Selasa, 20 Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 1.B - Seni Rupa

IDENTITAS 

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Bentuk, Garis, dan Warna pada Lingkungan Sekitar
Pertemuan Ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    

🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengamati lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi untuk membuat karya seni. Hari ini kita akan belajar lebih jauh tentang bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada benda-benda di sekitar kita.

Coba perhatikan rumah, pohon, bunga, meja, dan papan tulis. Apakah semuanya memiliki bentuk dan warna yang sama? Tentu tidak, ya!

Yuk, kita belajar mengenali bentuk, garis, dan warna dengan semangat! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengamati objek di lingkungan sekitar serta mengenali unsur rupa sederhana berupa bentuk, garis, dan warna. Peserta didik dapat menyampaikan hasil pengamatan secara sederhana serta menghargai hasil karya sendiri dan karya orang lain.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali bentuk dasar pada benda di lingkungan sekitar.

  2. Membedakan garis lurus dan garis lengkung.

  3. Menyebutkan warna yang terdapat pada objek yang diamati.

  4. Menentukan bentuk dan warna sederhana pada gambar.

  5. Menyampaikan hasil pengamatan dengan bahasa sederhana.

  6. Menghargai hasil karya sendiri dan karya teman.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar mengamati benda-benda di sekitar dengan saksama. Mereka memperhatikan bentuk, garis, dan warna sebelum membuat atau mengenali gambar.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan benda-benda yang sering dijumpai, seperti rumah, meja, kursi, pohon, bunga, dan matahari.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memahami bahwa bentuk, garis, dan warna dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak objek, pengamatan benda di sekitar kelas, latihan mengenali bentuk dan warna, serta kegiatan mengerjakan LKPD sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar.

  2. Mengenali bentuk dasar dan jenis garis pada objek.

  3. Menentukan warna yang terdapat pada objek yang diamati.

  4. Menyampaikan hasil pengamatan dan menghargai karya seni.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, diskusi sederhana, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar rumah, pohon, bunga, dan matahari.

  • Benda-benda di dalam kelas.

  • Kartu bentuk dan warna.

  • Papan tulis.

  • Buku gambar.

  • Pensil, penghapus, dan pensil warna.

  • LKPD.


🌼 APERSEPSI

Guru mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang mengenal lingkungan sekitar.

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di kelas dan bertanya:

  1. Bentuk apa yang terlihat pada papan tulis?

  2. Garis apa yang terlihat pada batang pohon?

  3. Warna apa yang banyak terlihat di taman?

  4. Apakah semua benda memiliki bentuk dan warna yang sama?

Guru menjelaskan bahwa setiap benda memiliki bentuk dan warna yang dapat diamati. Ada benda berbentuk lingkaran, persegi, persegi panjang, atau segitiga. Ada pula garis lurus dan garis lengkung yang dapat ditemukan pada berbagai objek.


🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Anak-anak, ketika kita menggambar pohon, bunga, langit, atau benda-benda di sekitar, kita sedang belajar memperhatikan keindahan ciptaan Allah Swt.

Allah menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan warna yang indah. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah dan menjaga lingkungan dengan baik.

🌳 Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta.

Allah menciptakan alam semesta dengan berbagai bentuk dan warna. Kita dapat melihat keindahan tersebut pada bunga, pohon, langit, hewan, dan lingkungan sekitar.

Allah juga memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk menggambar, serta pikiran untuk mengembangkan kreativitas.

📖 QS. Al-Hasyr Ayat 24

Allah Swt. berfirman bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mengadakan, dan Yang Membentuk Rupa serta memiliki nama-nama yang indah.

Ayat ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah sebagai Pencipta segala sesuatu.

Pesan untuk anak-anak:

Mari kita bersyukur atas keindahan ciptaan Allah dengan menjaga lingkungan, membuat karya dengan sungguh-sungguh, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman. 🥰


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Mengenal Bentuk Dasar

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat kita lihat.

Benda-benda di sekitar memiliki bentuk yang berbeda-beda.

🔵 A. Lingkaran

Bentuk lingkaran bulat dan tidak memiliki sudut.

Contohnya:

  • Matahari pada gambar.

  • Jam dinding.

  • Piring.

🟦 B. Persegi

Bentuk persegi memiliki empat sisi yang sama panjang dan empat sudut.

Contohnya:

  • Ubin berbentuk persegi.

  • Kertas berbentuk persegi.

▭ C. Persegi Panjang

Bentuk persegi panjang memiliki empat sisi dan empat sudut. Sisi yang berhadapan memiliki panjang yang sama.

Contohnya:

  • Papan tulis.

  • Pintu.

  • Buku.

🔺 D. Segitiga

Bentuk segitiga memiliki tiga sisi dan tiga sudut.

Contohnya:

  • Atap rumah pada gambar.

  • Rambu lalu lintas tertentu.

2. Mengenal Garis

Garis adalah unsur rupa yang dapat digunakan untuk membentuk gambar.

Ada berbagai jenis garis yang dapat kita temukan.

➖ A. Garis Lurus

Garis lurus berbentuk memanjang tanpa belokan.

Contohnya:

  • Tepi meja.

  • Tepi papan tulis.

  • Batang pohon yang digambar sederhana.

〰️ B. Garis Lengkung

Garis lengkung adalah garis yang melengkung atau membentuk lekukan.

Contohnya:

  • Pelangi.

  • Lengkungan pada bunga.

  • Awan pada gambar sederhana.

Garis lurus dan garis lengkung dapat digunakan bersama-sama untuk membuat gambar yang menarik.

3. Mengenal Warna

Warna membuat gambar terlihat lebih menarik.

Contoh warna yang dapat kita temukan di lingkungan sekitar:

  • Merah: bunga merah atau benda lainnya.

  • Kuning: bunga kuning dan matahari pada gambar.

  • Biru: langit cerah.

  • Hijau: daun dan rumput.

  • Cokelat: batang pohon atau tanah.

  • Putih: awan pada gambar atau benda berwarna putih.

Warna benda di alam dapat bermacam-macam. Kita dapat memilih warna yang sesuai dengan benda yang diamati.

4. Mengenal Bentuk, Garis, dan Warna pada Lingkungan

Perhatikan contoh berikut!

🏠 Rumah

  • Atap pada gambar dapat berbentuk segitiga.

  • Dinding rumah dapat berbentuk persegi atau persegi panjang.

  • Pintu dapat berbentuk persegi panjang.

  • Rumah dapat diwarnai sesuai keadaan atau kreativitas kita.

🌳 Pohon

  • Batang pohon dapat digambar menggunakan garis lurus atau garis yang sedikit melengkung.

  • Daun dapat dibuat dengan garis lengkung.

  • Daun biasanya berwarna hijau.

  • Batang pohon sering digambar berwarna cokelat.

🌼 Bunga

  • Mahkota bunga dapat dibuat menggunakan garis lengkung.

  • Batang bunga dapat digambar dengan garis lurus.

  • Daun dapat dibuat dengan bentuk sederhana.

  • Bunga memiliki warna yang beragam.

☀️ Matahari

  • Matahari pada gambar sering dibuat berbentuk lingkaran.

  • Sinar matahari dapat digambar menggunakan garis lurus.

  • Matahari sering diwarnai kuning atau jingga.

5. Menghargai Hasil Karya

Setiap anak memiliki ide dan kreativitas yang berbeda. Ada yang suka menggambar rumah, pohon, bunga, atau matahari.

Hasil gambar setiap anak juga dapat berbeda meskipun objek yang digambar sama.

Kita harus belajar:

  • Menghargai gambar sendiri.

  • Tidak mengejek karya teman.

  • Memberikan pujian dengan sopan.

  • Berani mencoba dan memperbaiki gambar.

  • Bangga terhadap usaha sendiri.

Ingat, anak-anak! Tidak harus semua gambar sama. Yang penting, kita belajar dengan sungguh-sungguh dan menghargai karya setiap orang.


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan, tanya jawab, kegiatan mengelompokkan bentuk dan warna, serta hasil pengerjaan LKPD Pertemuan 2.




🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid mengenal berbagai bentuk, garis, dan warna yang terdapat di lingkungan sekitar melalui kegiatan membuat kolase menggunakan kertas origami.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat mengenali bentuk, garis, dan warna serta menyusun potongan kertas origami menjadi karya kolase sederhana dengan kreativitas masing-masing.

Tindak Lanjut Guru:

Guru memberikan latihan membuat kolase sederhana dengan berbagai bentuk dan warna serta membimbing murid agar lebih teliti, kreatif, dan mandiri dalam menghasilkan karya seni.



🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang mengenal bentuk, garis, dan warna pada lingkungan sekitar.

Kita telah mengenal berbagai bentuk dasar, membedakan garis lurus dan garis lengkung, serta menyebutkan warna yang terdapat pada benda-benda di sekitar kita.

Mari kita terus mengamati lingkungan, mengembangkan kreativitas, menjaga keindahan ciptaan Allah Swt., dan menghargai setiap hasil karya.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, kreatif, teliti, percaya diri, serta selalu bersyukur atas keindahan ciptaan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 21 Oktober 2026 - 1.B - Bahasa Indonesia

IDENTITAS 

Nama Guru: Resky Kusumawardati S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Menyimak Percakapan tentang Diri Sendiri dan Orang Lain
Pertemuan Ke: 13

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    


🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan dengan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, siapa yang tahu nama teman sebangkunya? Apakah kalian pernah bertanya kepada teman tentang namanya atau hobinya?

Ketika kita bertanya dan teman menjawab, kita sedang melakukan percakapan. Hari ini kita akan belajar tentang percakapan sederhana, kalimat pertanyaan, kalimat jawaban, dan cara menemukan informasi dari percakapan.

Yuk, belajar dengan semangat dan dengarkan penjelasan dengan baik! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak percakapan sederhana tentang diri sendiri dan orang lain, memahami informasi yang disampaikan melalui pertanyaan dan jawaban, serta memberikan tanggapan secara santun sesuai dengan konteks percakapan.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyimak contoh percakapan sederhana tentang diri sendiri.

  2. Menyebutkan orang yang terlibat dalam percakapan.

  3. Mengenali kalimat pertanyaan dan kalimat jawaban.

  4. Menemukan informasi sederhana dari percakapan.

  5. Menjawab pertanyaan berdasarkan percakapan yang didengarkan.

  6. Menyampaikan informasi tentang diri sendiri dengan kalimat sederhana.

  7. Menunjukkan sikap sopan ketika berbicara dan mendengarkan.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar mendengarkan percakapan dengan saksama agar dapat memahami informasi yang disampaikan orang lain.

Peserta didik juga dibiasakan untuk memperhatikan pembicara, mendengarkan pertanyaan sampai selesai, dan menjawab dengan jelas.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, seperti berkenalan dengan teman baru, berbicara dengan guru, serta menjawab pertanyaan tentang nama dan hobi.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan menyimak percakapan, membaca contoh percakapan, mengenali pertanyaan dan jawaban, serta mengerjakan latihan sederhana.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menyimak contoh percakapan sederhana tentang diri sendiri.

  2. Mengenali orang yang berbicara serta kalimat pertanyaan dan jawaban.

  3. Menemukan informasi sederhana dalam percakapan.

  4. Menjawab pertanyaan berdasarkan percakapan dengan bahasa yang santun.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Discovery Learning.

Metode Pembelajaran: Menyimak, tanya jawab, pengamatan, penjelasan, dan penugasan.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Gambar anak sedang berkenalan.

  • Teks percakapan sederhana.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • Lembar latihan soal.

  • Video pembelajaran percakapan.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman saat berkenalan atau berbicara dengan teman.

Guru bertanya:

  1. Siapa namamu?

  2. Apa nama panggilanmu?

  3. Apa hobimu?

  4. Bagaimana cara kita mengetahui nama teman?

Guru kemudian memberikan contoh percakapan sederhana.

Guru: “Siapa namamu?”

Anak: “Nama saya Rani.”

Guru: “Apa hobimu?”

Anak: “Hobi saya menggambar.”

Guru menjelaskan bahwa kalimat “Siapa namamu?” dan “Apa hobimu?” merupakan kalimat pertanyaan. Sementara itu, “Nama saya Rani” dan “Hobi saya menggambar” merupakan kalimat jawaban.


🕌 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

👂 1. As-Sami’ — Allah Maha Mendengar

Allah As-Sami’ berarti Allah Maha Mendengar.

Dalam pembelajaran, kita belajar mendengarkan orang lain dengan baik ketika sedang berbicara.

Contoh sikap yang baik:

  • Mendengarkan guru saat menjelaskan.

  • Mendengarkan teman ketika menjawab pertanyaan.

  • Tidak memotong pembicaraan.

  • Memperhatikan informasi yang disampaikan.

Pesan: “Aku belajar menjadi pendengar yang baik.”

📚 2. Al-‘Alim — Allah Maha Mengetahui

Allah Al-‘Alim berarti Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kita dapat memperoleh pengetahuan dengan belajar, menyimak, dan bertanya dengan sopan.

Contohnya, Beni bertanya kepada temannya, “Apa hobimu?” Temannya menjawab, “Hobi saya bermain bola.”

Dari percakapan tersebut, Beni mengetahui hobi temannya.

Pesan: “Aku rajin belajar dan berani bertanya dengan sopan.”


📖 KETERKAITAN DENGAN AL-QUR’AN

QS. Al-‘Alaq Ayat 1

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu semangat belajar dan menambah pengetahuan.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kita membiasakan diri untuk mendengarkan dengan baik, memahami informasi, dan berani bertanya ketika ingin mengetahui sesuatu.


🎬 VIDEO PEMBELAJARAN

Yuk, simak video pembelajaran berikut untuk menambah pemahaman tentang percakapan sederhana!

Klik di sini untuk menonton video pembelajaran percakapan

Setelah menonton video, perhatikan siapa yang berbicara, pertanyaan yang disampaikan, dan jawaban yang diberikan.


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Percakapan?

Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan dan memperoleh informasi.

Percakapan dapat dilakukan dengan teman, guru, ayah, ibu, atau anggota keluarga lainnya.

Contoh percakapan dapat terjadi ketika kita berkenalan, bertanya tentang hobi, atau menceritakan kegiatan sehari-hari.

2. Apa Itu Kalimat Pertanyaan?

Kalimat pertanyaan adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu.

Contoh kalimat pertanyaan:

  • Siapa namamu?

  • Berapa usiamu?

  • Apa hobimu?

  • Apa makanan kesukaanmu?

Kalimat pertanyaan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

3. Apa Itu Kalimat Jawaban?

Kalimat jawaban adalah kalimat yang digunakan untuk menjawab pertanyaan.

Contoh:

Pertanyaan: “Siapa namamu?”

Jawaban: “Nama saya Dita.”

Contoh lainnya:

Pertanyaan: “Apa hobimu?”

Jawaban: “Hobi saya membaca.”

Pertanyaan: “Berapa usiamu?”

Jawaban: “Usia saya tujuh tahun.”

4. Cara Menemukan Informasi dalam Percakapan

Anak-anak, agar dapat memahami isi percakapan, kita perlu melakukan beberapa hal berikut.

  1. Dengarkan percakapan dengan baik.

  2. Perhatikan pertanyaan yang disampaikan.

  3. Dengarkan jawaban dengan saksama.

  4. Ingat informasi penting dalam jawaban.

  5. Jawab pertanyaan sesuai dengan isi percakapan.

Contoh:

Dina bertanya kepada Siti, “Apa makanan kesukaanmu?”

Siti menjawab, “Makanan kesukaanku adalah bakso.”

Dari percakapan tersebut, kita mengetahui bahwa makanan kesukaan Siti adalah bakso.

5. Contoh Percakapan tentang Diri Sendiri

Bacalah percakapan berikut dengan saksama!

Dina: “Siapa namamu?”

Siti: “Nama saya Siti.”

Dina: “Berapa usiamu?”

Siti: “Usia saya tujuh tahun.”

Dina: “Apa hobimu?”

Siti: “Hobi saya menggambar.”

Dina: “Apa warna kesukaanmu?”

Siti: “Warna kesukaan saya merah muda.”

Informasi yang Diperoleh

  • Nama: Siti.

  • Usia: tujuh tahun.

  • Hobi: menggambar.

  • Warna kesukaan: merah muda.

Dari percakapan tersebut, kita dapat mengetahui informasi tentang Siti melalui pertanyaan dan jawaban.

6. Sikap yang Baik Saat Bercakap-cakap

Ketika bercakap-cakap dengan orang lain, kita harus:

  • Mendengarkan saat orang lain berbicara.

  • Berbicara dengan sopan.

  • Menjawab pertanyaan dengan jelas.

  • Tidak memotong pembicaraan.

  • Menggunakan kata-kata yang baik.

  • Menghargai jawaban teman.

  • Berani berbicara dengan percaya diri.

Dengan membiasakan sikap tersebut, percakapan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.


❓ PERTANYAAN PEMANTIK

Sebelum mengerjakan latihan, mari ingat kembali materi yang telah dipelajari.

  1. Apa yang dimaksud dengan percakapan?

  2. Apa yang kita ucapkan ketika ingin mengetahui nama teman?

  3. Apa perbedaan pertanyaan dan jawaban?

  4. Bagaimana cara kita mengetahui informasi dari percakapan?

  5. Apa yang harus kita lakukan ketika teman sedang berbicara?


🔎 ASESMEN DIAGNOSTIK

Guru memberikan pertanyaan sederhana untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik.

  1. Siapa nama lengkapmu?

  2. Apa hobimu?

  3. Apakah kamu pernah bertanya kepada teman?

  4. Ketika teman menjawab pertanyaan, apa yang harus kamu lakukan?

Guru memperhatikan jawaban peserta didik dan memberikan bimbingan apabila masih ada yang kesulitan memahami pertanyaan.


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, jawablah lima pertanyaan berikut dengan benar. Bacalah pertanyaan dengan teliti dan tuliskan jawaban menggunakan kalimat sederhana.

1. Apa yang dimaksud dengan percakapan?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

2. Apa yang kita ucapkan jika ingin mengetahui nama teman?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

3. Perhatikan percakapan berikut!

Rina: “Apa hobimu?”

Lala: “Hobi saya membaca.”

Apa hobi Lala?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

4. Jika teman sedang berbicara, apa yang harus kita lakukan?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

5. Tuliskan satu contoh kalimat pertanyaan tentang diri sendiri!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................


📝 ASESMEN FORMATIF



🌷 REFLEKSI PEMBELAJARAN

Mari kita ingat kembali pembelajaran hari ini.

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut.

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Apakah kamu sudah bisa membedakan pertanyaan dan jawaban?

  3. Apa yang harus kamu lakukan saat teman berbicara?

  4. Apakah kamu berani bertanya dengan sopan?

Peserta didik dapat menyampaikan jawaban secara sederhana sesuai dengan pemahamannya.


🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid mempraktikkan percakapan perkenalan secara berpasangan dengan teman sebangku, meliputi menyebutkan nama, umur, tempat tinggal, dan hobi menggunakan bahasa yang santun.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat melakukan percakapan perkenalan sederhana dengan teman sebangku, meskipun beberapa murid masih memerlukan bimbingan untuk berbicara dengan percaya diri.

Tindak Lanjut Guru:

Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berlatih percakapan dengan pasangan yang berbeda agar kemampuan berbicara, menyimak, dan rasa percaya diri murid semakin meningkat.


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang menyimak percakapan sederhana tentang diri sendiri dan orang lain.

Kita telah belajar mengenal percakapan, membedakan pertanyaan dan jawaban, serta menemukan informasi dari percakapan.

Mari kita biasakan mendengarkan dengan baik, menjawab pertanyaan dengan jelas, berbicara sopan, dan menghargai teman ketika sedang berbicara.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, rajin belajar, berani bertanya, santun dalam berbicara, dan menjadi pendengar yang baik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Rabu, 21 Oktober 2026 - 1.B - Pendidikan Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Resky Kusumawardati, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1B
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Mematuhi Aturan di Rumah dan Menceritakan Pengalaman Mematuhinya
Pertemuan Ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

                                    


🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1B! 🌟

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.

Anak-anak, setiap keluarga memiliki aturan yang perlu dipatuhi. Misalnya, merapikan tempat tidur setelah bangun, belajar sesuai jadwal, dan merapikan mainan setelah bermain.

Hari ini kita akan belajar tentang aturan yang berlaku di rumah, manfaat mematuhi aturan, serta cara menceritakan pengalaman ketika mematuhi aturan di rumah.

Yuk, perhatikan materi dengan baik dan kerjakan lima soal latihan dengan sungguh-sungguh! 🥰


💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga serta mampu menunjukkan dan menceritakan pengalaman sederhana dalam mematuhi aturan di rumah.

Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai aturan yang telah disepakati bersama keluarga.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian aturan dengan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di rumah.

  3. Menjelaskan alasan aturan perlu dipatuhi.

  4. Membedakan perilaku yang mematuhi dan melanggar aturan.

  5. Menceritakan pengalaman sederhana saat mematuhi aturan di rumah.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk membantu kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Peserta didik diajak mengingat kebiasaan yang dilakukan setiap hari di rumah serta memahami pentingnya mematuhi aturan.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, seperti bangun tepat waktu, melaksanakan ibadah, belajar sesuai jadwal, merapikan mainan, dan berbicara sopan kepada orang tua.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan materi dengan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik, dilanjutkan dengan latihan soal sederhana yang sesuai dengan kemampuan anak kelas 1.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian dan contoh aturan di rumah.

  2. Memahami manfaat mematuhi aturan dalam keluarga.

  3. Membedakan perilaku yang mematuhi dan melanggar aturan.

  4. Menceritakan pengalaman sederhana ketika mematuhi aturan di rumah.

🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL).

Metode Pembelajaran: Penjelasan, tanya jawab, membaca materi, dan latihan soal.

🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN

  • Materi pembelajaran.

  • Papan tulis.

  • Buku dan alat tulis.

  • Lembar latihan soal.


🌼 APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kegiatan yang biasa dilakukan di rumah.

Guru bertanya:

  1. Apa yang kalian lakukan setelah selesai bermain?

  2. Apakah kalian memiliki aturan di rumah?

  3. Mengapa kita harus mematuhi aturan yang diberikan orang tua?

Guru menjelaskan bahwa aturan membantu anggota keluarga melakukan kegiatan dengan tertib. Mematuhi aturan juga menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab.


🕌 KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

🌾 1. Ar-Razzaq — Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah Swt. memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Keluarga, makanan, pakaian, rumah, dan kesehatan merupakan nikmat yang perlu kita syukuri.

Salah satu cara bersyukur adalah menjaga rumah, membantu keluarga, dan mematuhi aturan yang berlaku di rumah.

🌳 2. Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta

Allah Swt. menciptakan manusia dan seluruh makhluk. Keluarga merupakan bagian penting dalam kehidupan kita yang perlu disayangi dan dihormati.

Kita dapat menunjukkan kasih sayang kepada keluarga dengan berbicara sopan, membantu orang tua, dan mematuhi aturan di rumah.

👑 3. Al-Malik — Allah Maha Merajai

Allah Swt. adalah pemilik dan penguasa seluruh alam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita belajar membiasakan diri hidup tertib dan teratur.

Dengan mematuhi aturan di rumah, kita belajar menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah sesuatu yang harus kita lakukan atau patuhi agar kehidupan menjadi tertib dan nyaman.

Aturan di rumah dibuat agar seluruh anggota keluarga dapat hidup dengan rukun dan saling menghargai.

Contohnya, setelah bermain, kita harus merapikan mainan. Dengan begitu, rumah menjadi lebih rapi dan nyaman.

2. Contoh Aturan di Rumah

Berikut beberapa contoh aturan yang biasa dilakukan di rumah:

  • Bangun pagi tepat waktu.

  • Melaksanakan ibadah.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Merapikan mainan setelah bermain.

  • Belajar sesuai waktu yang ditentukan.

  • Makan dengan tertib.

  • Berbicara sopan kepada orang tua.

  • Meminta izin sebelum keluar rumah.

  • Menggunakan gawai sesuai aturan keluarga.

  • Tidur tepat waktu.

  • Membantu menjaga kebersihan rumah.

Setiap keluarga dapat memiliki aturan yang berbeda. Kita perlu menghargai dan mematuhi aturan yang berlaku di keluarga masing-masing.

3. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

Mematuhi aturan memiliki banyak manfaat, antara lain:

✅ Rumah menjadi lebih tertib.

✅ Kegiatan sehari-hari menjadi teratur.

✅ Anggota keluarga merasa nyaman.

✅ Kita belajar menjadi anak yang disiplin.

✅ Kita belajar bertanggung jawab.

✅ Hubungan keluarga menjadi lebih rukun.

Contohnya, ketika selesai bermain kita merapikan mainan ke tempatnya. Rumah menjadi rapi dan orang tua tidak perlu membereskannya kembali.

4. Perilaku yang Mematuhi dan Melanggar Aturan

Perhatikan contoh berikut!

Contoh 1:

Setelah bermain, Dita merapikan semua mainannya.

Dita menunjukkan perilaku mematuhi aturan karena mengembalikan mainan ke tempatnya.

Contoh 2:

Ibu meminta Rafi belajar, tetapi Rafi terus bermain dan tidak mengerjakan tugasnya.

Rafi menunjukkan perilaku tidak mematuhi aturan karena mengabaikan kewajibannya.

Contoh 3:

Siti ingin bermain ke rumah teman. Sebelum pergi, ia meminta izin kepada ibu.

Siti menunjukkan perilaku mematuhi aturan karena meminta izin sebelum keluar rumah.

Contoh 4:

Beni selesai makan, tetapi ia meletakkan piring sembarangan.

Beni belum mematuhi aturan untuk menjaga kerapian setelah makan.

Anak-anak, jika kita melakukan kesalahan, kita harus mau memperbaikinya dan berusaha mematuhi aturan dengan lebih baik.

5. Mengingat Pengalaman Mematuhi Aturan

Setiap anak tentu memiliki pengalaman mematuhi aturan di rumah.

Contohnya, merapikan mainan setelah bermain, belajar sebelum bermain, membantu orang tua, atau meminta izin sebelum pergi.

Untuk menceritakan pengalaman tersebut, kita dapat mengingat empat hal berikut:

1. Aturannya apa?

Contoh: Di rumah saya ada aturan untuk merapikan mainan.

2. Kapan dilakukan?

Contoh: Saya merapikannya setelah bermain.

3. Apa yang dilakukan?

Contoh: Saya memasukkan semua mainan ke dalam kotak.

4. Bagaimana perasaannya?

Contoh: Saya merasa senang karena kamar menjadi rapi.

Contoh Cerita Pengalaman

Pengalaman Merapikan Mainan

Setelah bermain, aku merapikan mainanku. Aku memasukkan semua mainan ke dalam kotak. Ibu senang melihat kamarku rapi. Aku juga merasa senang karena sudah mematuhi aturan di rumah.

Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa mematuhi aturan merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga.


✏️ YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, jawablah lima soal berikut dengan benar. Bacalah pertanyaan dengan teliti dan gunakan kalimat sederhana.

1. Sebutkan satu aturan di rumahmu!

Jawab: ....................................................................

2. Setelah bermain, apa yang harus kamu lakukan?

Jawab: ....................................................................

3. Sebelum pergi bermain, kamu harus meminta izin kepada siapa?

Jawab: ....................................................................

4. Apa yang kamu lakukan jika ibu menyuruhmu belajar?

Jawab: ....................................................................

5. Apakah kamu harus mematuhi aturan di rumah?

Jawab: ....................................................................


📝 ASESMEN FORMATIF

Asesmen dilakukan melalui hasil pengerjaan lima soal latihan.

Aspek yang dinilai meliputi:

  1. Pemahaman peserta didik tentang pengertian aturan.

  2. Kemampuan menyebutkan contoh aturan di rumah.

  3. Pemahaman tentang manfaat mematuhi aturan.

  4. Kemampuan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan.

  5. Kemampuan menceritakan pengalaman sederhana ketika mematuhi aturan.

Guru memberikan bimbingan kepada peserta didik yang masih mengalami kesulitan dan penguatan kepada peserta didik yang telah memahami materi.


🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan Materi:

Murid memahami berbagai contoh aturan di rumah, seperti merapikan tempat tidur, membantu orang tua, dan menjaga kebersihan. Murid mengerjakan latihan soal pilihan ganda pada Modul Cerdas Merdeka.

Refleksi Pembelajaran Murid:

Murid dapat menyebutkan contoh aturan di rumah dan mengerjakan soal latihan, meskipun beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam memahami aturan dan manfaatnya.

Tindak Lanjut Guru:

Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menaati aturan di rumah serta membiasakan murid untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN

Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang aturan di rumah dan pengalaman mematuhinya.

Kita telah mengenal pengertian aturan, contoh aturan di rumah, manfaat mematuhi aturan, dan cara menceritakan pengalaman sederhana saat mematuhi aturan.

Mari kita biasakan merapikan mainan, belajar tepat waktu, membantu orang tua, berbicara sopan, dan meminta izin sebelum keluar rumah.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, disiplin, bertanggung jawab, serta selalu menyayangi dan menghormati keluarga. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

© SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung Template designed by Juvmom - Sesukamu