengekspresikan ide melalui karya kolase dengan penuh semangat.

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu